Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Minyak Mentah Tergelincir, Batu Bara Newcastle Ditutup Melemah

- Apahabar.com Kamis, 6 Desember 2018 - 11:38 WIB

Minyak Mentah Tergelincir, Batu Bara Newcastle Ditutup Melemah

Foto : borneocoalindonesia85.blogspot.com

apahabar.com, BANJARMASIN– Harga batu bara Newcastle ditutup melemah pada akhir perdagangan kemarin, di tengah pelemahan harga minyak mentah.

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Januari 2019 ditutup melemah 0,53% atau 0,55 poin di level US$103,30 per metrik ton.

Harga batu bara Newcastle sempat dibuka di zona merah degan pelemahan yang sama di posisi US$103,30 per metrik ton, setelah pada perdagangan sebelumnya, Selasa (4/12), ditutup menguat 0,53% atau 55 poin ke level US$103,85.

Di sisi lain, harga batu bara di bursa ICE Rotterdam untuk kontrak Februari 2019 ditutup menguat 0,25 poin atau 0,29% ke level US$86,20 per metrik ton.

Sejalan dengan harga batu bara, harga minyak mentah melemah setelah OPEC dan sejumlah produsen minyak mentah (OPEC+) mengakhiri tahap pertama pembicaraan formalnya tanpa menyepakati besaran batas pasokan baru.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Januari berakhir turun 36 sen di level US$52,89 per barel di New York Mercantile Exchange, penurunan pertama dalam tiga hari terakhir.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Februari ditutup turun 52 sen di level US$61,56 per barel di ICE Futures Europe exchange di London. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan lebih tinggi US$8,44 dibandingkan WTI untuk bulan yang sama.

Dilansir Bloomberg, Arab Saudi, Rusia, dan negara anggota lain dari kelompok OPEC+merekomendasikan pemotongan produksi, tetapi belum mampu menyepakati besaran pengurangan tersebut.

Sementara itu, dengan berlanjutnya pembicaraan OPEC pada Kamis (6/12) di Wina, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus menyuarakan keinginannya tentang pembatasan produksi minyak.

“Pertanyaan besarnya adalah, jika tercapai kesepakatan, berapa volume yang akan diumumkan ke pasar,” kata Harry Tchilinguirian, kepala strategi pasar komoditas di BNP Paribas.

“Saya pikir kita akan melihat adanya kesepakatan karena itu menguntungkan bersama semua produsen yang tergabung dalam OPEC+.”

Baca Juga : Ekspor Perkayuan: Direct Call Diyakini Pacu Tranformasi Ekonomi Daerah

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2019 di bursa Newcastle :

Tanggal
US$/MT

5 Desember
103,30
-0,53%

4 Desember
103,85
+0,53%

3 Desember
103,30
-0,15%

30 November
103,45
+1,12%

29 November
102,30
(+1,44%)

Sumber: Bloomberg

Baca Juga : Pegadaian Sulap Sampah Jadi Emas di Banjarmasin

Sumber: Bisnis.com
Editor: Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Seluruh Daerah Harga Gula Naik 47 Persen
apahabar.com

Ekbis

Ancaman Virus Corona Tak Berdampak Signifikan Pada Sektor Batu Bara
apahabar.com

Ekbis

Inflasi Kalsel Agustus 2019 0,03 Persen
apahabar.com

Ekbis

Jelang Nataru, Harga Si “Melon” di Banjarmasin Bikin Menjerit!
Rois

Ekbis

KEJUTAN! Rois Maming Maju Caketum Hipmi Jatim, Usung Visi-Misi ‘AKSI’
apahabar.com

Ekbis

Bursa Saham Asia Menguat, IHSG Awal Pekan Ikut Naik
apahabar.com

Ekbis

BPH Migas Berkolaborasi dengan Pemda Bangun Pipa Trans Kalimantan
apahabar.com

Ekbis

Laporan Laba Dirilis, Wall Street Dibuka Lebih Tinggi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com