Kampung Ambon Digerebek Lagi! Pistol-Narkoba hingga Pesawat Nirawak Diamankan Penumpang Kapal Feri Kotabaru-Batulicin Menyusut 60 Persen Rayakan HUT ke-60, Bank Bjb Gelar Promo di Ratusan Merchant Duh, Keripik Singkong Tanpa Label Usang Dijual Bebas di Banjarmasin Pj Gubernur Kalsel: Larangan Mudik Berlaku Lintas Provinsi dan Kabupaten

Normalisasi Sungai di Banjarmasin Tersendat Permukiman

- Apahabar.com Senin, 3 Desember 2018 - 14:53 WIB

Normalisasi Sungai di Banjarmasin Tersendat Permukiman

Foto - TIMES indonesia

apahabar.com, Banjarmasin – Upaya normalisasi sungai oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin sejak 2010 silam, rupanya terus bergulir sampai sekarang, meski realisasinya masih kurang memuaskan.

Sudah sebanyak 40 sungai dari ratusan sungai berhasil dinormalisasi. Senilai Rp5 miliar yang dihabiskan oleh pemerintah sepanjang 2018 ini.

“Ya, sekitar 30-40 sungai sudah dinormalisasi dengan anggaran yang dihabiskan Rp5 miliar di 2018 ,” ungkap Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Banjarmasin, Joko Pitoyo kepada apahabar.com, hari ini.

Normaliasi yang dilakukan, kata Joko, lebih mengarah ke pemeliharaan sungai, bukan membangun sungai baru. Anggaran yang diperlukan tidak terlalu besar. Sungai yang berhasil dinormalisasi antara lain: Sungai Veteran, Sungai Guling, Sungai Kuripan, dan Sungai Kuin.

“Contoh sungai Guling telah berhasil dinormalisasi, saat turun hujan genangan di Jalan Achmad Yani berkurang,” katanya.

Pemkot Banjarmasin juga berhasil melakukan normalisasi pada Sungai Kuripan. Di sana saat hujan turun mudah sekali ditemukan genangan di beberapa lokasi.

Akan tetapi saat ini, sambung Joko, pasca hujan reda, genangan tersebut segera surut dan mengalir ke sungai Kuripan.

“Semua drainase sudah bisa mengalirkan air ke sungai-sungai,” tegasnya.

Ada beberapa permasalahan dalam melakukan normalisasi sungai di Banjarmasin. Salah satunya, banyak sungai yang diambi alih menjadi permukiman. Alih fungsi penggunaan lahan itulah yang menyendat normalisasi.

Saat hendak mengeruk, kata Joko, ada beberapa permukiman yang terpaksa harus dibongkar. Tujuan memperluas penampang basah dari sungai tersebut.

Imbasnya, Pemkot Banjarmasin pun mesti melakukan normalisasi sungai secara bertahap karena harus melakukan pembebasan lahan terlebih dahulu.

Joko menilai, memelihara sungai berbeda dengan memelihara jalan. Otomatis, terus dipelihara setiap bulan.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Walikota Banjarmasin jumlah sungai yang masih aktif sampai saat ini sedikitnya 102 anak sungai.

Berdasarkan, survei terbaru Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Banjamasin jumlah sungai yang aktif sebanyak 174 anak sungai.

Secara keseluruhan jumlah sungai di kota Banjarmasin kurang lebih 200 anak sungai.

“Sisa sungai lainya bukan tidak aktif lagi, melainkan telah terdegradasi seperti adanya penyempitan dan proses sedementasi sungai,” pungkasnya.

Reporter: M.Robby
Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jelang Lebaran Besok, Kue Kering Diserbu Pembeli
apahabar.com

Kalsel

B2PJN XI Banjarmasin Beberkan Penyebab Ambruknya Oprit Jembatan Sungai Tabirai
apahabar.com

Kalsel

Jelang HUT TNI ke-75, Kodim 1007/Banjarmasin Salurkan 250 Paket Bantuan untuk Warga
apahabar.com

Kalsel

Hari Pertama UNBK, Dewan Merasa Kasihan
apahabar.com

Kalsel

Kamis, BMKG Prakirakan Seluruh Daerah di Kalsel Cerah Berawan
apahabar.com

Kalsel

Ekspos Masterplan Tanaman Karet, Soroti Potensi Banua Lima
Kebakaran Teluk Dalam

Kalsel

Kebakaran Tengah Malam, Api Gegerkan Warga Teluk Dalam Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Tambah 48 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kalsel Hampir Capai 11 Ribu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com