Megaproyek Kereta Api Kalsel Belok ke Jorong: Tak Mudah Mengintegrasikan KEK Breaking News! Bangunan Pasar Lima Ambruk, 4 Orang Sempat Terjebak Pengemudi Ojol Lebih Memilih Pakai Motor Konvensional Dibanding Motor Listrik, Terungkap Alasannya Samsung Galaxy A23 5G Dirilis, Spesifikasinya Dirancang untuk Generasi Milenial Di Tengah Krisis Pangan, Jokowi Sentil Kecilnya Porsi Startup Agrikultur

PBNU: Pembunuhan Pekerja di Papua Kejahatan Kemanusiaan Serius

- Apahabar.com     Kamis, 6 Desember 2018 - 19:44 WITA

PBNU: Pembunuhan Pekerja di Papua Kejahatan Kemanusiaan Serius

Helmy Faishal Zaini. Foto: Madaninews.id

apahabar.com, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Helmy Faishal Zaini mengatakan pembunuhan para pekerja jalan dan jembatan di Kabupaten Nduga, Papua, merupakan kejahatan kemanusiaan yang sangat serius.

“Ini merupakan kejahatan kemanusiaan yang sangat keji. Jelas sekali melanggar HAM,” kata Helmy dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis (6/12).

Diberitakan, sebanyak 31 pekerja proyek jalan Trans Papua yang sedang bekerja membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, diduga dibunuh kelompok bersenjata.

Pembunuhan diduga terjadi pada Minggu (2/12) malam.

Baca Juga : Penembakan Puluhan Pekerja di Papua, Polda Kalsel Siaga

Polda Papua menduga sebanyak 24 orang dibunuh di hari pertama, delapan orang yang berusaha menyelamatkan diri di rumah anggota DPRD, tujuh di antaranya dijemput dan dibunuh KKB dan satu orang belum ditemukan.

Atas hal itu, Helmy meminta pihak-pihak terkait, terutama pemerintah pusat juga kepala daerah, kepala distrik, kepala kampung, DPR, juga tokoh masyarakat di sana untuk saling bekerja sama dengan pihak aparat keamanan untuk segera menyelesaikan dan mencari akar persoalan ini.

“Harus diusut dengan tuntas. Sebab tugas negara adalah melindungi nyawa rakyatnya,” katanya.

Baca Juga : Panglima TNI Tegaskan Pembangunan Jembatan Kali Yigi

Sumber: Antara
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Mahfud MD: Jokowi Sangat Perhatikan Pesantren

Nasional

Mahfud MD: Jokowi Sangat Perhatikan Pesantren

Nasional

Duh, Jenazah Covid-19 Surabaya Antre 20 Jam untuk Dimakamkan
apahabar.com

Nasional

Sosok Sukanto Tanoto, Konglomerat Penguasa Lahan Ibu Kota Baru RI
apahabar.com

Nasional

Demonstrasi di Wamena Berujung Anarkis, Bandara Wamena Ditutup
apahabar.com

Nasional

Kejar Persyaratan BPJS, KARS Lakukan Percepatan Akreditasi Rumah Sakit
apahabar.com

Nasional

Indonesia Miliki Fondasi Sangat Kuat untuk Transformasi Digital
Bansos

Nasional

3 Bansos Cair Esok, Menteri Risma: Tak Untuk Beli Rokok!
Empat WNI Menolak Dievakuasi dari Wuhan dan Tiga Lainnya Tak Penuhi Syarat Terbang

Nasional

Empat WNI Menolak Dievakuasi dari Wuhan dan Tiga Lainnya Tak Penuhi Syarat Terbang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com