Lewat Udara, Paman Birin Salurkan Bantuan Korban Banjir dari Jokowi Pekan Ini, Rupiah Berpeluang Tembus Rp 14.000 Dini Hari, Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,8 Km Kanada Bakal Cabut Larangan Terbang Boeing 737 Max Peduli Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan ke Tanah Laut

LSM: Perlu Pengawasan Ketat untuk Kelestarian Hiu

- Apahabar.com Minggu, 9 Desember 2018 - 11:00 WIB

LSM: Perlu Pengawasan Ketat untuk Kelestarian Hiu

Perdagangan Hiu Marak Tumpukan berbagai jenis ikan hiu siap dilelang di tempat pelelangan ikan Potensi nilai ekonomis yang tinggi dan aturan yang tidak menyeluruh membuat penangkapan dan perdagangan

apahabar.com, JAKARTA – Peneliti dari lembaga Conservation International Indonesia, Abraham Sianipar, mengatakan perlu adanya pengawasan dan patroli ketat dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keletarian hiu dan menghindarkan ikan ini dari perburuan liar.

“Lagi-lagi ini kita lihat sebagai pengingat walapun kita melihat ada peraturan perlindungan untuk spesies hiu dan pari di Kabupaten Raja Ampat, tetapi tentunya setelah ada peraturan ini harus diikuti oleh pengawasan dan patroli yang ketat,” kata Abraham saat dihubungi Antara, Jakarta, Sabtu (8/12).

Ditemukannya 11 bangkai hiu tanpa sirip yang terapung di atas sebuah rakit di perairan Kepulauan Pam Waigeo Barat di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat menambah daftar kejadian yang tidak ramah terhadap kelestarian hewan itu. Padahal keberadaan hiu di lautan juga akan mendorong lebih banyak ikan lain hidup di perairan.

“Manfaat hiu itu jauh lebih besar saat mereka (hiu) hidup sebenarnya, sebagai aset pariwisata di Raja Ampat maupun juga hiu itu di laut. Hiu itu sebagai hewan yang menjaga ekositem laut. Kasarnya lebih banyak hiu di laut kita, maka ikan itu akan lebih banyak, dan itu ikan yang ekonomis penting dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber protein utama,” ujarnya.
Abraham mengatakan, manfaat hiu telah dirasakan, khususnya di daerah pariwisata yang masyarakatnya sudah maju dan mengerti bahwa apabila hiu dijaga secara hidup dan lestari di laut maka ikan itu akan memainkan perannya sebagai regulator di laut untuk menjaga biomassa ikan-ikan ekonomis penting dan juga sebagai aset pariwisata.

“Saat mereka (masyarakat) melihat manfaat itu, maka akan lebih tergerak untuk melindungi hewan-hewan ini karena kelompok hiu itu secara umum merupakan hewan yang laju pertumbuhan dan perkembangannya cukup rendah. Jadi, hampir semua jenis hiu rentan terhadap kepunahan, jadi dia tidak bisa bereproduksi cepat,” katanya.

Abraham juga mengatakan pentingnya penyadartahuan bagi masyarakat luas Indonesia untuk berpartisipasi menjaga keberlanjutan hidup hiu di perairan.

“Kita masih banyak pekerjaan rumah untuk penyadartahuan kepada masyarakat bahwa spesies hiu ini terancam punah dan sebenarnya saat mereka kita manfaatkan sebagaimana aset pariwisata itu bisa memberikan manfaat cukup besar dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sumber : Antara
Editor : Aprianoor

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Berkas Gugatan Diterima PN Jakpus, Wartawan Senior Ilham Bintang Dapat Dukungan
apahabar.com

Nasional

Pesan KPU: Jangan Sampai Bahan Kampanye Jadi Penyebar Covid-19
apahabar.com

Nasional

Kaltim Jadi Ibu Kota, Tabalong dan Kotabaru Disapkan Jadi Pusat Industri

Nasional

May Day 2019, Sekelumit Catatan untuk Perlindungan Buruh Perkebunan Sawit
apahabar.com

Nasional

Kepala Bappenas: Pemindahan Ibu Kota Tambah Nilai Ekonomi di Sektor Nontradisional
apahabar.com

Nasional

Artis yang Populer dengan Cara Instan Mudah Tergiur Bisnis Prostitusi
apahabar.com

Nasional

BPBD Lampung: Korban Tewas Tsunami 7 Orang, 89 Orang Luka-luka
apahabar.com

Nasional

Menteri Kesehatan Ingatkan Para Santri Jaga Kesehatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com