3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

PBB: Dua Peluncur Rudal Ditemukan di Yaman, Diduga Dari Iran

- Apahabar.com Rabu, 12 Desember 2018 - 12:52 WIB

PBB: Dua Peluncur Rudal Ditemukan di Yaman, Diduga Dari Iran

Ilustrasi peluncur rudal jenis terbaru. Foto-ITAR-TASS

apahabar.com, YAMAN – Dua unit peluncur misil anti-tank yang ditemukan koalisi militer pimpinan Saudi di Yaman tampaknya telah diproduksi di Iran tahun 2016 dan 2017, menurut laporan rahasia PBB yang dilihat Reuters pada Selasa (11/12).

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tidak secara khusus menyatakan apakah penemuan unit-unit peluncur peluru kendali tersebut di Yaman merupakan pelanggaran atas resolusi PBB yang berlaku efektif pada Januari 2016. Resolusi itu mencegah Iran mengimpor atau mengekspor senjata atau bahan-bahan terkait jika Dewan Keamanan tidak memberikan persetujuan.

Baca Juga : Perenang Jepang Pecahkan Rekor Dunia di China

“Sekretariat menemukan bahwa unit-unit peluncur misil itu memiliki karakteristik buatan Iran dan tahun produksinya tertera tahun 2016 dan 2017,” kata Guterres dalam laporan dua tahunannya kepada Dewan Keamanan mengenai implementasi sanksi-sanksi atas Iran.

“Sekretariat juga memeriksa rudal permukaan ke udara, sebagian bisa dibongkar, disita koalisi pimpinan Saudi dan mengamati fitur-fiturnya tampak konsisten dengan sebuah rudal buatan Iran,” tulisnya.

Perang perwalian sedang terjadi di Yaman antara Iran dan Arab Saudi. Koalisi pimpinan Saudi campur tangan tahun 2015, mendukung pasukan pemerintah yang berperang melawan gerakan Houthi sekutu Iran.

Pihak Houthi harus tunduk pada embargo senjata terpisah sejak tahun 2015. Iran telah berulang-ulang membantah memasok senjata ke Houthi.

DK PBB dijadwalkan membahas laporan terbaru dari Guterres itu pada Rabu (12/120, kata para diplomat.

Baca Juga : Pemukim Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsha

Sumber: Antara
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Mahasiswa AS Tewas Usai Kerja Paksa, Korut Divonis Bayar Rp7,2 Triliun
apahabar.com

Global

Akhirnya, Warga Kuba Bisa Akses Internet dari Ponsel Mereka
apahabar.com

Global

Di Polandia, WALHI Minta Para Kepala Negara Serius Tangani Perubahan Iklim

Ekbis

Eksportir Timteng dan Asia Beli Ikan Patin Indonesia Rp145 M
apahabar.com

Global

Makam Pendeta Agung Berusia 4.400 Tahun Ditemukan, Begini Penampakannya
apahabar.com

Global

Indonesia dan Australia Perpanjang Kerjasama Penanggulangan Terorisme
apahabar.com

Global

Peristiwa Langka, Super Blood Moon akan Terlihat di Januari Mendatang
apahabar.com

Global

Ribuan Warga Serbia Turun ke Jalan, Protes Serangan Terhadap Politisi Oposisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com