Viral Surat Cinta BPK untuk Masyarakat Setelah Insiden Maut di Lingkar Dalam Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik Pukuli Korban Gegara Halangi Jalan, Supir Travel di Tanbu Ditangkap Aksi Skimming di Balikpapan: Klik Link WA, Saldo Belasan Juta Lenyap Serahkan Belasan Tuntutan, SP KEP Kawal DPRD Tabalong Sampai ke Jakarta

Pedagang Pasar Terapung Berangsur Sirna

- Apahabar.com     Rabu, 5 Desember 2018 - 17:20 WITA

Pedagang Pasar Terapung Berangsur Sirna

PASAR TERAPUNG – Sampai kapankah Pasar Terapung di Kuin bisa bertahan?. Foto-sportourims

PASAR terapung atau pasar apung yang kini menjadi objek andalan kepariwisataan Kalimantan Selatan, khususnya Kota Banjarmasin, diduga suatu produk kebudayaan era kesultanan Banjar yang masih lestari.

Beberapa pedagang di pasar terapung mengaku tidak tahu persis kapan kegiatan transaksi di atas air melalui sampan tersebut mulai tumbuh dan berkembang di kawasan yang dikenal sebagai “daratan dengan seribu sungai” itu. Menurut para pedagang, mereka berjualan seperti ini hanya meneruskan kebiasaan orang tua mereka. Sementara orang tua-orang tua mereka mengaku meneruskan hal itu dari kebiasaan pendahulunya juga.

Pasar terapung di wilayah ini terdapat di dua lokasi, yang besar di Desa Kuin atau di atas Sungai Barito Kota Banjarmasin, sedangkan yang kedua di Desa Lok Baintan, Kabupaten Banjar atau perjalanan satu jam naik klotok (perahu bermesin) dari pusat Kota Banjarmasin. Sangat disayangkan keberadaan pasar terapung Desa Kuin, Kota Banjarmasin lambat laun berkurang dan sekarang sudah tak terlihat lagi, sedangkan di Lok Baintan, Kabupaten Banjar masih hidup hingga sekarang.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin sejak kepemimpinan Wali Kota Haji Muhidin menciptakan pasar terapung buatan di Sungai Martapura, tetapnya di lokasi objek wisata Siring Tendean. Ternyata, pasar buatan tersebut berkembang baik dan menjadi objek wisata andalan kota ini. Hanya saja objek wisata pasar terapung ini buka saat Sabtu dan Minggu dan dikunjungi tak kurang dari enam ribu orang per minggu. Banyak kalangan berharap pasar terapung buatan ini bisa beroperasi tiap hari, karena banyak kunjungan wisatawan di luar Sabtu dan Minggu.

Baca Juga : Pengelolaan Parkir Pasar Ulin Raya di Banjarbaru Tanpa Lelang

Berdasarkan berbagai keterangan, musnahnya pasar terapung yang berada di Desa Kuin yang dahulu sempat dipopulerkan melalui tayangan “RCTI Oke” disebabkan beberapa hal.
Namun, perkiraannya akibat kian berkembang pembangunan di mana jalan-jalan darat di kawasan tersebut terus sambung-menyambung.

Melalui jalan darat yang mulus dan sambung-menyambung akibatnya banyak pedagang eceran terutama pedagang sayuran, ikan, dan buah-buahan yang tadinya memanfaatkan sampan sebagai sarana berdagang, mengalihkan menggunakan sepeda atau sepeda motor lewat jalan darat untuk mengunjungi desa-desa di kawasan tersebut.

Dengan beralihnya kebiasaan tersebut, aktivitas transaksi di atas air terus berkurang dan akibatnya pedagang grosir yang datang dengan kapal-kapal pun berkurang, akhirnya pasar terapung itu bubar. Namun, ada juga yang menyebutkan bubarnya pasar terapung di Desa Kuin lantaran lokasi terkena imbas dari kapal-kapal penyebarangan angkutan penumpang karyawan pabrik polywood (kayu lapis), yang melahirkan gelombang, akhirnya banyak pedagang yang menggunakan sampan takut terbaik sampannya terkena gelombang kapal angkutan itu.

Sumber : Antara
Editor : Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Israel

Tak Berkategori

Israel Peringatkan Dunia soal Presiden Baru Iran, Kenapa?

Tak Berkategori

Dialog Apindo Kalsel, Empat Maskapai Absen
apahabar.com

Tak Berkategori

Disebut Terbanyak se-Asia, Begini Riwayat Pemadam Kebakaran di Banjarmasin
apahabar.com

Tak Berkategori

Renovasi Stadion 17 Mei Dimulai Juni 2019

Tak Berkategori

Beberapa Jam Usai Beraksi, Maling Motor di Banjarmasin Tengah Diringkus
PDAM

Tak Berkategori

Geledah Kantor PDAM, Penyidik Kejari HST Temukan Dokumen Pengadaan
Pembelajaran Tatap Muka

Tak Berkategori

Menjelang Pembelajaran Tatap Muka di Batola, Sejumlah Orang Tua Masih Was-was
Elpiji 3 Kilogram

Tak Berkategori

Redam Gejolak Elpiji 3 Kilogram, Pemkab Tala Punya Kartu Kendali
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com