ga('send', 'pageview');
Sekelumit Peran BRG di Kalsel, Lembaga yang Bakal Dibubarkan Jokowi Jadi Gubernur Butuh Rp100 Miliar, Rosehan: Saya Tak Punya Uang Horeee, Temuan Vaksin Bikin Rupiah Berpeluang Menguat Sidak ke HBI, Petugas Sindir Pengelola Nashville Pub Salip Pekapuran, Teluk Dalam Tertinggi Kasus Covid-19 di Banjarmasin




Home Sirah

Selasa, 4 Desember 2018 - 10:15 WIB

Muallim Syukur, Bakul Kosong, dan Prilaku ‘Ganjil’ Para Pedagang

Redaksi - Apahabar.com

Muallim Syukur, ulama besar yang tawadhu. Foto-Kitab Simpanan Berharga

Muallim Syukur, ulama besar yang tawadhu. Foto-Kitab Simpanan Berharga

apahabar.com, BANJARMASIN – Keikhlasan membimbing umat telah dicontohkan banyak ulama terdahulu. Mereka tidak menginginkan harta, juga penghormatan. Namun kemudian keadaan berbalik, harta dan penghormatan yang kemudian mengejar mereka.

Di antara ulama yang ikhlas itu adalah KH Abdus Syukur atau yang akrab dikenal dengan Muallim Syukur Teluk Tiram. Keseharian di masa tuanya diisi dengan mengajar dan menalqin orang di kubur.

Secara tampilan, ulama ini tidak seperti seorang ulama besar dengan jubah dan sorban yang selalu melilit di kepala. Beliau laiknya seorang haji biasa yang kerap memakai kopiah putih, sarung, dan kaos oblong.

Padahal, beliau bukanlan ulama yang sembarangan. 45 tahun di Tanah Haram dalam menuntut ilmu, cukup membuat kita berdecak kagum bagaimana kedalaman ilmu beliau.

Meski mempunyai ilmu mumpuni, Muallim Syukur tak ingin menunjukkan kelebihannya. Bahkan setiap harinya, beliau tak sungkan turun ke pasar demi keperluan dapur keluarga. Biasanya beliau membawa bakul kosong.

Sesampainya di pasar, kejadian ganjil selalu berlaku. Bakul yang kosong itu diisi para pedagang yang ada di pasar, dengan aneka sayur dan buah-buahan. Setiap barang yang ingin beliau beli, selalu direlakan penjual atau gratis.

Meski diperlakukan demikian, beliau bersikeras untuk membayarnya pada pedagang, tapi mereka tak ingin menerima uang dari beliau. Malah, para pedagang merasa beruntung, karena ulama tawadhu itu telah sudi mengunjungi toko mereka.

Kendati diperlakukan begitu, Muallim Syukur tidak menerima semua pemberian. Beliau hanya menerima sekadar keperluan.

Baca Juga: Setelah Berziarah ke Sekumpul, TGB Bertamu ke Kediaman KH Syaifuddin Zuhri

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Beruntungnya Berteman Orang Baik, Abu Darda Mengalaminya
apahabar.com

Sirah

Suatu Ketika, Imam Hambali Pernah Tersesat Jalan
apahabar.com

Religi

Sebelum Dikuasai Wahabi, Makkah Merayakan Maulid Nabi
apahabar.com

Sirah

Mengetahui Guru Sekumpul ke RS di Singapura, 3 Ulama Sepuh Mekkah dan Yaman Gelar Shalat Hajat
apahabar.com

Sirah

Begini Nasehat Abah Guru Sekumpul pada Soeharto
apahabar.com

Sirah

Masjid Noor (2), Dindingnya Sempat Jebol Disebabkan Qari Tampan Ini
apahabar.com

Sirah

Tiang Datu Ujung yang Dikeramatkan Ternyata Ada Dua
apahabar.com

Religi

Karomah Syekh Ali Berau Nampak Saat Gantikan Syekh Jamaluddin Jadi Mufti Banjar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com