Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah

MPR : PMP Perlu Kembali Diajarkan di Sekolah

and - Apahabar.com     Minggu, 2 Desember 2018 - 17:18 WITA
and - Apahabar.com     Minggu, 2 Desember 2018 - 17:18 WITA

MPR : PMP Perlu Kembali Diajarkan di Sekolah

Foto-Net

apahabar.com, BALIKPAPAN – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Mahyudin menegaskan agar mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) kembali diajarkan di sekolah-sekolah.

Saat sosialisasi empat pilar MPR, di Balikpapan, Minggu (2/12), ia menyebutkan hal itu menjadi aspirasi dari guru-guru di sekolah-sekolah.

“Sudah saya sampaikan kepada Presiden, Jokowi dan berharap Pemerintah menyikapi dan menindaklanjutinya,” ujar Mahyudin.

Ia menambahkan pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) saat ini tidak mencukupi, karena pendidikan moralnya ditinggalkan. Padahal pendidikan moral sangat penting untuk diajarkan, terutama menghadapi perkembangan teknologi dan tuntutan zaman globalisasi.

Perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat “banjir” informasi dan semakin menghilangkan batas-batas negara. Akibatnya membuat ancaman juga meningkat.

“Untuk itu, tanpa kemampuan membentengi diri sendiri, berbagai ideologi dari luar yang membahayakan ideologi negara Pancasila, semakin mudah berkembang,” katanya.

Hal ini bila tidak diantisipasi akan membuat ancaman radikalisme semakin meningkat dan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. “Di zaman internet ini, semua informasi bisa diakses, disinilah kita perlu mengantisipasi,” tandas Mahyudin.

Baca Juga : 85 Warga Asing Positif HIV/AIDS

Sementara Anggota MPR, Popong Otje Djundjunan yang menjadi pembicara sosialisasi empat pilar MPR mengatakan ancaman terhadap ideologi bersifat laten.

“Artinya terus menerus akan berusaha mengganti ideologi negara sampai kiamat nanti,” katanya.

Untuk itulah PMP dibutuhkan untuk diajarkan kembali di sekolah-sekolah, guna memperkuat nilai-nilai dasar negara.

Mahyudin dan Popong Otje Djundjunan menyosialisasikan empat pilar kebangsaan kepada Himpunan Wanita Karya. Pada siang harinya, keduanya memberikan sosialisasi di hadapan Forum Komunikasi Perumahan Atas Air (FKPPA) Balikpapan di Pemukiman Atas Air Marga Sari.

Empat pilar kebangsaan adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Baca Juga : Untung Rp50 Ribu Sudah Syukur, Tak Laku pun Pernah

Sumber : Antara
Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nenek di Balikpapan Ancam Petugas dengan Pisau

Kaltim

Tak Terima Lapaknya Ditertibkan, Nenek di Balikpapan Ancam Petugas dengan Pisau

Kaltim

Duh, Puluhan Ribu Double L Mau Diedarkan di Balikpapan Saat Ramadan

Kaltim

Aksi Depan Polda Kaltim, Pendemo Desak Perkara Lubang Tambang Dituntaskan
Vaksin

Kaltim

Satgas Covid-19 Balikpapan Bantah Guru Honorer Meninggal Akibat Vaksin

Kaltim

Bocah SMP Dicabuli Orang Baru Dikenal, Eksekusi di Mess Pencucian Mobil
Kebakaran di Balikpapan

Kaltim

Kebakaran di Balikpapan, 3 Ruko dan 1 Rumah Hangus
Balikpapan

Kaltim

Kapolda Kaltim Geram Admin di Balikpapan Berani Palsukan Hasil PCR

Kaltim

Peringatan HKN, Balikpapan Sabet Penghargaan Kota Terbaik Melaksanakan 3T
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com