Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Paliat Kuliner Khas Tabalong, Bikin Lidah Menggeliat

- Apahabar.com Minggu, 23 Desember 2018 - 07:00 WIB

Paliat Kuliner Khas Tabalong, Bikin Lidah Menggeliat

Hidangan Paliat menjadi rekomendasi paling pas untuk menemani akhir pekan Anda. apahabar.com/Arif

apahabar.com, TANJUNG – Bagi yang berniat mengunjungi Kabupaten Tabalong baik dalam rangka kunjungan kerja atau hanya sekedar jalan-jalan, menyicipi hidangan Paliat menjadi rekomendasi paling pas untuk Anda.

Paliat merupakan kuliner khas Tabalong. Berasal dari kata kepala dan liat (lekat) yang artinya santan kental.

Paliat juga telah diabadikan menjadi nama suatu desa, yaitu Desa Paliat. Letaknya di kecamatan Kelua yang. Berjarak kurang lebih 20 kilometer (km) dari kota Tanjung atau sebelah selatan Tabalong.

Baca Juga: Hujan Mengguyur, Kendaraan Mengular di Kayutangi

Paliat terbuat dari bahan ikan segar dan santan kental, yang diyakini mengandung kadar lemak (kolesterol).

Dengan proses penghidangan yang telah dicampur dengan limau kuwit atau jeruk protol, kadar lemaknya dipastikan menurun.

Limau kuwit sendiri mempunyai rasa dan aroma yang khas. Namun sebagian orang juga takut mengonsumsi limau karena dianggap dapat meningkatkan asam lambung.

Tapi dengan hidangan Paliat, kadar lemak dan zat asam yang terkandung di limau kuwit telah dinetralkan oleh bumbu yang terbuat dari kunyit lebih kurang 90%.

Di kawasan pasar Mabuun Kecamatan Murung Pudak, anda dapat menikmati sajian lezat tersebut, tepatnya di Rumah Makan Paliat Hj Mariam Jainudin.

Putra Adi Cipta anak sulung dari pemilik rumah makan berujar, menu paliat yang mereka hidangkan sangat beragam.

Ada ikan gabus, patin, baung, udang galah, ayam dan menu pelengkap lainnya. Namun untuk hidangan utama dan khas paliat sendiri adalah ikan patin, ikan baung dan undang galah. Dari segi harga, tentunya cukup terjangkau.

“Menunya yang pasti paliat, banyak lauk yang kita sediakan. Tapi yang harus ada dan karena khasnya sendiri adalah patin, baung dan undang galah dengan kisaran harga dari Rp18 ribu sampai dengan Rp100 ribu,” ungkap Putra.

Putra juga mengungkapkan rumah makan Hj Mariam Jainudin adalah satu satunya rumah makan Paliat yang ada di Kabupaten Tabalong.

“Iya mas, kita satu satunya rumah makan Paliat yang ada di Tabalong. Kalau yang lain konsepnya warung makan. Ada cabang di Keluar tapi kecil, yang utamanya di sini,” ungkapnya.

Lis salah seorang pelanggan rumah makan Hj Marian Jainudin mengaku hampir satu minggu sekali menyantap hidangan Paliat. Dengan rasanya khas hampir tidak mungkin baginya untuk menolak hidangan lezat tersebut.

“Kalo gak seminggu sekali atau dua minggu sekali saya pasti ke sini mas, rasanya khas banget bikin menggeliat di lidah mas,” ucapnya terkekeh.

Reporter : Arif Nur Budiman
Editor: Fariz

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Sosok Pendiri Nissan, Putra Bangsawan Nyambi Jadi Mekanik di AS
apahabar.com

Gaya

LINE Perbarui Situs LINE Siaga dengan Perkembangan Pademi
apahabar.com

Gaya

Era ‘New Normal’, Penggunaan Video Conference Diperkirakan Masih Tinggi
apahabar.com

Gaya

Babak Final KNPI Stand Up Comedy, Kritis Lewat Komedi
Ini Alasan Kenapa Indonesia Terhindar Virus Corona

Gaya

Ini Alasan Kenapa Indonesia Terhindar Virus Corona
apahabar.com

Gaya

Berburu Barang Bekas di Event I Love Preloved Market
apahabar.com

Gaya

Kanker Payudara pada Lelaki, Bagaimana Pengobatannya?
Diisolasi karena Wabah Corona, Intip 7 Kelakuan Unik Penduduk Wuhan

Gaya

Diisolasi karena Wabah Corona, Intip 7 Kelakuan Unik Penduduk Wuhan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com