Warga Eks Bioskop Cempaka Geger, Pria Tewas Bersimbah Darah 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu

Membelot, Pengamat: DPP PAN Harus Sanksi Muhidin

- Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 18:30 WIB

Membelot, Pengamat: DPP PAN Harus Sanksi Muhidin

Ketua DPW PAN Muhidin bersama Ketua TKD Jokowi-Ma'ruf Kalsel, Ghimoyo. Foto - apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Sejumlah kader DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kalsel yang terang-terangan mendukung Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dianggap penghianatan dalam etika perpolitikkan.

Manakala mayoritas elit partai besutan Zulkifli Hasan tersebut telah merapatkan barisan ke pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, sikap berbeda justru ditunjukan kader di Banua.

Pengamat kebijakan publik asal FISIP Uniska MAB, Dr Muhammad Uhaib As’ad berpendapat, DPP PAN perlu memberikan sanksi pada kader yang membelot, tidak taat, dan tak disiplin pada keputusan partai.

“Jika saya ketua partai, saya akan pecat Muhidin karena membelot keputusan partai. Tidak hanya Muhidin tapi semua kader yang bertentangan,” ucap doktor jebolan Universitas Brawijaya (UB) Malang ini, Senin (10/12).

Ia menilai hal tersebut cerminan penghianatan dalam etika perpolitikkan. Sebab, Ketua DPW PAN Kalsel, Muhidin tidak menunjukan loyalitas dan integritas keputusan politik dalam mendukung Prabowo di Pilpres 2019.

Penghianatan Muhidin pula, kata Uhaib akan memberikan kerugian yang signifikan untuk para calon legislatif (Caleg) menghadapi pesta demokrasi serentak.

“Kok bisa induk partai dikhianati oleh daerah. Jelas sangat merugikan internal PAN pembelotan Muhidin ini,” jelas Uhaib.

Ia menganalisis pengambilan sikap Muhidin pada pilpres mempengaruhi politik transaksional yang dimainkan para kepentingan pengusaha atau pemilik modal.

Berpindah haluan dan membelot keputusan partai, karena ada sesosok wayang yang mengatur Muhidin untuk mendeklarasikan dukungan kepada calon petahana tersebut.

“Muhidin bukan bediri sendiri, bisa saja ada kekuatan yang mempengaruhi Muhidin untuk membelot,” katanya.

Baca Juga: PAN Siap Tindak Ketua DPW Kalsel yang Deklarasi Dukung Jokowi-Ma’ruf

Menurutnya, keputusan Muhidin dalam mengambil pilihan calon Presiden bisa menjadi langkah awal untuk partai koalisi Prabowo dan Sandiaga Uno mengikut di belakang.

Di sisi lain, sedangkan untuk parpol pengusung Jokowi, Uhaib tak melihat adanya gejala atau kemungkinan pembelotan yang terjadi sampai waktu pemilihan dilaksanakan.

“Kemungkinan kecil pendukung Jokowi berpindah ke Prabowo. Tapi parpol koalisi Prabowo tidak hanya di Kalsel bisa saja membelot,” terangnya.

Penghianatan mantan Wali Kota Banjarmasin ini, kata Uhaib yang tidak patut dicontoh untuk generasi yang akan datang. Bisa saja, kursi kepemimpinan PAN berganti sejak keluarnya pembelotan yang dilakukan oleh DPW PAN Kalsel.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kadiv PAS Kemenkumham Kalsel soal Penyiraman Air Keras: ‘Bukan Saya, Kalian Salah Orang’
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi: ASEAN Harus Tumbuh Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Digital
apahabar.com

Nasional

Pasien Positif Virus Corona di Indonesia Bertambah Jadi 227 Orang
apahabar.com

Nasional

KPK Periksa Nico Siahaan Terkait Kasus Pencucian Uang Eks Bupati Cirebon
apahabar.com

Nasional

Haji 2019; Bawa Power Bank, Siap-Siap Bongkar Koper
apahabar.com

Nasional

10 Ordo Tanah Dunia Ada di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Bertemu Veteran TNI-Polri, Presiden: Pancasila Sudah Final sebagai Ideologi
apahabar.com

Nasional

Sri Mulyani: Koordinasi Belanja Pusat dan Daerah Tidak Sinkron
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com