Viral Korban Banjir Kalsel Lahiran di Jukung, Nama Anaknya Unik Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir Kalsel Makan Korban Lagi, Bocah Hilang di Siring Banjarmasin Di Balikpapan, Ayah Ditangkap Gegara Anak Jual Tisu Link Live Streaming Mata Najwa Malam Ini, Kupas Tuntas Banjir Kalsel

Miris, Festival Kuliner Banjar 2018 Didominasi Jajanan Luar Daerah

and - Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 07:00 WIB
and - Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 07:00 WIB

Miris, Festival Kuliner Banjar 2018 Didominasi Jajanan Luar Daerah

Stand ‘Golden Tulip’ yang ramai dikunjungi warga Banjarmasin. Foto-Eddy

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Dinas Pariwisata kembali menghelat Festival Kuliner Kota Banjar 2018 yang berakhir kemarin.

Helatan akbar bagi pecinta kuliner tersebut juga mencatatkan rekor MURI dalam pembuatan nasi Astakona.

Festival Kuliner Banjar 2018 yang digelar selama tiga hari mulai dari tanggal 7 hingga 9 Desember 2018 di depan Balai Kota Banjarmasin Jalan RE Martadinata Kota Banjarmasin ini dimeriahkan oleh 52 stand kuliner lokal maupun nasional.

Stand kuliner yang bisa disaksikan masyarakat antara lain soto Banjar, batagor Bandung, tahu gejrot, ayam kentucky, gudeg Jogja, empek Palembang serta berbagai macam kue dan minuman.

Pantauan apahabar.com pada hari terakhir Festival, stand ‘Golden Tulip’ paling diburu para pengunjung sehingga antrian relatif panjang. Stand ini menyajikan menu spesial batagor Bandung dengan harga ramah di kantong.

“Saya sekeluarga sangat menyukai jajanan batagor. Ini saya borong 3 porsi untuk dua anak saya,” canda seorang pengunjung, Alyssa (30) saat ditemui di lokasi, Minggu (9/12) sore.

Baca Juga : Tahun Kedua Pekan Raya Tabalong, Target Transaksi Rp5 Miliar

Akan tetapi, Festival Kuliner Banjar ini masih dinilai kurang menarik. Hanafi, salah satu pengunjung festival itu mengaku kecewa karena festival ini hanya sedikit menyediakan kuliner khas Kota Banjar. Bahkan menurutnya lebih banyak ditemui stand-stand dapur hotel yang kebanyakan menyajikan makanan-makanan khas dari daerah lain.

“Sayang sekali, padahal festival ini kan disamping sebagai ajang promosi Kota Banjarmasin, juga sebagai bentuk pelestarian masakan jaman dulu. Lah ini masa isinya tahu gejrot atau tahu pintal yang kekinian,” sesal Hanafi.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Disbudpar Banjarmasin, Ehsan El Haque mengaku masakan Banjar sebenarnya masih banyak yang disediakan, hanya saja kebanyakan kurang terekspos dan pengunjung lebih memilih makanan kekinian.

“Ini kan bukan hanya kuliner Banjar saja. Tapi juga ada kuliner Nusantaranya. Jadi tidak menutup juga ada makanan-makanan khas (daerah) lain,” kilahnya.

Baca Juga : Banjarmasin Komitmen Lestarikan Kuliner Khas Banjar Melalui Restoran Terapung

Reporter: Eddy Andrianto
Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

 

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Guru Besar FKUI: Belum Ada Pembuktian Covid-19 Menular via Udara

Gaya

Guru Besar FKUI: Belum Ada Pembuktian Covid-19 Menular via Udara
apahabar.com

Gaya

Ramai-Ramai RS Setop Layani Pasien BPJS Kesehatan
Apahabar.com

Gaya

Resmi Rilis, Ini Spesifikasi Vivo X50 dan X50 Pro
apahabar.com

Gaya

Selama Ramadan, Lalu Lintas Data Telkomsel Naik 22 Persen
apahabar.com

Gaya

Pengguna Streaming Musik Spotify Naik Jadi 320 juta
apahabar.com

Gaya

Menyimak Penerapan Kuliah Daring di Tengah Pandemi Covid-19
apahabar.com

Gaya

Poco X3 NFC dengan Snapdragon 732G Bidik Pasar Menengah, Berikut Harganya
apahabar.com

Gaya

Makanan Dilarang Pakar Kesehatan Saat Anak Santap Sahur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com