apahabar.com
Michael Rockfeller saat pertama kali berada di Irian Barat Mei 1960. Foto/grid.id

apahabar.com, JAYAPURA – Tahun 1961, para Antropolog dunia sedang mengandrungi penjelajahan ke daerah-daerah yang belum dijamah.

Sebut saja daerah tersebut adalah unexpected area di bumi. Salah satu sasaran penjelajahan ialah di Hindia New Guinea atau Papua. Tersebutlah nama Michael Clark Rockfeller, anak laki-laki dari jutawan Amerika Serikat (AS) Nelson Rockfeller yang ngebet pergi ke hutan Irian Barat.

Dikutip dari allthatsinteresting.com, memang Rockfeller muda ini gemar akan petualangan di alam liar.

“Ini adalah keinginan untuk melakukan sesuatu yang penuh petualangan,” ujarnya.
Tujuan Rockfeller muda ini ingin menemui suku Asmat yang saat itu sama sekali belum dijamah oleh kehidupan luar.

Maka pada 17 November 1961 mulailah petualangan penuh teka-teki ini.
Bersama dengan seorang antropolog Belanda, Rene Wassing, Rockfeller menaiki sebuah perahu tradisional menyusuri sungai-sungai di belantara hutan papua.

Baca Juga : Insiden Nduga: Tentara Nasional Papua Barat Menyatakan Bertanggung Jawab