Waspada, Potensi Hujan Disertai Angin Kencang Ancam 9 Wilayah Kalsel Kanwil Kemenkum HAM Kalsel Dorong UMKM Bentuk Perseroan Perseorangan Catat, Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Banjar Berhadiah Umrah Longsor di Maradapan Pulau Sembilan Kotabaru, Puluhan Rumah Terdampak Aksi Heroik Bripka Aan Kotabaru Bantu Ibu Melahirkan di Ambulans

Langgar Sanksi AS terhadap Iran, Bos Huawei Ditangkap di Kanada

- Apahabar.com     Kamis, 6 Desember 2018 - 12:56 WITA

Langgar Sanksi AS terhadap Iran, Bos Huawei Ditangkap di Kanada

Meng Wanzhou. Foto : chinadaily.com.cn

apahabar.com, JAKARTA – Kanada telah menahan chief financial officer global Huawei, Meng Wanzhou, di Vancouver saat perempuan tersebut tengah menghadapi ekstradisi dengan Amerika Serikat (AS) atas dugaan melanggar sanksi AS terhadap Iran.

Wanzhou, yang merupakan salah satu wakil chairman dalam perusahaan teknologi asal China itu dan juga anak dari pendirinya, Ren Zhengfei, ditahan 1 Desember lalu.

Persidangannya akan dilaksanakan hari Jumat mendatang, menurut konfirmasi dari juru bicara Departemen Kehakiman Kanada kepada Reuters, dilansir dari CNBC International, Kamis (6/12) ini.

Huawei, salah satu pabrikan perlengkapan jaringan telekomunikasi terbesar dunia, mengatakan dalam sebuah pernyataan:

“Baru-baru ini, CFO kami, Meng Wanzhou, ditahan oleh Otoritas Kanada atas nama Amerika Serikat (AS) yang ingin mengekstradisi Meng Wanzhou untuk menghadapi tuntutan hukum yang tidak dijelaskan di Distrik Timur New York, saat ia sedang menunggu penerbangan lanjutan di Kanada.”

Baca Juga : Peraih Nobel: Kegiatan Israel di Palestina Tidak Bisa Diterima

Perusahaan hanya mendapat sedikit informasi terkait tuntutan hukum itu dan tidak mengetahui kesalahan Meng. Perusahaan yakin sistem hukum Kanada dan AS pada akhirnya akan memberi keputusan yang adil.

Huawei mematuhi seluruh hukum dan aturan yang berlaku di tempat berbisnisnya, termasuk kontrol ekspor dan sanksi dan aturan PBB, AS, dan Uni Eropa.

Para pejabat dari Departemen Kehakiman AS tidak merespons permintaan berkomentar.

Pemerintah AS telah menuntut Huawei paling tidak sejak 2016 atas dugaan mengirim produk asal AS ke Iran dan negara-negara lain yang merupakan pelanggaran terhadap sanksi ekspor Negeri Paman Sam, kata beberapa narasumber kepada Reuters April lalu.

Baca Juga : Akhirnya, Warga Kuba Bisa Akses Internet dari Ponsel Mereka

Sumber: CNBC Indonesia
Editor: fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Global

22 Warga Palestina Ditangkap Usai Bentrok dengan Polisi Israel
apahabar.com

Global

Kalbar-Kalteng Desak Moratorium Sawit, Kaltim Tuntut Anak Tewas di Lubang Tambang
Ilustrasi. Foto-Net

Global

Varian Covid Omicron Masuk Eropa
apahabar.com

Global

Tata Kelola Gambut Indonesia Rujukan Dunia
apahabar.com

Global

Berhasil ke Antariksa, Miliarder Dunia Jeff Bezos Disebut Titisan Alien
apahabar.com

Global

Norwegia Bantu Program Lanskap Sumsel
Ilustrasi, Pemerintah Indonesia memberikan sejumlah bantuan ke Palestina. Foto-net

Global

Indonesia Bantu Rp7,1 M untuk Palestina

Global

Di Mesir, 10 Anggota Ikhwanul Muslimin Dibui Seumur Hidup
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com