2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan

OTT KPK di PUPR Terkait Proyek Air Bersih Tanggap Bencana

- Apahabar.com Sabtu, 29 Desember 2018 - 02:32 WIB

OTT KPK di PUPR Terkait Proyek Air Bersih Tanggap Bencana

Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto - Antara

apahabar.com, JAKARTA – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (28/12), ternyata menangkap pejabat di Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Diduga, telah terjadi transaksi terkait dengan proyek penyediaan air minun di sejumlah daerah yakni proyek sistem penjernihan air minum (SPAM) di Ditjen Cipta Karya tahun 2018. Salah satunya adalah proyek penyediaan air bersih tanggap bencana di Sulteng, yakni Palu dan Donggala.

“Saya sebelum bisa konfirmasi secara spesifik ya, apakah misalnya proyek tanggap bencana itu termasuk proyek di Donggala atau Palu. Tapi kami sedang mengidentifikasi hal tersebut, apakah dugaan suap atau feeproyeknya. Proyek penyediaan air bersih ini juga secara keseluruhan diterapkan pada seluruh daerah.

Karena cukup banyak proyek-proyek yang teridentifikasi saat ini yang perlu kami dalami lebih lanjut,” terang Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Jumat (28/12) malam.

Baca Juga: KPK Tangkap Pejabat PUPR Terkait Proyek Air Minum

Yang jelas, Febri menambahkan, KPK sangat menyayangkan proyek penyediaan air minum ini, karena sebenarnya untuk kepentingan publik. “Saya kira ini juga menjadi perhatian dan prioritas kita semua,” tambah Febri.

Proyek penyediaan air minum ini diharapkan bisa memberikan pelayanan terhadap masyarakat khususnya untuk kebutuhan yang sangat dasar bisa terpenuhi. “Tapi kami menemukan bukti-bukti awal tentu sedang diklarifikasi saat ini ada sejumlah dugaan suap terhadap beberapa pejabat di Kementerian PUPR terkait dengan proyek penyediaan air minum,” ungkap Febri.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, dalam tangkap tangan kali ini diamankan sejumlah barang bukti awal berupa uang dalam bentuk rupiah dan dolar Singapura. “Bukti awal sebesar Rp 500 juta dan 25 ribu dolar Singapura serta satu kardus uang yang sedang dihitung,” kata Syarif.

Baca Juga: Hutan Adat di Kalimantan Selatan, Pemerintah Bentuk Gugus Tugas

Dalam tangkap tangan kali ini diamankan 20 orang. Mereka terdiri atas pihak Kementerian PUPR dari unsur pejabat dan PPK sejumlah proyek yang dikelola Kementerian PUPR dan swasta dan pihak lain.

Diduga telah terjadi transaksi terkait dengan proyek penyediaan air minun di sejumlah daerah yakni proyek sistem penjernihan air minum (SPAM) di Ditjen Cipta Karya tahun 2018. “Sedang kami dalami keterkaitan dengan proyek sistem penyediaan air minum untuk tanggap bencana,” ucap Syarif.

Syarif menambahkan, saat ini tim masih perlu melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap pihak-pihak yang diamankan tersebut. Sesuai KUHAP dalam waktu maksimal 24 jam akan ditentukan status hukum perkara dan pihak-pihak yang diamankan.

Baca Juga: Gempa 6,1 SR Guncang Manokwari

Sumber : republika.co.id
Editor : Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

15 Ribu Orang Tinggalkan Wamena Pasca-Kerusuhan
apahabar.com

Nasional

Cair 25 Agustus, 1,9 Juta Rekening di Kalimantan Terdata Terima Subsidi Gaji
apahabar.com

Nasional

Jokowi Serahkan 2.020 Sertifikat Tanah di Jawa Timur
apahabar.com

Nasional

Pengakuan Jemaah Jumatan di Martapura Saat Pandemi Corona
apahabar.com

Nasional

Didukung Kaum LGBT di Bandung, BPN Prabowo Sandi Beri Tanggapan
apahabar.com

Nasional

Kapolri Keluarkan Maklumat Guna Tekan Penyebaran Corona
apahabar.com

Nasional

Malaysia Lacak 5.000 Warganya Usai Positif Corona di Masjid
apahabar.com

Nasional

Jaksa Ungkap di Balik Berdirinya Sunda Empire
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com