Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Banjir Masih Merendam Rumah Warga, Dinsos Tabalong Bagikan Sembako

Lingkar Berbahaya Anak Krakatau Diperluas Lima Kilometer

- Apahabar.com Kamis, 27 Desember 2018 - 11:45 WIB

Lingkar Berbahaya Anak Krakatau Diperluas Lima Kilometer

Gunung Anak Krakatau. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, status Gunung Anak Krakatau telah dinaikkan menjadi “Siaga” atau “Level III” dengan lingkar berbahaya diperluas menjadi lima kilometer.

“Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius lima kilometer dari puncak kawah Gunung Anak Krakatau,” katanya di Jakarta, Kamis (27/12).

Sutopo mengatakan, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus meningkat. Pada Kamis(27/12) pukul 06.00 WIB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral(ESDM) menaikan statusnya dari “Waspada” atau “Level II” menjadi “Siaga”.

Menurut pengamatan, selama Kamis ,pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, letusan Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Tremor masih terjadi dengan amplitudo delapan milimeter hingga 32 milimeter dan dominan pada 25 milimeter. Selain itu, juga terdengar dentuman suara letusan.

“Karena itu, PVMBG melarang masyarakat dan wisatawan berkegiatan pada lingkar lima kilometer dari puncak. Di dalam lingkar tersebut tidak ada permukiman,” ujarnya.

Baca Juga: Gunung Krakatau Naik ke Level III, Warga Diminta Menjauh

Sutopo mengatakan, dalam lingkar lima kilometer tersebut berbahaya karena dapat terdampak letusan berupa lontaran batu pijar, awan panas dan abu vulkanik pekat.

Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga menyarankan masyarakat tidak berkegiatan di pantai pada lingkar 500 meter hingga satu kilometer dari pantai untuk menghindari kemungkinan terjadi tsunami kembali.

“Tsunami dapat terjadi yang dibangkitkan longsor bawah laut akibat letusan Gunung Anak Krakatau,” tandasnya.

Sutopo mengimbau masyarakat tetap tenang dan terus meningkatkan kewaspadaan serta memantau informasi dari PVMBG untuk peringatan dini tentang gunung api dan BMKH terkait peringatan dini tsunami.

“Jangan percaya informasi yang menyesatkan dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Baca Juga: ACT Berangkatkan 20 Truk Bantuan ke Pandeglang dan Lampung Selatan

Sumber: Antara
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Hebat, Wanita Tertua Berusia 113 Tahun Sukses Kalahkan Covid-19

Nasional

VIDEO: Perbatasan Memanas, Kapal Perang Rusia Tabrak Kapal Artileri Ukraina
apahabar.com

Nasional

Ada Wartawan Terpapar Corona, PWI Ingatkan Protap Peliputan
apahabar.com

Nasional

Gara-Gara Corona, Formula E di Monas Resmi Ditunda

Nasional

Hari Ini Covid-19 Indonesia Bertambah 4.301, Maluku, Riau dan Gorontalo Nihil Kasus
apahabar.com

Nasional

Viral Air Mineral Mengandung Zat Besi, Cek Penjelasan BPOM Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Satgas Sebut Kasus Aktif Virus Corona Nasional Terus Turun hingga 19,17 Persen
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Pengusaha Pertahankan Pekerja
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com