Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Normalisasi Sungai di Banjarmasin Tersendat Permukiman

- Apahabar.com Senin, 3 Desember 2018 - 14:53 WIB

Normalisasi Sungai di Banjarmasin Tersendat Permukiman

Foto - TIMES indonesia

apahabar.com, Banjarmasin – Upaya normalisasi sungai oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin sejak 2010 silam, rupanya terus bergulir sampai sekarang, meski realisasinya masih kurang memuaskan.

Sudah sebanyak 40 sungai dari ratusan sungai berhasil dinormalisasi. Senilai Rp5 miliar yang dihabiskan oleh pemerintah sepanjang 2018 ini.

“Ya, sekitar 30-40 sungai sudah dinormalisasi dengan anggaran yang dihabiskan Rp5 miliar di 2018 ,” ungkap Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Banjarmasin, Joko Pitoyo kepada apahabar.com, hari ini.

Normaliasi yang dilakukan, kata Joko, lebih mengarah ke pemeliharaan sungai, bukan membangun sungai baru. Anggaran yang diperlukan tidak terlalu besar. Sungai yang berhasil dinormalisasi antara lain: Sungai Veteran, Sungai Guling, Sungai Kuripan, dan Sungai Kuin.

“Contoh sungai Guling telah berhasil dinormalisasi, saat turun hujan genangan di Jalan Achmad Yani berkurang,” katanya.

Pemkot Banjarmasin juga berhasil melakukan normalisasi pada Sungai Kuripan. Di sana saat hujan turun mudah sekali ditemukan genangan di beberapa lokasi.

Akan tetapi saat ini, sambung Joko, pasca hujan reda, genangan tersebut segera surut dan mengalir ke sungai Kuripan.

“Semua drainase sudah bisa mengalirkan air ke sungai-sungai,” tegasnya.

Ada beberapa permasalahan dalam melakukan normalisasi sungai di Banjarmasin. Salah satunya, banyak sungai yang diambi alih menjadi permukiman. Alih fungsi penggunaan lahan itulah yang menyendat normalisasi.

Saat hendak mengeruk, kata Joko, ada beberapa permukiman yang terpaksa harus dibongkar. Tujuan memperluas penampang basah dari sungai tersebut.

Imbasnya, Pemkot Banjarmasin pun mesti melakukan normalisasi sungai secara bertahap karena harus melakukan pembebasan lahan terlebih dahulu.

Joko menilai, memelihara sungai berbeda dengan memelihara jalan. Otomatis, terus dipelihara setiap bulan.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Walikota Banjarmasin jumlah sungai yang masih aktif sampai saat ini sedikitnya 102 anak sungai.

Berdasarkan, survei terbaru Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Banjamasin jumlah sungai yang aktif sebanyak 174 anak sungai.

Secara keseluruhan jumlah sungai di kota Banjarmasin kurang lebih 200 anak sungai.

“Sisa sungai lainya bukan tidak aktif lagi, melainkan telah terdegradasi seperti adanya penyempitan dan proses sedementasi sungai,” pungkasnya.

Reporter: M.Robby
Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Berkat Lolongan Anjing, Kakek di Banjarmasin Selamat dari Kebakaran
apahabar.com

Kalsel

Ini Motif Kasus Penikaman Sopir Pribadi Keluarga Bupati Barito Utara di Mitra Mas
apahabar.com

Kalsel

Breaking News: Banjarmasin Kehabisan Bansos untuk Warga Terdampak Covid-19
apahabar.com

Kalsel

5 Kuliner Khas HST Ludes di Harjad Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Saniah Tak Kuasa Menahan Tangis di Hadapan Dandim Martapura, Ini Sebabnya
apahabar.com

Kalsel

Polemik Taksi Online di Bandara Menemui Titik Terang
apahabar.com

Kalsel

Ditinggal Istri Mancing, Rumah Terbakar di Kuripan Banjarmasin Timur
apahabar.com

Kalsel

Ada SD tak Mampu Penuhi Kuota Siswa, Disdik Diminta Melek
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com