LSM Laporkan Denny Indrayana ke Bawaslu, Terindikasi Kampanye Jelang PSU Si Jago Merah Ngamuk di Cempaka 7 Banjarmasin, Jemaah Salat Tarawih Berhamburan Tensi Politik Memanas, Bawaslu RI Turun Gunung ke Kalimantan Selatan Buntut Video Guru Wildan, Bawaslu Klarifikasi PWNU Kalsel Resmi! PPKM Mikro di Banjarbaru Kembali Diperpanjang hingga 19 April

LSI: Elektabilitas Jokowi Vs Prabowo Relatif Stagnan

- Apahabar.com Kamis, 6 Desember 2018 - 21:30 WIB

LSI: Elektabilitas Jokowi Vs Prabowo Relatif Stagnan

Jokowi dan Prabowo saat berpidato. Foto-Merdeka.com

apahabar.com, JAKARTA – Selama dua bulan masa kampanye, elektabilitas JokowiMa’ruf Amin dan Prabowo SubiantoSandiaga Uno relatif tak bergerak signifikan. Ada apa gerangan?

Survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf pada November 2018 mencapai 53,2%, unggul di atas pasangan Prabowo-Sandiaga di angka 31,2%. Sementara itu, 15,6% responden tidak menjawab.

“Selama dua bulan terakhir, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga mengalami turun-naik. Namun tidak banyak mengubah selisih elektabilitasnya,” demikian disampaikan Founder LSI, Denny JA, dalam siaran pers, Kamis (6/12/2018).

Survei ini dilakukan pada 10-19 November 2018. Survei menggunakan 1.200 responden yang dipilih dengan metode multistage random sampling pada kisaran margin of error 2,9%.

Survei ini menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf masih unggul dengan selisih di atas 20%. “Jokowi diuntungkan karena enam program utamanya sudah dikenal luas di atas 50%.

Sementara selama dua bulan kampanye, Prabowo-Sandiaga belum banyak berkesempatan mempopulerkan programnya untuk dikenal di atas 50%,” kata Denny JA. Detail survei terkait adu program Jokowi vs Prabowo bisa dibaca di berita berikutnya.

Selain itu, ada beberapa isu yang cukup membuat elektabilitas bergerak naik-turun. “Isu hoax Ratna Sarumpaet memberikan surplus positif isu kepada Jokowi dan kasus pembakaran bendera tauhid memberikan surplus positif isu terhadap Prabowo,” kata Denny JA.

Denny JA menyimpulkan kedua pasangan capres sebenarnya mempunyai program yang disukai dan sangat bisa menambah elektabilitas, tapi tim kampanye kedua pasangan kurang mengangkat program ini.

“Akibatnya, dua bulan masa kampanye program dikalahkan oleh isu sensasional yang tidak berpengaruh pada kenaikan elektabilitas,” pungkasnya.

Baca Juga: Jokowi Ke Yogya, Prabowo ke Kwitang

Sumber : Detiknews
Editor : Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Harapan Indah untuk Menikah Pupus Akibat Kekasih Diterjang Tsunami
apahabar.com

Nasional

Anggota Polisi dan Istrinya Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak di Kepala
Jokowi Harap Proyek Penanganan Banjir Hulu Citarum Beres Tepat Waktu

Nasional

Jokowi Harap Proyek Penanganan Banjir Hulu Citarum Beres Tepat Waktu
apahabar.com

Nasional

Gojek Kerahkan Tim untuk Sosialisasi Jaga Jarak ke Pengemudi
apahabar.com

Nasional

NU Siap Isi Posisi Menteri Strategis Kabinet
apahabar.com

Nasional

Mantap..!! Bahasa Banjar, Dayak dan Bakumpai Diusulkan Jadi Bahasa Nasional
apahabar.com

Nasional

Kematian Akibat Covid-19 di Prancis Capai 13.197 Orang, Terbanyak Panti Jompo
apahabar.com

Nasional

Jamin Upah Guru Honorer, Dana BOS dan BOP Diatur Fleksibel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com