Kepergok Mesum, Dua Sejoli di Tapin Langsung Dinikahkan di Depan Warga Digerebek Lalu Nikah di Tempat, Sejoli Mesum di Tapin Minta Maaf Tertekan, Danone Jual Aset di China Kasus Covid-19 Bertambah, Polda Kalsel Siagakan KBR Gegana Pelaku Ditangkap, Kronologi Penusukan Mahasiswa ULM di Lingkar Dalam Terungkap

Menaker Minta Rekruitmen Pekerja Berbasis Kompetensi

- Apahabar.com Kamis, 6 Desember 2018 - 21:45 WIB

Menaker Minta Rekruitmen Pekerja Berbasis Kompetensi

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri. Foto: Okezone

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri melantik tujuh anggota Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) periode 2018-2023, hari ini.

Dia berharap BNSP mendorong seluruh industri di semua sektor ke depan melakukan rekruitmen berbasis kompetensi, bukan hanya rekruitmen berbasis ijazah.

Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo No. 56/M Tahun 2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dalam Keanggotaan Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

“BNSP memiliki tugas berat memastikan agar rekruitmen semua industri mulai memberikan opsi yang berbasis sertifikat kompetensi.

Agar ke depan, para pencari pekerja bisa memperoleh dua pilihan yakni menggunakan ijazah dan sertifikat kompetensi, ” kata Hanif dalam keterangan tertulis Kemenaker, Jakarta, Kamis (6/12/2018).

“Ini harus menjadi perhatian serius BNSP ke depan selain persoalan sertifikasi profesi yang harus terus ditingkatkan, “ tambahnya.

Adapun, ketujuh anggota BNSP yang diambil sumpah dan dilantik adalah Kunjung Masehat (Ketua/unsur pemerintah), Miftakul Azis (Wakil Ketua/unsur masyarakat), Tetty Desiarty Soemarso, Bonardo Aldo Tobing, Muhammad Zubair, Mulyanto (unsur masyarakat) dan Henny S. Widyaningsih (unsur pemerintah).

Hanif menjelaskan BNSP bertugas melaksanakan sertifikasi kompetensi dan memiliki peranan sangat strategis dalam menjamin mutu tenaga kerja Indonesia. Karena itu kredibilitas lembaga BNSP menjadi tolok ukur dari penjaminan mutu kompetensi tenaga kerja Indonesia untuk dapat bersaing di pasar kerja.

Hanif juga meminta BNSP membuat standar pelayanan BNSP yang lebih jelas agar asosiasi profesi, lembaga pelatihan perusahaan yang akan membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), memperoleh informasi dan layanan yang memadai, inklusif dan terbuka untuk semua pihak.

“Diharapkan kinerja BNSP dapat terus meningkat dan memperoleh penilaian yang baik dari Ombudsman, ” katanya.

Hanif mengungkapkan hingga saat ini sertifikasi kompetensi yang diterbitkan oleh BNSP belum sepenuhnya memperoleh pengakuan dari kalangan industri. “Ini yang perlu dibenahi oleh BNSP untuk memastikan agar sertifikasi profesi yang dibuat BNSP bisa dipastikan diakui juga oleh industri, ” katanya.

Sumber : Okezone
Editor : Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Selamat Tinggal BlackBerry Massenger
apahabar.com

Nasional

Polri: Aparat Bekerja Tak Sesuai SOP Akan Ditindak Tegas
apahabar.com

Nasional

Siang Hari, Tim Patroli Berhasil Menemukan 25 Titik Hotspot di Kalsel
apahabar.com

Nasional

Percepat Akses Kertajati, Jokowi Tagih Penyelesaian Tol Cisumdawu
apahabar.com

Nasional

Pendiri Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri Depok Meninggal Dunia
apahabar.com

Nasional

Lembaga Negara Dibubarkan, PNS Dialihkan ke Instansi Lain atau Pensiun Dini
apahabar.com

Nasional

Video Syur Mirip Syahirini, Polisi Ungkap Motif Pelaku
apahabar.com

Nasional

Viral Video Balita Pegang Botol Miras Sambil Joget Dugem, Begini Klarifikasi Perekam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com