Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Update Daftar Zona Sebaran Covid-19 di Banjarmasin Pengembalian Tengkorak Demang Lehman dan Dugaan Penghapusan Sejarah oleh Belanda

Masuk Tahun Politik, JK: Jangan Lupakan Ekonomi

- Apahabar.com Sabtu, 8 Desember 2018 - 16:03 WIB

Masuk Tahun Politik, JK: Jangan Lupakan Ekonomi

Foto - Tribunnews.com

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menutup Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) dan milad ke-28 Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) di Universitas Bandar Lampung, Sabtu.

Dalam sambutannya JK meminta agar di tahun politik ini tidak hanya meributkan pilihan capres-cawapres, dia meminta agar kemakmuran ekonomi, teknologi dan kewirausahaan juga terus dibicarakan dalam silaknas tersebut.

“Sehingga akhirnya kita mendapat politik, yang lain mendapat ekonominya. Akhirnya tiap kali mau Pemilu, Pilkada semua menghadap atau meminta dukungan atau restu daripada pengusaha ekonomi,” kata JK, Sabtu.

Dia menjelaskan, setelah pemilu dan pilkada pada akhirnya yang mengendalikan adalah yang menguasai ekonomi. Kemudian menurut JK, pengusaha sangat besar sekali pengaruhnya setiap mengambil keputusan pemerintah.”Karena itulah hanya bisa betul-betul membawa kesejahteraan, kemakmuraan apabila kita dapat menguasai ekonomi, teknologi, dan politik secara bersamaan,” kata JK.

JK juga mengingatkan agar ICMI harus memperkuat kelompok-kelompok keilmuan. Harus ada beberapa bisa kata JK yang harus difokuskan. Mulai dari sektor ekonomi, sosial, hingga kewirausahaan.”Kelompok-kelompok itu yang diperkuat ICMI. Karena kalau tidak pertemuannya agendanya jadi pertemuan politik,” ungkap JK.

Jika hanya membicarakan politik, kata JK Indonesia akan lupa dengan garapan sektor ekonomi. Yang akhirnya nanti politik kata JK akan menghadap pada ekonomi.”Mari kita bersama-sama berbagai bahwa penguasaan ekonomi, teknologi, keilmuaan dan lainnya harus jadi bagian utama dalam pembicaraan,” ungkapnya.

 

Sumber : Liputan6.com

Editor : Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Usai Dilantik, Mardani Ikut Kunjungan Presiden ke Labuan Bajo
apahabar.com

Nasional

Anggota Panja DPR Pastikan Tidak Ada Substansi UU Cipta Kerja yang Berubah
apahabar.com

Nasional

Polisi Tangkap Dua Spesialis Penjual Cula Badak langka
apahabar.com

Nasional

Saat Tunjuk Najmul Akhyar jadi Sekjen, Apkasi Salurkan Bantuan Bencana Rp3,1 M
apahabar.com

Nasional

Stafsus: Jokowi Kritik KPK Bekerja Sporadis
apahabar.com

Nasional

Mendikbud: Sekolah Tatap Muka Harus dengan Persetujuan Orang Tua
apahabar.com

Nasional

MUI: Haram Gunakan Kata Neraka, Setan atau Iblis untuk Nama Produk
apahabar.com

Nasional

Laporan Kematian Akibat Virus Corona di Hubei Kembali Bertambah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com