Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Panglima Tentara Pembebasan Papua Barat: Kalau Mau Tembak Mati, Datang ke Markas

- Apahabar.com Kamis, 6 Desember 2018 - 08:10 WIB

Panglima Tentara Pembebasan Papua Barat: Kalau Mau Tembak Mati, Datang ke Markas

Goliath Tabuni (peci merah). Foto - gatra.com

apahabar.com, PAPUA NUGINI – Panglima Tentara Pembebasan Nasional (TPN) Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka (OPM), Goliath Tabuni menyatakan siap melayani sikap aparat keamanan Indonesia, yakni TNI dan Polri.

”Kami sudah ikuti semua pernyataan petinggi keamanan Indonesia melalui media sosial. Tolong tulis Ipar (kakak), bahwa kami akan berjuang sampai titik darah penghabisan. Ini negara kami, masa kami menyerah,” kata Goliath

kepada Gatra.com melalui sambungan telepon internasional Rabu, (5/11).

Dia membenarkan bahwa 31 orang yang  tewas, ditembak mati anak buahnya dari Markas Komando Distrik Papua ( Makodip III) Ndugama, pimpinan Egi Kogoya dengan Komandan Operasi lapangan Pemne Kogoya.

Kodip III ini di bawah Kodap VI Lapego yang membawahi Kodip Pegunungan Bintang, Wamena, Lani Jaya, Puncak Jaya, Nduga, Yakuhimo, Yalimo, Membramo Tengah dan Tolikara.

”Anak buah saya yang pimpin penembakan itu, karena perintah kesatuan. Sudah diputuskan dalam rapat di Markas TPN OPM di Rimba Papua pertengahan November 2018 lalu. Bahwa siapa saja yang menggangu upacara HUT Papua Merdeka, akan ditembak mati. Anggota kami yang tahu dan membiarkan juga dia juga akan ditembak mati di markas,”  kata Goliath Tabuni.

Karena itu, kata Goliat Tabuni, sangat lucu ada pernyataan aparat Indonesia agar anggota TPN PB OPM menyerah atau ditembak mati.

”Ini pernyataan klasik. Ibarat lagu hanya diulangi refrainnya saja. Kan dari tahun ke tahun kami selalu menembak mati banyak orang, antaranya TNI dan Polri. Mereka selalu minta kami menyerah atau ditembak mati. Kalau mau tembak mati, ya datang saja ke markas kami kan,” tegas Goliath Tabuni, yang ditemani Anton Tabuni.

Karena permintaan agar menyerah itu kata Goliath Tabuni adalah klasik maka tidak perlu digubris. “Dalam ilmu perang tidak ada terori bahwa lawan diminta menyerah atau ditembak mati. Kalau mau tembak mati ya tembak saja. Mengapa pakai tawar segala,” katanya.

Diungkapkannya, prajurit dari Pasukan Kodip III Ndugama begitu selesai menembak mati 31 orang langsung mengamankan diri di Markas Komando Daerah Papua (KODAP) La Pego. “Jadi kalau mau tembak mati, ya cari mereka saja. Jangan pakai tawar ini dan itu,” tegas Goliath Tabuni.

Sumber : gatra.com

Editor : Aprianoor

 

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ketika Dendam Berujung Mutilasi di Sungai Tabuk
apahabar.com

Nasional

Tinjau Lokasi Ibu Kota Negara Baru, Jokowi Belum Tentukan di Mana Bangun Istana
apahabar.com

Nasional

Selesai Umrah, Ribuan Jemaah Balik ke Tanah Air
apahabar.com

Nasional

Ikut Rapid Test, Pria Ini Positif Hamil
apahabar.com

Nasional

Muara Baru Membara, Puluhan Kapal Jadi Tumbal
apahabar.com

Nasional

Kejari Bandarlampung Siapkan 7 Jaksa dalam Perkara Penusukan Syekh Ali Jaber
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Positif 137.468, Sembuh 91.321 Orang
Sikap Walhi soal Penangkapan Jurnalis Mongabay di Palangkaraya, dan Penjelasan Imigrasi

Nasional

Sikap Walhi soal Penangkapan Jurnalis Mongabay di Palangkaraya, dan Penjelasan Imigrasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com