Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

LSM: Perlu Pengawasan Ketat untuk Kelestarian Hiu

- Apahabar.com     Minggu, 9 Desember 2018 - 11:00 WITA

LSM: Perlu Pengawasan Ketat untuk Kelestarian Hiu

Perdagangan Hiu Marak Tumpukan berbagai jenis ikan hiu siap dilelang di tempat pelelangan ikan Potensi nilai ekonomis yang tinggi dan aturan yang tidak menyeluruh membuat penangkapan dan perdagangan

apahabar.com, JAKARTA – Peneliti dari lembaga Conservation International Indonesia, Abraham Sianipar, mengatakan perlu adanya pengawasan dan patroli ketat dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keletarian hiu dan menghindarkan ikan ini dari perburuan liar.

“Lagi-lagi ini kita lihat sebagai pengingat walapun kita melihat ada peraturan perlindungan untuk spesies hiu dan pari di Kabupaten Raja Ampat, tetapi tentunya setelah ada peraturan ini harus diikuti oleh pengawasan dan patroli yang ketat,” kata Abraham saat dihubungi Antara, Jakarta, Sabtu (8/12).

Ditemukannya 11 bangkai hiu tanpa sirip yang terapung di atas sebuah rakit di perairan Kepulauan Pam Waigeo Barat di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat menambah daftar kejadian yang tidak ramah terhadap kelestarian hewan itu. Padahal keberadaan hiu di lautan juga akan mendorong lebih banyak ikan lain hidup di perairan.

“Manfaat hiu itu jauh lebih besar saat mereka (hiu) hidup sebenarnya, sebagai aset pariwisata di Raja Ampat maupun juga hiu itu di laut. Hiu itu sebagai hewan yang menjaga ekositem laut. Kasarnya lebih banyak hiu di laut kita, maka ikan itu akan lebih banyak, dan itu ikan yang ekonomis penting dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber protein utama,” ujarnya.
Abraham mengatakan, manfaat hiu telah dirasakan, khususnya di daerah pariwisata yang masyarakatnya sudah maju dan mengerti bahwa apabila hiu dijaga secara hidup dan lestari di laut maka ikan itu akan memainkan perannya sebagai regulator di laut untuk menjaga biomassa ikan-ikan ekonomis penting dan juga sebagai aset pariwisata.

“Saat mereka (masyarakat) melihat manfaat itu, maka akan lebih tergerak untuk melindungi hewan-hewan ini karena kelompok hiu itu secara umum merupakan hewan yang laju pertumbuhan dan perkembangannya cukup rendah. Jadi, hampir semua jenis hiu rentan terhadap kepunahan, jadi dia tidak bisa bereproduksi cepat,” katanya.

Abraham juga mengatakan pentingnya penyadartahuan bagi masyarakat luas Indonesia untuk berpartisipasi menjaga keberlanjutan hidup hiu di perairan.

“Kita masih banyak pekerjaan rumah untuk penyadartahuan kepada masyarakat bahwa spesies hiu ini terancam punah dan sebenarnya saat mereka kita manfaatkan sebagaimana aset pariwisata itu bisa memberikan manfaat cukup besar dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sumber : Antara
Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Bantuan Terus Mengalir untuk Korban Banjir Samarinda
Rapid Antigen Bekas

Nasional

Gegara Rapid Antigen Bekas, Erick Thohir Pecat Seluruh Direksi Kimia Farma
kapolri

Nasional

Resmi, Jokowi Usulkan Listyo Sigit Calon Tunggal Kapolri
apahabar.com

Nasional

BKSDA Gelar Sayembara untuk Bebaskan Buaya dari Lilitan Ban
apahabar.com

Nasional

Debat Capres, Prabowo-Sandi Baca Sejumlah Doa

Nasional

Sri Mulyani ‘Ramal’ Ekonomi RI Tumbuh 3,1-3,3% di Semester I
apahabar.com

Nasional

Jokowi Tetapkan 5 Deputi Kepala Staf Presiden, Berikut Nama-namanya
Banjir di Karawang

Nasional

Banjir di Karawang, Sejumlah Rumah Sakit Terendam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com