Kena Tipu Oknum ASN, Belasan Tukang Sapu Geruduk Pemkot Banjarmasin Temui Pacar, Begal Sadis di Gunung Kayangan Pelaihari Ditembak Petugas Begal Sadis di Gunung Kayangan Ditembak Sebelum Beraksi di Bali Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD

Mendikbud: Tahun Depan, Tak Perlu Lagi Mendaftar Masuk Sekolah

- Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 16:15 WIB

Mendikbud: Tahun Depan, Tak Perlu Lagi Mendaftar Masuk Sekolah

Muhadjir Effendy. Foto-seruji.co.id

apahabar.com, Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menargetkan tahun depan, siswa tidak perlu lagi mendaftar masuk sekolah karena namanya sudah terdaftar di sekolah tersebut.

“Kami menargetkan pada tahun depan siswa tidak perlu lagi mendaftar. Tapi namanya sudah terdaftar di sekolah yang ada di dekat rumahnya. Mudah sekali sebenarnya, jika zonasi ini diterapkan karena siapa yang masuk SMP tahun depan adalah anak yang duduk di kelas enam sekarang ini,” ujar Mendikbud dalam diskusi di Jakarta, Senin (10/12).

Untuk menerapkan sistem zonasi tersebut, maka perlu kerja sama dengan pemerintah daerah terutama dinas kependudukan dan catatan sipil. Data tersebut juga bisa digunakan untuk pendataan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Sistem zonasi, kata Muhadjir, merupakan puncak dari restorasi pendidikan yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Zonasi ini mengutamakan kedekatan jarak domisili peserta didik dengan sekolah,” jelas dia.

Zonasi tidak hanya digunakan untuk mendekatkan lingkungan sekolah dengan peserta didik, namun juga mencegah penumpukan guru berkualitas di suatu sekolah, menghilangkan ekslusivitas, dan mengintegrasikan pendidikan formal dan nonformal.

Ke depan, pihaknya akan memberikan bantuan berdasarkan sistem zonasi sehingga bantuan bisa terpetakan dan terarah. Dengan sistem zonasi itu, anggaran bisa difokuskan untuk kesejahteraan guru, peningkatan pelatihan guru dan anggaran untuk afirmasi.

“Kemudian Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) diharapkan bisa dikoordinasikan dengan baik,” kata Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Mendikbud berharap ke depan kebijakan zonasi tersebut bisa dijadikan Perpres. Saat ini sudah ada sekitar 2.570 zonasi, Mendikbud berharap bisa meningkat hingga 5.000 zonasi.

Sumber: Antara
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

ODP Klaster Gowa di Kalsel, Satgas Covid-19 Mulai Pelacakan
apahabar.com

Nasional

Kekejaman Majikan Sutini di Singapura Terungkap dari Buku Harian
apahabar.com

Nasional

Pesawat Tempur TNI Jatuh di Kampar Riau, Pilot Selamat
BPPTKG

Nasional

BPPTKG Catat Gunung Merapi Alami 43 Kali Gempa Guguran
apahabar.com

Nasional

222,5 Juta Lebih Penduduk Indonesia Dilindungi JKN-KIS
apahabar.com

Nasional

Hanyut, Dua Korban Banjir Bandang Masamba Ditemukan

Nasional

Mencekam, Buaya Seret Penambang Pasir di Depan Saudaranya
apahabar.com

Nasional

Trending Twitter Gilang dan Bungkus, Fetish Kain Jarik Berkedok Riset
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com