Lampu Hijau Buka Masker, Pakar Covid-19 ULM: Hati-Hati Blunder Tabrakan Maut BPK Terulang Lagi, Apa Kabar Perda Damkar Banjarmasin? Perkuat Keandalan Listrik Kalseltengtim dengan Sistem Looping Jaringan Tersangka! Sopir BPK Penabrak 2 Pemotor di Banjarmasin Selatan Tuntut Pemerataan, Besok Buruh SIS ADMO Tabalong Juga Minta Pembagian Windfall

LSI: Elektabilitas Jokowi Vs Prabowo Relatif Stagnan

- Apahabar.com     Kamis, 6 Desember 2018 - 21:30 WITA

LSI: Elektabilitas Jokowi Vs Prabowo Relatif Stagnan

Jokowi dan Prabowo saat berpidato. Foto-Merdeka.com

apahabar.com, JAKARTA – Selama dua bulan masa kampanye, elektabilitas JokowiMa’ruf Amin dan Prabowo SubiantoSandiaga Uno relatif tak bergerak signifikan. Ada apa gerangan?

Survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf pada November 2018 mencapai 53,2%, unggul di atas pasangan Prabowo-Sandiaga di angka 31,2%. Sementara itu, 15,6% responden tidak menjawab.

“Selama dua bulan terakhir, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga mengalami turun-naik. Namun tidak banyak mengubah selisih elektabilitasnya,” demikian disampaikan Founder LSI, Denny JA, dalam siaran pers, Kamis (6/12/2018).

Survei ini dilakukan pada 10-19 November 2018. Survei menggunakan 1.200 responden yang dipilih dengan metode multistage random sampling pada kisaran margin of error 2,9%.

Survei ini menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf masih unggul dengan selisih di atas 20%. “Jokowi diuntungkan karena enam program utamanya sudah dikenal luas di atas 50%.

Sementara selama dua bulan kampanye, Prabowo-Sandiaga belum banyak berkesempatan mempopulerkan programnya untuk dikenal di atas 50%,” kata Denny JA. Detail survei terkait adu program Jokowi vs Prabowo bisa dibaca di berita berikutnya.

Selain itu, ada beberapa isu yang cukup membuat elektabilitas bergerak naik-turun. “Isu hoax Ratna Sarumpaet memberikan surplus positif isu kepada Jokowi dan kasus pembakaran bendera tauhid memberikan surplus positif isu terhadap Prabowo,” kata Denny JA.

Denny JA menyimpulkan kedua pasangan capres sebenarnya mempunyai program yang disukai dan sangat bisa menambah elektabilitas, tapi tim kampanye kedua pasangan kurang mengangkat program ini.

“Akibatnya, dua bulan masa kampanye program dikalahkan oleh isu sensasional yang tidak berpengaruh pada kenaikan elektabilitas,” pungkasnya.

Baca Juga: Jokowi Ke Yogya, Prabowo ke Kwitang

Sumber : Detiknews
Editor : Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pimpinan MPR Sepakat Tunda Pembahasan RUU HIP

Nasional

PPKM di Luar Jawa-Bali Berakhir Hari Ini, Apa Selanjutnya?
Bantah Rumor Turki Minati Vaksin Nusantara

Nasional

Dubes RI Bantah Rumor Turki Minati Vaksin Nusantara
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Antisipasi Kepulangan 34 Ribu Pekerja Migran
apahabar.com

Nasional

Doa PDIP Untuk Jokowi: Tak Dapat Menteri Bertopeng Pencari Jabatan  
Pemerintah melakukan larangan ekspor batu bara di awal tahun ini. Foto-Istimewa

Nasional

Ekspor Disetop Sementara, Kemenhub Larang Pengapalan Batu Bara ke Luar Negeri
apahabar.com

Nasional

PDIP: Tidak Boleh Ada Pembunuhan Tokoh Politik di Indonesia
Demo Buruh

Nasional

Media Asing Soroti UU Cipta Kerja
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com