Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Novel: Terdapat Konflik Kepentingan Soal Laporan Ombudsman

- Apahabar.com Selasa, 11 Desember 2018 - 20:00 WIB

Novel: Terdapat Konflik Kepentingan Soal Laporan Ombudsman

Ilustrasi penyiraman air keras kepada Novel Baswedan.Foto-tribunnews.com

apahabar.com, JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menilai terdapat konflik kepentingan terkait Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) kasus penyerangannya yang disampaikan anggota Ombudsman Republik Indonesia Adrianus Meliala.

“Saya tidak yakin ini adalah serangan dari Ombudsman tetapi saya menjadi curiga bahwa Pak Adrianus punya ‘conflict of interest’ dalam masalah ini,” kata Novel dalam peluncuran “Jam Hitung Penyerangan Novel Baswedan” di gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Dalam laporan yang disampaikan Adrianus itu, Novel mempertanyakan bahwa dirinya tidak kooperatif saat diperiksa dalam penanganan kasusnya tersebut.

“Saya tidak tahu apa yang dimaksud oleh Pak Adrianus ini bahkan mungkin menganggap saya sebagai korban tidak kooperatif yang kooperatif adalah pelaku barangkali,” katanya.

Sebelum pemeriksaan itu dilakukan Adrianus pernah meminta kepada Novel untuk memberi keterangan. “Kemudian difasilitasi oleh Biro Hukum KPK untuk meminta keterangan saya di kantor KPK,” tuturnya.

Karena itu, kata Novel, dalam pertemuan di KPK saat itu dirinya bersama tim kuasa hukum juga meminta agar Adrianus tidak ikut dalam pemeriksaan tersebut.

“Karena Pak Adrianus telah menyampaikan kebohongan, menyampaikan bahwa saya belum pernah diperiksa, saya irit bicara, saya hanya diperiksa dua lembar dan hal-hal itu sangat luar biasa ya,” ungkap Novel.

Sebelumnya, Adrianus Meliala meminta jajaran penyidik kepolisian untuk memanggil kembali Novel Baswedan.

Pemanggilan kembali itu, menurut Adrianus di Jakarta, Kamis (6/12), berpotensi membuka petunjuk-petunjuk baru sehingga pelaku penyiraman air keras ke wajah Novel dapat segera ditangkap dan diadili oleh penegak hukum. Adrianus mengatakan, penyidikan kasus

Novel telah mencapai lebih dari 600 hari dan salah satu penyebabnya ada keterangan dari pihak korban yang belum masuk berita acara perkara (BAP) Kepolisian.

Penyidik kepolisian, menurut Adrianus, kesulitan untuk melakukan pemeriksaan mengingat kegiatan tersebut berlandaskan keterangan pada BAP. Hari ini, tepat 609 hari setelah Novel Baswedan diserang oleh dua pengendara motor pada 11 April 2017 seusai Shalat Subuh di

Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Pelaku menyiramkan air keras ke kedua mata Novel sehingga mengakibatkan mata kirinya tidak dapat melihat karena mengalami kerusakan yang lebih parah dibanding mata kanannya.

Baca Juga: Hakim Cecar Awal Asmara Sisca Dewi dengan BS

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Seks Sedarah di Banjarbaru, Setelah Hamil Anak Pun Dijual

Hukum

John Lee CS Berhasil Amankan 2 Budak Sabu di HST

Hukum

Mengintip Senapan Serbu Milik Separatis Papua Merdeka, Bagaimana Kemampuannya?
apahabar.com

Hukum

Nyantai di Depan Warung, Pria Pengangguran di Tanbu Terciduk Bawa Sabu
apahabar.com

Hukum

Begini Cara Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Agnez
apahabar.com

Hukum

Belasan Paket Sabu Gagal Edar di Batola
apahabar.com

Hukum

Judi Online di Tabalong, Satu Pegawai Swasta Ditangkap
apahabar.com

Hukum

Pengangguran dari Kabupaten Banjar Kepergok Edarkan Sabu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com