Update Covid RI 15 Oktober, Kalsel Sembilan Terbawah, Jakarta Teratas PDIP Pamer Jago Capres 2024: Puan, Ganjar hingga Mardani H Maming KPK Tinggalkan Markas Brimob Tabalong, Penyidikan Berlanjut Acil Pasar Terapung Siap-Siap, Siring Piere Tendean Bakal Dibuka Lagi! OTT Amuntai, Enam Mobil Tiba di Brimob Tabalong

Mendikbud: Tahun Depan, Tak Perlu Lagi Mendaftar Masuk Sekolah

- Apahabar.com     Senin, 10 Desember 2018 - 16:15 WITA

Mendikbud: Tahun Depan, Tak Perlu Lagi Mendaftar Masuk Sekolah

Muhadjir Effendy. Foto-seruji.co.id

apahabar.com, Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menargetkan tahun depan, siswa tidak perlu lagi mendaftar masuk sekolah karena namanya sudah terdaftar di sekolah tersebut.

“Kami menargetkan pada tahun depan siswa tidak perlu lagi mendaftar. Tapi namanya sudah terdaftar di sekolah yang ada di dekat rumahnya. Mudah sekali sebenarnya, jika zonasi ini diterapkan karena siapa yang masuk SMP tahun depan adalah anak yang duduk di kelas enam sekarang ini,” ujar Mendikbud dalam diskusi di Jakarta, Senin (10/12).

Untuk menerapkan sistem zonasi tersebut, maka perlu kerja sama dengan pemerintah daerah terutama dinas kependudukan dan catatan sipil. Data tersebut juga bisa digunakan untuk pendataan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Sistem zonasi, kata Muhadjir, merupakan puncak dari restorasi pendidikan yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Zonasi ini mengutamakan kedekatan jarak domisili peserta didik dengan sekolah,” jelas dia.

Zonasi tidak hanya digunakan untuk mendekatkan lingkungan sekolah dengan peserta didik, namun juga mencegah penumpukan guru berkualitas di suatu sekolah, menghilangkan ekslusivitas, dan mengintegrasikan pendidikan formal dan nonformal.

Ke depan, pihaknya akan memberikan bantuan berdasarkan sistem zonasi sehingga bantuan bisa terpetakan dan terarah. Dengan sistem zonasi itu, anggaran bisa difokuskan untuk kesejahteraan guru, peningkatan pelatihan guru dan anggaran untuk afirmasi.

“Kemudian Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) diharapkan bisa dikoordinasikan dengan baik,” kata Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Mendikbud berharap ke depan kebijakan zonasi tersebut bisa dijadikan Perpres. Saat ini sudah ada sekitar 2.570 zonasi, Mendikbud berharap bisa meningkat hingga 5.000 zonasi.

Sumber: Antara
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Dikritik Presiden, Legislator Kalsel di Senayan Dorong Akses Jalan Syamsudin Noor
apahabar.com

Nasional

Keluarga Makin Terdampak Covid-19, Simak Arahan Presiden kepada Menteri Bintang
apahabar.com

Nasional

Penyanyi Yopie Latul Meninggal Dunia karena Covid-19
apahabar.com

Nasional

Dijamu Raja Salman, Presiden Jokowi Disuguhi Nasi Mandhi
Lelang Jalan Tol

Nasional

Pemerintah Tunda Lelang Jalan Tol Jembatan Balikpapan-Ibu Kota Negara
MotoGP

Nasional

Facebook, Whatsapp, Instagram Down, Akun Twitter MotoGP Takut Kehilangan Pekerjaan
apahabar.com

Nasional

Pencarian Dua Korban Tenggelam di Sungai Tapin Dihentikan
Dokumen TPF Pembunuhan Munir

Nasional

Saling Lempar Keberadaan Dokumen TPF Pembunuhan Munir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com