Pengembalian Tengkorak Demang Lehman dan Dugaan Penghapusan Sejarah oleh Belanda 2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor!

MUI Khawatir Reuni 212 untuk Hasrat Ambisi Kekuasaan

- Apahabar.com Sabtu, 1 Desember 2018 - 22:17 WIB

MUI Khawatir Reuni 212 untuk Hasrat Ambisi Kekuasaan

Zainud Tauhid Saadi. Foto-Indo Warta

apahabar.com,JAKARTA – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Saadi mengatakan, jika aksi Reuni 2 Desember (212) pada 2 Desember 2018, ditunggangi kegiatan politik maka akan kontraproduktif dengan tujuan utamanya untuk silaturahim.

“Saya khawatir kalau tujuan suci 212 itu sudah mulai bergeser untuk kepentingan politik praktis dan hanya untuk memenuhi hasrat ambisi kekuasaan pasangan calon tertentu,” kata Zainut di Jakarta, Sabtu (1/12).

Dia mengatakan kalau hal itu terjadi maka tema utama Reuni 212 untuk persatuan dan kesatuan umat Islam itu bertentangan karena justru akan membuat umat semakin terpecah-belah.

Menurut dia, realitas politik di Pilpres saat ini terdapat dua pasangan calon yang sama-sama didukung oleh umat Islam.

“Kami mengimbau para pemimpin umat Islam untuk semakin dewasa dalam mengambil kebijakan agar umat tidak menjadi bingung dan terjebak pada sikap egoisme kelompok yang berlebihan dan justru dapat menimbulkan bahaya perpecahan di kalangan umat Islam dan bangsa Indonesia,” kata Zainut Tauhid Saadi.

Zainut mengatakan umat Islam dianjurkan mendahulukan untuk mencegah kerusakan daripada membangun kemaslahatan.

“Reuni dan silaturahmi itu baik, tetapi kerukunan, kedamaian dan persatuan umat dan bangsa itu lebih baik dan mulia,” katanya.

Waketum MUI mengatakan tidak melihat urgensi yang serius dari acara Reuni 212. Kalau hanya sekedar reuni dan silaturahim betapa besar energi yang harus dikeluarkan oleh umat.

“Sementara masih banyak pekerjaan umat yang terbengkalai dan perlu ada keseriusan kita menanganinya,” kata dia.

Dia mengatakan di awal euforia 212 banyak gagasan kreatif muncul untuk memberdayakan masyarakat melalui penguatan perekonomian terutama pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Lahirnya Koperasi 212 dan berbagai warung ritel serta produk yang dilabeli angka 212, peryanyaan besar kita apakah hal itu semua sudah terwujud,” kata dia.

Baca Juga: Peneliti Intelejen : Mayoritas Peserta Reuni 212 Pendukung Prabowo Sandi

Editor : Budi Ismanto

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kontak Senjata dengan Polisi, Pimpinan Kelompok Kriminal Ini Tewas
apahabar.com

Nasional

I2 Ungkap 10 Pilkada yang Ramai Disorot Media Online
apahabar.com

Nasional

Soal Perlindungan Keselamatan, Grab Diminta Tiru Gojek
apahabar.com

Nasional

Ketua Banggar DPR: Kemunculan Desa Fiktif Jangan Dianggap Sebelah Mata
apahabar.com

Nasional

Calon Ibukota Baru, Kalimantan Paling Aman dari Tsunami, Tapi…
apahabar.com

Nasional

Belasan Gempa Susulan Terekam Pascagempa 7,1 SR
apahabar.com

Nasional

Melockdown Provinsi? Jokowi: Jangan Sok-sokan, Korbannya Masyarakat
apahabar.com

Nasional

Prabowo Tuduh Sejumlah Lembaga Survei Dibayar untuk Giring Opini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com