Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

KPK Harus Lebih Fokus Basmi Mafia Peradilan

- Apahabar.com     Minggu, 9 Desember 2018 - 13:45 WITA

KPK Harus Lebih Fokus Basmi Mafia Peradilan

Gedung Mahkamah Agung (MA).Foto-detikcom

apahabar.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta lebih fokus dalam membasmi mafia peradilan. Sebab, gurita masalah peradilan sudah sampai titik nadir.

“Mendorong penguatan pemberantasan korupsi dengan mendukung upaya KPK untuk masuk pada wilayah korupsi politik dan mafia peradilan serta menolak segala bentuk pelemahan terhadap kewenangan KPK melalui berbagai cara termasuk jalan legislasi yaitu berbagai RUU yang bisa melemahkan KPK,” kata Direktur Pusat Kajian Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Fakultas Hukum Universitas Jember, Dr Bayu Dwi Anggono dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu.

Hal di atas merupakan bagian dari rekomendasi Konferensi Hukum Nasional 2018 ‘Refleksi Hukum 2018 dan Proyeksi Hukum 2019: Legislasi dan Kekuasaan Kehakiman’.

Refleksi itu digelar di Jember, Jawa Timur pada Kamis (6/12) kemarin.”Diperlukan pembenahan yang serius terhadap rekrutmen, pembinaan (sistem mutasi dan promisi) dan pengawasan hakim,” kata Bayu.

Komisi Yudisial (KY) harus diberikan peran yang lebih kuat untuk membantu MA dalam melakukan pembenahan sistem rekrutmen, pembinaan dan pengawasan hakim.

RUU Jabatan Hakim mendesak untuk segera disahkan agar reformasi peradilan dapat dilakukan secara komprehensif. “Selain itu dibutuhkan kebesaran hati dari pimpinan pengadilan untuk berani mengundurkan diri apabila terjadi kembali kasus suap di pengadilan,” ujar Bayu.

Adapun untuk legislasi, DPR harus menjaga kepercayaan publik dengan menghindarkan diri dari penyalahgunaan wewenang jabatan dan meningkatkan kinerja nyata. Jika DPR tidak segera berbenah maka bukan hanya membuat kredibilitas DPR makin jatuh, tapi juga dapat membuat publik apatis untuk berpartisipasi pada pemilu 2019.

“Agar mengurangi tumpang tindihnya peraturan perundang-undangan yang berdampak pada terhambatnya implementasi kebijakan. Maka perlu aturan hukum yang secara kuat mewajibkan semua rancangan peraturan perundang-undangan sebelum ditetapkan dilakukan harmonisasi oleh instansi di luar dari pembentuk,” pungkas Bayu.

Baca Juga: Peringati Hari Anti Korupsi, KPK Minta Pemkot Bekasi Transparan

Hadir dalam refleksi itu Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman, Ketua Komisi Yudisial (KY) Jaja Ahmad Jayus, Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Arif Wibowo, Dirjen Peraturan Perundang-undangan Widodo Ekatjahjana, Kepala Badan Pembinaaan Hukum Nasional (BPHN) Benny Riyanto, Direktur Perludem Titi Anggraini, Direktur Pusako Universitas Andalas Feri Amsari, Ketua Pukat UGM Oce Madril, Deputi Direktur ILR Erwin Natosmal Oemar dan pengajar HTN Universitas Udayana Jimmy Z Usfunan.

Refleksi itu juga diikuti puluhan peserta dan banyak pihak dari berbagai pemangku kepentingan. Pihak MA yang telah diundang tidak hadir.

Sumber : Detiknews
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Sedang Ceramah di Acara Maulid Nabi, Ustaz di Aceh Ditusuk
apahabar.com

Nasional

IDI: Aksi Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law UU Ciptaker Berpotensi Munculkan Klaster Baru Covid-19
apahabar.com

Nasional

DITJENPAS: Napi Kabur Menjelang Salat Magrib

Nasional

RKUHP Kebiri Kebebasan Pers? Ini Pendapat PWI
apahabar.com

Nasional

13 Pendemo Anti-Omnibus Law di Bandung Reaktif, Waspada Klaster Baru Covid-19
apahabar.com

Nasional

Sejumlah Bangunan Rusak Akibat Gempa Bali

Nasional

Orang Kaya RI Ramai Berburu Vaksin AS, Pertanda Apa?
apahabar.com

Nasional

BREAKING NEWS: Jokowi Teken UU Ciptaker 1.187 Halaman, Nomor 11 Tahun 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com