Kepergok Mesum, Dua Sejoli di Tapin Langsung Dinikahkan di Depan Warga Habib Banua Sedih Jokowi Legalkan Produksi Miras, Sentil Para Pembisik Presiden Kronologis Penangkapan Penusuk Wildan, Mahasiswa Tanbu yang Tewas Dikeroyok BRAVO! Para Penusuk Wildan Mahasiswa ULM asal Tanbu Diringkus Polisi Transkrip PPK Banjar Terima Rp10 Juta Beredar, Bawaslu Turun Tangan

MUI Khawatir Reuni 212 untuk Hasrat Ambisi Kekuasaan

- Apahabar.com Sabtu, 1 Desember 2018 - 22:17 WIB

MUI Khawatir Reuni 212 untuk Hasrat Ambisi Kekuasaan

Zainud Tauhid Saadi. Foto-Indo Warta

apahabar.com,JAKARTA – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Saadi mengatakan, jika aksi Reuni 2 Desember (212) pada 2 Desember 2018, ditunggangi kegiatan politik maka akan kontraproduktif dengan tujuan utamanya untuk silaturahim.

“Saya khawatir kalau tujuan suci 212 itu sudah mulai bergeser untuk kepentingan politik praktis dan hanya untuk memenuhi hasrat ambisi kekuasaan pasangan calon tertentu,” kata Zainut di Jakarta, Sabtu (1/12).

Dia mengatakan kalau hal itu terjadi maka tema utama Reuni 212 untuk persatuan dan kesatuan umat Islam itu bertentangan karena justru akan membuat umat semakin terpecah-belah.

Menurut dia, realitas politik di Pilpres saat ini terdapat dua pasangan calon yang sama-sama didukung oleh umat Islam.

“Kami mengimbau para pemimpin umat Islam untuk semakin dewasa dalam mengambil kebijakan agar umat tidak menjadi bingung dan terjebak pada sikap egoisme kelompok yang berlebihan dan justru dapat menimbulkan bahaya perpecahan di kalangan umat Islam dan bangsa Indonesia,” kata Zainut Tauhid Saadi.

Zainut mengatakan umat Islam dianjurkan mendahulukan untuk mencegah kerusakan daripada membangun kemaslahatan.

“Reuni dan silaturahmi itu baik, tetapi kerukunan, kedamaian dan persatuan umat dan bangsa itu lebih baik dan mulia,” katanya.

Waketum MUI mengatakan tidak melihat urgensi yang serius dari acara Reuni 212. Kalau hanya sekedar reuni dan silaturahim betapa besar energi yang harus dikeluarkan oleh umat.

“Sementara masih banyak pekerjaan umat yang terbengkalai dan perlu ada keseriusan kita menanganinya,” kata dia.

Dia mengatakan di awal euforia 212 banyak gagasan kreatif muncul untuk memberdayakan masyarakat melalui penguatan perekonomian terutama pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Lahirnya Koperasi 212 dan berbagai warung ritel serta produk yang dilabeli angka 212, peryanyaan besar kita apakah hal itu semua sudah terwujud,” kata dia.

Baca Juga: Peneliti Intelejen : Mayoritas Peserta Reuni 212 Pendukung Prabowo Sandi

Editor : Budi Ismanto

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

BMKG Rekam 87 Gempa Susulan Pascagempa Ternate Magnitudo 7,1
apahabar.com

Nasional

Isi Bensin, Oknum Guru BK Pencabul Belasan Siswa Ditangkap!
apahabar.com

Nasional

Ketika MK Lempar Bola Panas Pemenjaraan Hidung Belang ke DPR
apahabar.com

Nasional

Kunjungan Jokowi ke Canberra Tandai 70 Tahun Indonesia-Australia
apahabar.com

Nasional

BNPB Gunakan “Drone” Pantau Dampak Tsunami Selat Sunda
apahabar.com

Nasional

TNI Imbau Nelayan Natuna Tidak Cemas
apahabar.com

Nasional

Dampak Hujan Abu Erupsi Merapi, Bandara Adi Soemarmo Ditutup Sementara
apahabar.com

Nasional

BMKG: Waspadai Gelombang 2,5 Meter di Sultra
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com