Gejolak Pengadaan Mobil Dinas Baru, Pimpinan DPRD Banjarmasin Angkat Bicara Awal Usul Buka Investasi Miras di 4 Provinsi, Berikut Penjelasan Bahlil Heboh, Hujan Es Terjadi di Long Ikis Paser Izin Investasi Miras Dicabut, Bahlil Yakin Kepercayaan Investor Masih Baik Detik-Detik Kaburnya 4 Napi Kandangan, Jebol Teralis hingga Panjat Genteng

Minim Inspektur Tambang Picu Pelanggaran Operasi di Kaltim

- Apahabar.com Selasa, 4 Desember 2018 - 13:06 WIB

Minim Inspektur Tambang Picu Pelanggaran Operasi di Kaltim

Proses evakuasi Korban Nurul yang ditemukan tewas di lubang tambang, belum lama ini. Foto : Dok. Jatam Kaltim.

apahabar.com, SAMARINDA- Dikenal sebagai daerah pertambangan, Kaltim hanya memiliki 38 orang inspektur tambang. Masing-masing bertugas mengawasi 160 perusahaan tambang yang ada.

“Jadi masing-masing inspektur tambang memiliki kewenangan mengawasi empat hingga lima IUP,” ujar Kepala Dinas ESDM Kaltim Wahyu Widhi Heranata dikutip dalam laman resmi Pemprov Kaltim.

Wagub Kaltim Hadi Mulyadi pun langsung bertindak memimpin langsung pertemuan dengan jajaran Dinas ESDM dan Inspektur Tambang, awal pekan ini. Setiap inspektur tambang diminta mempresentasikan atau menyampaikan izin usaha pertambangan (IUP) yang menjadi kewenangannya.

Presentasi, menurut Hadi, dalam upaya memastikan tindak lanjut dan penanganan masalah kegiatan pertambangan batu bara di daerah, khususnya kinerja pemegang IUP.

“Ini nanti secara berkala saya minta inspektur tambang melakukan presentasi secara bertahap terkait IUP yang berada dalam bidang tugasnya,” katanya dalam keterangan resmi.

Dirinya sengaja memanggil Dinas ESDM dan inspektur tambang terkait tindak lanjut sekaligus penanganan masalah pertambangan batu bara.

Hasilnya, beberapa isu seperti korban di lubang tambang PT BBE juga longsor rumah warga sekitar areal tambang PT ABN di Sangasanga menjadi fokus penanganan pemerintah daerah.

Wagub meminta Dinas ESDM bersama inspektur tambang melakukan pengawasan sekaligus mengambil tindakan terhadap perusahaan yang jelas tidak menaati aturan dan tata kelola pertambangan.

“Sejak awal saya sampaikan dan masyarakat jangan menjadi korban. Sumber daya alam kita diambil, lingkungan dan jalan rusak. Bahkan 32 jiwa sudah melayang. Masalah tambang di Kaltim ini menjadi persoalan krusial yang perlu segera kita ambil tindakan dan kebijakan,” tegasnya.

Baca Juga : Rekonstruksi Pembunuhan Levie: Jalan Ahmad Yani Macet, Keluarga Emosi

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Biadab, Seorang Kakek 5 Kali Setubuhi Anak 10 Tahun  
apahabar.com

Hukum

Bea Cukai Kalsel Musnahkan 18 Juta Batang Rokok Senilai 15 Miliar
apahabar.com

Hukum

Sejarah Baru Polres Tapin, Gagalkan Peredaran Sabu 103,86 Gram
apahabar.com

Hukum

Jasad Bayi di Banjar, Polisi: Korban Pembunuhan
apahabar.com

Hukum

Anak Nunung: Mamaku Orang Baik
apahabar.com

Hukum

Jual Satwa Dilindungi, Pria Sei Jingah Banjarmasin Masuk Bui
apahabar.com

Hukum

Gegara 2,26 Gram Sabu, 2 Pemuda di Tala Ditangkap Polisi
apahabar.com

Hukum

R2 Vs Dump Truk di Banjar, Satu Tewas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com