Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh LIBUR PANJANG, Bandara Syamsudin Noor Mulai Bersiap BNNP Kalsel Sukses Gagalkan Transaksi 1 Kilogram Sabu di Komplek Citra Garden Kabupaten Banjar Pejabat Terpapar Covid-19, Pjs Wali Kota Banjarbaru Minta ASN Pedomani Prokes BREAKING NEWS! Kepala Bappeda Tanbu Meninggal Dunia

Masuknya Investor Buat Produksi Daging Sapi di Tanah Air Terus Meningkat

- Apahabar.com Minggu, 30 Desember 2018 - 18:32 WIB

Masuknya Investor Buat Produksi Daging Sapi di Tanah Air Terus Meningkat

Investor buat produksi daging sapi di Indonesia terus meningkat. Foto - Okezone

apahabar.com, JAKARTA – Upaya pemerintah dalam melakukan pemangkasan defisit produksi daging nasional selama beberapa tahun ini telah berhasil membuka ruang investor baru yang berdampak langsung pada meningkatnya pembibitam sapi.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro menjelaskan, sampai saat ini setidaknya ada enam investor di sektor pembibitan sapi yang masuk secara bertahap. Empat di antaranya sudah mengantongi izin operasi.

“Keempat investor ini adalah PT Asia Beef, PT Astra Agro Lestari Tbk, PT Jhonlin Batu Mandiri, dan PT Citrabuana Inti Fajar. Sedangkan dua calon lainya masih mengurusi perizinan,” kata Syukur, Minggu (30/12/2018).

Baca Juga: Jadi Sub Holding Gas Pertamina, PGN Akuisisi Pertagas Senilai Rp 20,18 Triliun

Menurut Syukur, PT Asia Beef adalah perusahaan besar yang berlokasi di Sumba Timur. Sementara Astra Agro Lestari berlokasi di Waringin Barat, Kalimantan Tengah. Adapun PT Jhonlin Batu Mandiri berlokasi di Bombana, Sulawesi Tenggara dan Citrabuana Inti Fajar berlokasi di Riau.

“PT Jhonlin sudah jalan, sedangkan Citrabuana baru saja keluar izin lokasinya. Selanjutnya, Darussalam Enterprise akan mengintegrasikan antara sapi dengan tebu, dan Mayestik Firma Inti kemungkinan lokasinya di Timor Tengah Utara, NTT,” katanya.

Syukur mengatakan, keenam perusahaan tersebut memiliki potensi besar dalam menyumbang tambahan produksi daging sapi hingga 128.000 ton yang diprediksi bisa mencapai target swasembada pada tahun 2020.

Baca Juga: Fintech Tunaiku Kucurkan Kredit Satu Triliun Rupiah Selama 2018

“Pada tahun ini saja produksi daging secara nasional mencapai 429.000 ton dengan kebutuhan mencapai 662.000 ton. Artinya masih ada defisit sebesar 233.000 ton,” katanya.

Meskipun demikian, Syukur belum bisa memastikan kapan pasokan ini masuk ke pasar. Sebab, saat ini pemerintah tengah fokus pada rencana pembagian 15.000 ekor sapi indukan secara gratis. Pembagian dilakukan untuk mendorong program swasembada sapi pada 2022.

Syukur menambahkan, pembagian indukan itu merupakan bagian dari target pemerintah untuk memproduksi 33 juta ekor sapi potong. Masuknya enam investor ini kemungkinan besar akan menambah populasi bibit sapi secara signifikan.

“Kita (patut) bersyukur kalau ada yang bersedia investasi di pembibitan sapi untuk mempercepat (pertumbuhan) populasi sapi. Pasalnya, selama ini sangat kecil minat investor untuk investasi di pembibitan,” katanya.

Ketua Komunitas Sapi Indonesia (KSI) Budiyono mengatakan, masuknya para investor di bidang pembibitan sapi potong harus diimbangi dengan perhatian yang intensif dari pemerintah.

Baca Juga: Alami Gizi Buruk, Balita di Jepara Ini Butuh Bantuan

Sumber: Okezone
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir Bakal Pimpin Kementerian Bidang Ekonomi
apahabar.com

Ekbis

Fakta-Fakta di Balik Rencana Penurunan Tarif Pesawat
apahabar.com

Ekbis

Digitalisasi, Solusi UMKM Bisa Bertahan Kala Pandemi
apahabar.com

Ekbis

Pasar Sekunder Ditutup, Duta Mall Ikut Waswas
apahabar.com

Ekbis

Bersamaan Pembahasan Stimulus Fiskal AS, Rupiah Bergerak Menguat
apahabar.com

Ekbis

Sempat Menguat di Akhir Pekan, Senin Pagi Rupiah Kembali Melemah ke Rp 14.450/US$
apahabar.com

Ekbis

Mengintip Kiat Sukses Habib Hamid, Petani Jamur Tiram asal Martapura

Ekbis

Jelang Maulid, Pertamina Prediksi Kebutuhan LPG 3 Kg Bakal Naik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com