Cuaca Kalsel Hari Ini, Waspada Potensi Hujan Petir di Sejumlah Wilayah Demi Top Up Game Online, Pria di Balikpapan Tipu Puluhan Orang Persiapan PON Papua, Balikpapan Sumbang 61 Atlet untuk Perkuat Kaltim Rekap PSU Sejumlah Kecamatan Selesai, KPU Banjar Gelar Penghitungan Lusa Gol Tunggal Raheem Sterling Bawa Inggris Tekuk Kroasia

OJK Setujui Perubahan Pencatatan Saham

- Apahabar.com Rabu, 26 Desember 2018 - 15:30 WIB

OJK Setujui Perubahan Pencatatan Saham

Ilustrasi OJK. Foto-Okezone

apahabar.com, JAKARTA – Tutup 2018, banyak peraturan baru dan perubahan aturan pasar modal di terbitkan dan salah satunya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyetujui rancangan perubahan peraturan I-A tentang pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas selain saham.

”Sudah kami setujui dan pelaksanaan akan di atur bursa lebih lanjut,”kata Deputi Komisioner Dalam salah satu pasalnya disebutkan, adanya direksi independen bukan lagi sebagai kewajiban sebagai perusahaan tercatat. Maka dengan demikian akan memberi ruang penghematan bagi emiten. Di samping itu, dalam rancangan tersebut memberi kesempatan bagi perusahaan rintisan dengan aset berwujud di bawah Rp5 miliar tercatat di papan perdagangan bursa.

Baca Juga: Arus Balik Libur Natal, Konsumsi Pertamax dan Pertamina Dex Meningkat

Sementara Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menambahkan, pihaknya memberikan alternatif syarat NTA (Net Tangible Asset) minimal Rp5 miliar di papan pengembangan, berupalaba usaha tahun buku terakhir minimal Rp1 miliar dan market cap minimal Rp100 miliar atau pendapatan usaha tahun buku terakhir minimal Rp40 miliar & market cap minimal Rp200 miliar.

Selain itu, lanjut Yetna, BEI tidak lagi mengatur batasan nilai nominal saham minimal Rp100, namun mengatur harga saham perdana minimal Rp100. Berikutnya, Direktur Independen boleh merangkap jabatan di perusahaan lain yang merupakan anak perusahaan yang terkonsolidasi dengan perusahaan tercatat. Menariknya, dalam perubahan peraturan tersebut, BEI akan menerapkan notifikasi pada kode saham bermasalah. Pengawas Pasar Modal I OJK, Fakhri Hilmi, dikutip dari Harian Neraca, Jakarta, Rabu (26/12).

Emiten yang ingin memanfaatkan fasilitas tersebut bisa mengajukan permohonan ke BEI dengan menyertakan alasannya. Permohonan tersebut selanjutnya akan dievaluasi oleh BEI sebelum diputuskan. Di sisi lain, BEI kini tengah mempersiapkan implementasi i-suite 2, yakni fasilitas penyematan notasi khusus pada kode saham emiten untuk memberikan informasi tambahan tentang kondisi terkini emiten, terutama faktor-faktor negatif yang patut diwaspadai investor. Disebutkan dalam uji coba terdapat 30-40 saham yang akan terkena notifikasi.

Baca Juga: Ekspor Melemah, Kebijakan Ekonomi Daerah Dipertanyakan

Sumber: Okezone
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Presiden Jokowi dan Raja Salman Sepakat Tingkatkan Kerjasama Ekonomi
apahabar.com

Ekbis

Neraca Perdagangan Kaltim Surplus USD 11,48 Miliar
apahabar.com

Ekbis

Vaksin Pfizer Diprediksi Pengaruhi Gerak IHSG
Batu Bara PLN

Ekbis

Batu Bara PLN Merosot, Pemadaman Massal Intai Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Tembus 5 Ribu Penumpang, APT Pranoto Segera Perluas Terminal
apahabar.com

Ekbis

Lion Air Kalselteng Yakin Tak Terpengaruh Tarif Batas Atas
apahabar.com

Ekbis

Dihantam Pandemi, Produksi Freeport Baru Normal Tahun 2022
Banjarmasin

Ekbis

Hoaks D’Paragon Banjarmasin Tak Ber-IMB, Manajemen Siapkan Langkah Hukum
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com