ga('send', 'pageview');
Warga Dayak Meratus Berduka, Damang Ayal Kusal Wafat Satgas Covid-19 Visitasi Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin, Mau Buka Lagi? Alasan Mencengangkan Paman di Kotabaru Tega Cabuli Adik Sendiri 3 Pekan Razia Masker di Banjarmasin: Berludah hingga Pengemudi Mobil Didenda, Simak Penjelasan Dinkes Sinting! Pria Plontos di Kotabaru Cabuli Adik Berkali-kali

Mangkrak Sejak Dibangun, RPH Banjarbaru Diduga Jadi Sarang Maksiat

and - Apahabar.com Minggu, 2 Desember 2018 - 21:32 WIB
and - Apahabar.com Minggu, 2 Desember 2018 - 21:32 WIB

Mangkrak Sejak Dibangun, RPH Banjarbaru Diduga Jadi Sarang Maksiat

MANGKRAK: Selesai dibangun sejak 2012, bangunan RPH di Jalan Gunung Kupang Kecamatan Cempaka ini tak terurus. Dari petunjuk penggunaan lem fox, dan alkohol, diduga bangunan ini jadi sarang maksiat. Foto-apahabar.com/Zepy

apahabar.com BANJARBARU – Kondisi bangunan Rumah Potong Hewan (RPH) kini tampak mengenaskan lantaran tak terurus. Bangunan di Jalan Gunung Kupang Kecamatan Cempaka itu tampak terbengkalai karena urung difungsikan sejak dibangun.

Selesai dibangun 2012 lalu, RPH milik Pemkot Banjarbaru itu hingga kini belum juga difungsikan. Selama enam tahun dibiarkan kosong.

Baca Juga : Pegunungan Meratus Berstatus Geopark Nasional

Dari pantauan sore tadi, gedung berlantai satu itu tampak mengalami kerusakan pada beberapa sisi. Kaca jendela banyak pecah. Pintu masuk rusak. Sampah juga terlihat di mana-mana.

Baca juga :  Ratusan Warga Kalsel Sembuh dari Covid-19

Bahkan di sekitar RPH ini terlihat banyak sisa lem fox, dan botol alkohol. Ditengarai RPH kerap dipakai oleh orang tak bertanggung jawab untuk mabuk-mabukan.

RPH sendiri berdiri di atas tanah seluas dua hektar, dengan satu bangunan utama dan empat ruangan di dalamnya. Selain itu ada juga kandang hewan di belakangnya.

Bangunan ini dulunya selesai dibangun pada 2012 oleh Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Banjarbaru yang saat ini menjadi Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan.

Baca juga :  Ratusan Warga Kalsel Sembuh dari Covid-19

Nilai pembangunannya sekitar Rp 1,68 Miliar lebih saat itu.

Sejak selesai pembangunan enam tahun lalu, RPH ini tidak pernah digunakan sampai saat ini.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarbaru Siti Hamdah tak bisa dikonfirmasi mengenai hal ini. Telpon dan pesan singkat oleh media ini, tak kunjung mendapat respon apapun.

Baca Juga : Kebakaran Kapal di Jatim: 128 Selamat, Tiga Orang Masih Hilang

Penulis : Zepi Al Ayubi
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Kemampuan Personel Humas, Polda Kalsel Hadirkan Direktur Program Trans7
apahabar.com

Kalsel

Permata Ije Jela Bawa Empat Penghargaan Nasional
apahabar.com

Kalsel

Detik-Detik Proklamasi RI di Tabalong, Pengguna Jalan Berhenti Sejenak
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran di Pekauman, Dua Pria Tewas Terpanggang!
apahabar.com

Kalsel

Jaga Semangat Persatuan, Pemerintah Berdialog Tematik dengan Warga Meratus
apahabar.com

Kalsel

H-20 Arus Mudik di Bandara Syamsudin Noor Masih Terpantau Normal
Ditarget Rp20 Miliar, Dishub Diharap Mampu Buka Potensi Pajak Parkir

Kalsel

Ditarget Rp20 Miliar, Dishub Diharap Mampu Buka Potensi Pajak Parkir
apahabar.com

Kalsel

Basarnas Banjarmasin Asah Kemampuan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com