Viral Surat Cinta BPK untuk Masyarakat Setelah Insiden Maut di Lingkar Dalam Cuaca Hari Ini, Hujan Disertai Petir Mengintai Kalsel Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik Pukuli Korban Gegara Halangi Jalan, Supir Travel di Tanbu Ditangkap Aksi Skimming di Balikpapan: Klik Link WA, Saldo Belasan Juta Lenyap

Masyarakat Harus Dilibatkan Cari Solusi Peristiwa Nduga

- Apahabar.com     Rabu, 5 Desember 2018 - 20:52 WITA

Masyarakat Harus Dilibatkan Cari Solusi Peristiwa Nduga

Ilustrasi kelompok bersenjata. Foto - kabarpapua.co

apahabar.com, JAKARTA – Masyarakat Kabupaten Nduga, Papua, harus dilibatkan dalam mencari solusi dan mencegah peristiwa penembakan puluhan orang di kabupaten tersebut terulang, kata Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Beka Ulung Hapsara.

“Bagaimana pelibatan masyarakat Papua untuk mencari solusi bersama agar solusi tidak selalu datang dari Jakarta saja, tetapi juga melibatkan masyarakat Papua dalam posisi seimbang, setara,” kata Beka Ulung di Jakarta, Rabu (5/12).

Komnas meminta pemerintah mencari solusi dan untuk ke depan pencegahan secara komperhensif dengan melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya apabila peristiwa penembakan erat kaitannya dengan pembangunan.

Masyarakat yang dilibatkan akan mempunyai rasa memiliki atas pembangunan infrastruktur yang ada dan sedang dibangun. Masyarakat pun akan menjadi garda terdepan yang dapat mencegah peristiwa terulang.

Pembangunan infrastruktur di Papua memang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan, kata dia, tetapi pembunuhan dengan keji tidak boleh terulang kembali.

Beka mengatakan Komnas HAM bersedia memberikan masukan dari sisi kemanusiaan agar pendekatan yang ada juga tidak hanya dari sisi keamanan semata.

“Misalnya, juga pendekatan bagaimana hak ekonomi sosial budaya, bagaimana politik juga jadi pertimbangan supaya jadi solusi kita,” ucap Beka.

Komnas HAM dikatakannya saat ini sedang mencari informasi dan keterangan agar tidak berspekulasi dan terburu-buru mengambil kesimpulan.

Informasi dikumpulkan dari berbagai pihak karena selama ini pernyataan perkembangan peristiwa itu baru dari aparat penegak hukum saja.

“Kami juga sedang mencari informasi dari penegak hukum, Komnas HAM di Papua, laporan dari masyarakat. Kami membuka pintu sebesar-besarnya,” ujar Beka.

Pihaknya memerlukan waktu untuk menganalisis serta memberikan rekomendasi yang lebih komperhensif untuk peristiwa pelanggaran HAM serius tersebut.

Sumber : Antara

Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Puji Jokowi, Cak Imin: Kurus Kalem, Tapi Jago Kelola Politik Nasional
apahabar.com

Nasional

Diduga Tabrakan, Polisi Singapura Selamatkan 11 Awak Kapal Indonesia
Banjir Jakarta Selatan

Nasional

Banjir Jakarta Selatan, Ketinggian Air di Kebayoran Lama Mencapai 1 Meter
apahabar.com

Nasional

Menteri Bambang ke Balikpapan, KA Kalimantan dan Ibu Kota Masuk Prioritas
apahabar.com

Nasional

Kabareskrim Peringatkan Tempat Hiburan yang Fasilitasi Narkoba
apahabar.com

Nasional

KPK: Kalau Anggota DPR Nggak Bisa Rampungkan UU, Tak Usah Digaji
apahabar.com

Nasional

Risma Jadi Wali Kota Terpopuler di Media
Khilafah

Nasional

Khilafah, Pinjol hingga Penodaan Agama Dibahas di Ijtima Ulama MUI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com