BANJIR KALSEL: 2 Ribu Jiwa Mengungsi, Pasukan Khusus TNI Mendarat di Banjarbaru Jokowi Telepon Gubernur Soal Banjir Kalsel, Gak Kebalik Pak? Breaking News: Respons Jokowi Atas Banjir di Kalsel, Segera Kirim Perahu Karet Tak Ucapkan Dukacita, Habib Banua Tantang Presiden ke Kalsel Warga Banjiri IG Presiden Jokowi: Kalsel Juga Berduka Pakkk!!!

Mengkonsumsi Kopi dapat Mencegah Penyakit Parkinson

- Apahabar.com Senin, 31 Desember 2018 - 09:23 WIB

Mengkonsumsi Kopi dapat Mencegah Penyakit Parkinson

Ilustrasi Kopi. Foto - Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Di Amerika Serikat, ada lebih dari 60 ribu orang yang didiagnosis mengidap penyakit Parkinson setiap harinya. Kondisi ini terjadi karena penurunan daya kerja sel saraf secara bertahap pada otak bagian tengah yang berfungsi untuk mengatur pergerakan tubuh. Biasanya, Parkinson ditandai dengan terjadinya tremor atau gemetaran.

Parkinson adalah kondisi progresif yang tidak ada obatnya. Berbagai perawatan yang ada saat ini hanyalah membantu mengatasi gejalanya saja. Tetapi rupanya, belum lama ini, sebuah penelitian menunjukkan bahwa kopi dapat membantu melindungi seseorang terkena penyakit Parkinson.

Diduga, kafein di dalam kopi memiliki peranan besar dalam hal ini. Tetapi dalam penelitian tersebut, diketahui bahwa kopi tanpa kafein juga mampu memberikan perlindungan terhadap penurunan daya kerja sel saraf dalam penyakit Parkinson.

Baca Juga: Upaya Penanganan Adiksi Online Game

Dikutip dari health.uzone.id, kopi sendiri mengandung ratusan senyawa yang bisa berinteraksi dengan zat-zat kimia di dalam tubuh. Para peneliti menemukan senyawa bernama eicosanoyl-5-hydroxytryptamide (EHT) yang disebut-sebut mampu memperlambat timbulnya penyakit Parkinson.

EHT adalah turunan asam lemak dari serotonin yang ditemukan dalam lapisan lilin biji kopi. EHT tidak ada kaitannya dengan kafein dalam dalam penelitian disebutkan bahwa senyawa ini memiliki sifat melindungi saraf dan anti-inflamasi.

“EHT adalah senyawa yang ditemukan dalam berbagai jenis kopi, tetapi jumlahnya bervariasi. Penting untuk menentukan jumlah dan rasio yang tepat agar orang-orang tidak terlalu banyak mengkonsumsi kafein karena tidak bagus untuk kesehatan,” tulis M. Maral Mouradian selaku penulis utama dalam penelitan ini.

Baca Juga: Jumlah Penderita Obesitas di Indonesia Meroket

Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti dari Rutgers Robert Wood Johnson Medical School Institute for Neurological Therapeutics di New Jersey, Amerika Serikat, yang mempublikasikan penelitiannya ke dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Meski demikian, penelitian ini harus dikaji lebih detail lagi. Karena kopi adalah minuman yang sangat kompleks, tim peneliti percaya bahwa ada pula komponen lain di dalam kopi yang juga memiliki peran penting dalam mengatasi penyakit Parkinson.

Selain itu, lokasi penanaman biji kopi, teknik yang digunakan untuk memanen, memanggang dan menyeduh kopi juga bisa menjadi penentu lainnya. Sehingga, harus ada banyak penelitian lain yang dilakukan.

Baca Juga: 9 Bahaya Minuman Beralkohol bagi Kesehatan

Sumber: health.uzone.id
Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Ini 5 Destinasi Wisata di Papua yang Menarik Untuk Dikunjungi
apahabar.com

Gaya

Kominfo Pastikan Data Aplikasi PeduliLindungi Tidak Bocor
Pramugari

Gaya

Duh, Demi Pengobatan Sang Ibu, Pramugari Cantik Ini Rela Jadi Penjual Sayur dan Alpokat
apahabar.com

Gaya

Teruji, Asap Cair Tempurung Kelapa Sembuhkan Pasien Covid-19
apahabar.com

Gaya

Saffron Jadi Rempah Termahal di Dunia, Ini Alasannya
apahabar.com

Gaya

Perhatikan Ini Saat Merawat Si Janda Bolong yang Bisa Laku Rp 100 Juta
apahabar.com

Gaya

Operasi Ganti Kelamin Ratu Transgender Gagal, Begini Akibatnya

Gaya

Tips Menjaga Privasi Pengguna di Smartphone Android
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com