Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Masyarakat Harus Dilibatkan Cari Solusi Peristiwa Nduga

- Apahabar.com Rabu, 5 Desember 2018 - 20:52 WIB

Masyarakat Harus Dilibatkan Cari Solusi Peristiwa Nduga

Ilustrasi kelompok bersenjata. Foto - kabarpapua.co

apahabar.com, JAKARTA – Masyarakat Kabupaten Nduga, Papua, harus dilibatkan dalam mencari solusi dan mencegah peristiwa penembakan puluhan orang di kabupaten tersebut terulang, kata Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Beka Ulung Hapsara.

“Bagaimana pelibatan masyarakat Papua untuk mencari solusi bersama agar solusi tidak selalu datang dari Jakarta saja, tetapi juga melibatkan masyarakat Papua dalam posisi seimbang, setara,” kata Beka Ulung di Jakarta, Rabu (5/12).

Komnas meminta pemerintah mencari solusi dan untuk ke depan pencegahan secara komperhensif dengan melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya apabila peristiwa penembakan erat kaitannya dengan pembangunan.

Masyarakat yang dilibatkan akan mempunyai rasa memiliki atas pembangunan infrastruktur yang ada dan sedang dibangun. Masyarakat pun akan menjadi garda terdepan yang dapat mencegah peristiwa terulang.

Pembangunan infrastruktur di Papua memang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan, kata dia, tetapi pembunuhan dengan keji tidak boleh terulang kembali.

Beka mengatakan Komnas HAM bersedia memberikan masukan dari sisi kemanusiaan agar pendekatan yang ada juga tidak hanya dari sisi keamanan semata.

“Misalnya, juga pendekatan bagaimana hak ekonomi sosial budaya, bagaimana politik juga jadi pertimbangan supaya jadi solusi kita,” ucap Beka.

Komnas HAM dikatakannya saat ini sedang mencari informasi dan keterangan agar tidak berspekulasi dan terburu-buru mengambil kesimpulan.

Informasi dikumpulkan dari berbagai pihak karena selama ini pernyataan perkembangan peristiwa itu baru dari aparat penegak hukum saja.

“Kami juga sedang mencari informasi dari penegak hukum, Komnas HAM di Papua, laporan dari masyarakat. Kami membuka pintu sebesar-besarnya,” ujar Beka.

Pihaknya memerlukan waktu untuk menganalisis serta memberikan rekomendasi yang lebih komperhensif untuk peristiwa pelanggaran HAM serius tersebut.

Sumber : Antara

Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Komnas HAM

Nasional

Komnas HAM Temukan 7 Proyektil di Lokasi Penembakan FPI
apahabar.com

Nasional

Calon Ibukota Baru, Kalimantan Paling Aman dari Tsunami, Tapi…
apahabar.com

Nasional

Dirut BuLog: Tidak Ada Lagi Impor Beras Tahun Ini
apahabar.com

Nasional

Setelah Erick Cs, Giliran Kapolri Tito Dipanggil ke Istana
China Hadapi Gelombang Kedua Covid-19

Nasional

China Hadapi Gelombang Kedua Covid-19
apahabar.com

Nasional

52 Advokat Siap Bantu Istri Kolonel HS
apahabar.com

Nasional

Moeldoko Kutuk Teror yang Menewaskan Pekerja Papua
apahabar.com

Nasional

3.204 Rumah Terendam, Mensos Kucurkan Bantuan Rp482 Juta
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com