Pernah Cekcok, Warga LAS HST Nekat Bacok Rekan Sekampungnya Kakek di Banjarmasin Meninggal Misterius di Hotel, Polisi Lakukan Pemeriksaan Polisi Tewas di Sungai Martapura, Sudah 2×24 Jam Faisal Diperiksa Intens Akhirnya, Tunggakan Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Dibayar! Duh, Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Belum Dibayar

Kue Masubah Punya Pelanggan Tetap

- Apahabar.com Sabtu, 8 Desember 2018 - 17:33 WIB

Kue Masubah Punya Pelanggan Tetap

Rohana pembuat kue Masubah yang termasuk khas Banjarmasin. Foto: apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Dalam urusan kue, Banjarmasin memiliki beberapa ragam masakan. Salah satunya kue khas tradisional yang terbuat dari bahan tepung dan susu, yaitu Masubah. Kue jaman dulu (jadul) ini sudah masuk dalam kategori langka untuk dicari.

Pasalnya, kue berbentuk persegi kotak tersebut cuma dilestarikan oleh usaha perdagangan kue tradisional Rohana.

Walaupun begitu, kue Masubah mempunyai daya tarik tersendiri untuk para pecinta jajanan khas tradisional. Aroma harum dan tekstur lembut kue dari negeri Jiran tersebut, menjadi faktor pendorong kue ini masih diminati.

Melestarikan kue Masubah itu pula tidak lepas dari sosok utama Rohana dan kedua anaknya. Di usianya yang ke 64 tahun ini, ia telah melakoni pekerjaan pembuatan kue dari tahun 1977 silam.

“Tau kue Nasubah karena dikenalkan kaka Ipar. Setelah mencoba 1 minggu yang awalnya hancur menjadi sempurna,” terangnya saat ditemui, Sabtu (8/12/2018).

Keuletan Ibu tiga orang anak ini dalam memilih bahan berkualitas yang tidak begitu murahan patut diacungi jempol. Faktor bahan adonan, menjadi faktor pendukung kue yang cocok disajikan dalam peringatan Idul Fitri bisa mencapai bentuk optimal.

Proses itu dibuktikan Rohana, dengan mempunyai bermacam pelanggan tetap yang berasal dari dalam maupun luar daerah Kalimantan Selatan. Pesanan pelanggan pun beragam, ada yang dijadikan buat cinderamata atau dinikmati sendiri.

“Biasanya orang pesan dijadikan oleh-oleh dan dinikmati keluarga,” kata Rohana yang tinggal bersama cucunya di jalan Sungai Jingah, RT 17 RW 01.

Ketertarikan pelanggan pula, katanya ada yang mengarah pada ketahanan kue Masubah dalam pengaturan suhu untuk bisa dikonsumsi. Kisaran waktunya dalam kamar pendingin sekitar 1 bulan, sedangkan diluar pada itu cuma 1 minggu.

Ia mengatakan biasanya orderan puncak terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri atau dalam bulan Ramadhan berlangsung. “Biasanya bulan puasa 50 kotak terjual. Ada daftarnya sudah,” pungkasnya.

Baca Juga: Jamur Tiram Ramaikan Festival Kuliner Banjar

Reporter : Bahaudin Qusairi
Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Canggih, Apple Luncurkan Watch Series 6, Bisa Ukur Oksigen Dalam Darah
apahabar.com

Gaya

WhatsApp Rilis Aturan Baru, Pengguna yang Tak Setuju Bisa Diblokir
apahabar.com

Gaya

5 Kedai Ngopi Asyik di Banjarmasin
apahabar.com

Gaya

Benarkah Uang Mampu Tularkan Virus Corona? Simak Penjelasannya
apahabar.com

Gaya

Wirausaha untuk Siswa SMK, Pertamina Lubricants Luncurkan Aplikasi Enduro Home Service
apahabar.com

Gaya

5 Fase Berpacaran yang Biasanya Kamu Alami
apahabar.com

Gaya

Inovatif, Dua Siswi MAN 4 Balangan Ciptakan ‘Jemuran Takut Hujan‘
apahabar.com

Gaya

Studi: Wanita Jangkung Hidup Lebih Lama
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com