Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Misi Perdamaian, Polri Kirim 381 Pasukan

- Apahabar.com Senin, 17 Desember 2018 - 00:37 WIB

Misi Perdamaian, Polri Kirim 381 Pasukan

Upacara Tradisi Pembaretan Formed Police Unit dan Individual Police Officer. Foto-net

apahabar.com, BOGOR – Polri kembali mengirim pasukannya untuk misi perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Hanya saja, pasukan Garuda Bhayangkara yang di kirim berjumlah 381 tersebut, lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini jumlah personel yang dikirim lebih besar dibanding tahun sebelumnya, peningkatan ini atas permintaan dari PBB karena Indonesia termasuk kontingen yang paling siap dalam misi perdamaian ini,” kata Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, Irjen Pol Maltha usai Upacara Tradisi Pembaretan Formed Police Unit dan Individual Police Officer di Pusat Pelatihan Multifungsi Polri, di Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (16/12).

Baca Juga : Presiden Harap Babinsa Ingatkan Kades Penggunaan Dana Desa

Maltha merincikan, total ada 381 personel yang dikirim, 40 diantaranya merupakan anggota Polisi wanita (Polwan). Dari 381 tersebut terdiri atas, 198 personel Formed Police Unit (FPU) 11 ke UNAMID (Sudan), 151 personel FPU 11 ke MINUSCA (Afrika Tengah).

Sementara itu, Police Advisor berjumlah 29 orang, yang dikirim ke Haiti (MINUSTJUH) dua personel, ke Sudan Selatan (UNMISS) tujuh personel, ke Kongo 14 personel, dan ke Afrika Tengah (MONUSCO) berjumlah enam orang.

Menurutnya, perjalanan kontingen Garuda Bhayangkara Polri dalam misi perdamaian dunia memiliki sejarah panjang, dimulai sejak tahun 1989 di Namibia, dan masih berlangsung hingga sekarang.

“PBB memberikan apresiasi luar biasa terhadap pelayanan internasional dan kinerja maksimal yang selalu dipersembahkan Polri,” kata Maltha.

Para petugas FPU dan Police Advisor Indonesia ini akan bertuga selama satu tahun. Tugas khusus yang harus dijalankan yakni pengamanan terhadap objek-objek vital milik PBB, mengamankan pelaksanaan tugas Police Advisor, melindungi para pengungsi, seta mengamankan proses distribusi bantuan kemanusiaan.

Baca Juga : Banjir Dua Meter, Warga Desa Aceh Selatan Terpaksa Dievakuasi

Sumber : Antara
Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pemkab Gorontalo Ubah Minuman Captikus Jadi Hand Sanitizer
apahabar.com

Nasional

Anak Sapi Bermata Satu Lahir di Pontianak, Pertanda Apa Itu?
apahabar.com

Nasional

Di Canberra, MHM Tegaskan Hipmi Siap Gandeng Pengusaha Australia
apahabar.com

Nasional

KSAD Jelaskan Kronologi Munculnya Klaster Secapa AD
apahabar.com

Nasional

Dongkrak Pertanian Indonesia, Uni Eropa Gelontorkan Rp 16,6 Miliar
apahabar.com

Nasional

Polisi Bakal Panggil Dua Pramugari Rekan Siwi Widi
apahabar.com

Nasional

Miris, Seorang Ibu Hamil di Gorontalo Utara Meninggal karena Reaktif Covid-19
apahabar.com

Nasional

Nasib Mahasiswi Penabrak 3 Pengguna Jalan di Jakarta Timur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com