[FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan Daftar Lengkap 64 Link Pengumuman CPNS 2019, sscn.bkn.go.id & Berkas Online yang Harus Disiapkan! Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Solidaritas Tanpa Tanding, BPK Al Jamal Kelayan Tembus Jarak Ratusan Kilometer Bantu Padamkan Api di Kotabaru

Masyarakat Harus Dilibatkan Cari Solusi Peristiwa Nduga

- Apahabar.com Rabu, 5 Desember 2018 - 20:52 WIB

Masyarakat Harus Dilibatkan Cari Solusi Peristiwa Nduga

Ilustrasi kelompok bersenjata. Foto - kabarpapua.co

apahabar.com, JAKARTA – Masyarakat Kabupaten Nduga, Papua, harus dilibatkan dalam mencari solusi dan mencegah peristiwa penembakan puluhan orang di kabupaten tersebut terulang, kata Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Beka Ulung Hapsara.

“Bagaimana pelibatan masyarakat Papua untuk mencari solusi bersama agar solusi tidak selalu datang dari Jakarta saja, tetapi juga melibatkan masyarakat Papua dalam posisi seimbang, setara,” kata Beka Ulung di Jakarta, Rabu (5/12).

Komnas meminta pemerintah mencari solusi dan untuk ke depan pencegahan secara komperhensif dengan melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya apabila peristiwa penembakan erat kaitannya dengan pembangunan.

Masyarakat yang dilibatkan akan mempunyai rasa memiliki atas pembangunan infrastruktur yang ada dan sedang dibangun. Masyarakat pun akan menjadi garda terdepan yang dapat mencegah peristiwa terulang.

Pembangunan infrastruktur di Papua memang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan, kata dia, tetapi pembunuhan dengan keji tidak boleh terulang kembali.

Beka mengatakan Komnas HAM bersedia memberikan masukan dari sisi kemanusiaan agar pendekatan yang ada juga tidak hanya dari sisi keamanan semata.

“Misalnya, juga pendekatan bagaimana hak ekonomi sosial budaya, bagaimana politik juga jadi pertimbangan supaya jadi solusi kita,” ucap Beka.

Komnas HAM dikatakannya saat ini sedang mencari informasi dan keterangan agar tidak berspekulasi dan terburu-buru mengambil kesimpulan.

Informasi dikumpulkan dari berbagai pihak karena selama ini pernyataan perkembangan peristiwa itu baru dari aparat penegak hukum saja.

“Kami juga sedang mencari informasi dari penegak hukum, Komnas HAM di Papua, laporan dari masyarakat. Kami membuka pintu sebesar-besarnya,” ujar Beka.

Pihaknya memerlukan waktu untuk menganalisis serta memberikan rekomendasi yang lebih komperhensif untuk peristiwa pelanggaran HAM serius tersebut.

Sumber : Antara

Editor : Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Dua Bulan Pasca Gempa, Pasokan LPG di Palu Berangsur Normal
apahabar.com

Nasional

39% Penumpang Pesawat Beralih ke Kapal Pelni
apahabar.com

Nasional

Penyebar Hoaks ‘Iblis’, Mahfud MD: Lawan, Jangan Takut!
apahabar.com

Nasional

Tiga Rumah di Ponorogo Rusak Dihantam Longsor
apahabar.com

Nasional

Presiden Bagi Tips Aman Berkendaraan kepada Kaum Milenial
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Monumen di Bengkulu Tanda Hormat atas Perjuangan Fatmawati
apahabar.com

Nasional

Mudik 2019 Dinilai Lebih Baik Dibanding Tahun Sebelumnya
apahabar.com

Nasional

Usai Habisi Nyawa Istrinya, Si Suami Bunuh Diri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com