Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Suami Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Dikenal Penanambaan Tak Seberuntung THM, Pembukaan Siring Pierre Tendean Ditunda Lagi Benarkah Depresi? Ibu Terduga Pembunuh Anak Kandung di Batu Benawa HST di Mata Warga KPK OTT Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna

MUI dan FKUB Blitar Sepakat Larang Pemaksaan Atribut Natal

- Apahabar.com Rabu, 19 Desember 2018 - 14:55 WIB

MUI dan FKUB Blitar Sepakat Larang Pemaksaan Atribut Natal

Dilarang memaksa pekerja menggunakan atribut Natal. Foto: detiknews

apahabar.com, BLITAR – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blitar bersama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sepakat melarang pemaksaan penggunaan atribut Natal 2018 ini.

Tokoh-tokoh agama yang tergabung dalam FKUB ini menyepakati bahwa kerukunan, kedamaian dan kondusivitas menjadi pertimbangan utama di dalam membangun kehidupan beragama.

“Larangan ini telah disepakati seluruh perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama. Sehingga masing-masing pihak telah diminta mensosialisasikan hal ini agar tidak terjadi pelanggaran di lapangan,” jelas Jamil Mashadi Humas MUI Kabupaten Blitar dikonfirmasi detikcom, Rabu (19/12).

Baca Juga : Baseko Surabaya: Proyek Basement RS Siloam Diduga Amblaskan Jalan Gubeng

Fenomena ini kerap terjadi bagi pegawai instansi swasta atau penjaga pertokoan. Untuk memeriahkan suasana Natal, mereka memakai seragam tematik. Seperti topi atau baju Sinterklas. Padahal mereka bukan umat Nasrani.

“Kami mengimbau manakala di lapangan ditemukan hal-hal yang sekiranya mengganggu keharmonisan kehidupan beragama jangan bertindak sendiri. Tapi segera koordinasi dengan kelurahan, muspika kecamatan maupun forpimda kabupaten. Yang terpenting adalah, bersama-sama kita menjaga kondusivitas,” tandasnya.

Jamil berharap, perayaan Natal semakin meningkatkan kerukunan umat beragama. Berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan bisa dilakukan bersama untuk memperingati hari raya umat Nasrani ini. Jalinan silaturahmi harus tetap terjaga, walaupun berbeda akidah atau agama.

“Kita semua bersaudara dalam kesatuan NKRI. Jangan melakukan sesuatu yang itu mungkin akan melukai perasaan saudara kita yang lain,” pungkasnya.

Baca Juga : Ribuan Warga Aceh Barat Terima Pulsa Listrik

Sumber : Detiknews
Editor : Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Bisakah Presiden Dipecat karena Perpu? Pakar: Tidak Ada Dasar

Nasional

Omnibus Law Cipta Kerja Untungkan Siapa?
apahabar.com

Nasional

91 Juta Data Akun Tokopedia Bocor, Simak Kata Pakar Siber
apahabar.com

Nasional

Nah, ASN Bakal Boleh Kerja di Rumah
apahabar.com

Nasional

Pengamat Hukum Duga Penetapan Tersangka Makar Bernuansa Politik

Nasional

Satgas Lihat Persentase Kasus Aktif Covid-19 Terus Menurun
apahabar.com

Nasional

Kapolda Sumut: Tersangka Bom Medan Sempat Latihan di Tanah Karo

Nasional

Dirtipidsiber Bareskrim Polri Jelaskan 2 Ancaman di Era Digital
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com