Maladministrasi, Pemkot Banjarmasin Diminta Setop Tertibkan Reklame Sepihak BREAKING NEWS: BNN Benarkan Tangkap Oknum DPRD Tala Saat Pesta Sabu Bisnis Terselubung, Polisi Kotabaru Tangkap 2 Pelaku TV Kabel Rekonstruksi Pembunuhan di Buncit Indah, Satu Pelaku Sakit Dikabarkan Tertangkap Pesta Sabu, SRN Anggota DPRD Tanah Laut Buka Suara

Pelanggaran HAM Berat Belum Ditindaklanjuti Jaksa Agung

- Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 17:00 WIB

Pelanggaran HAM Berat Belum Ditindaklanjuti Jaksa Agung

Ilustrasi. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Sebanyak 10 penyelidikan pelanggaraan HAM berat yang telah diserahkan Komnas HAM hingga 2018 kepada Jaksa Agung belum ditindaklanjuti, kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik.

Pelanggaran HAM berat tersebut adalah penembakan mahasiswa Trisakti, Semanggi I, Semanggi II, peristiwa Mei 1998, peristiwa Talangsari, kasus Wamena, peristiwa Wasior, peristiwa Jambu Keupok, peristiwa Simpang KKA dan Rumoh Geudong.

“Kami meminta Presiden untuk memerintahkan Jaksa Agung agar segera melakukan penyidikan sehingga hasil penyelidikan Komnas HAM 10 berkas bisa dilanjutkan,” kata Ahmad Taufan Damanik dalam peringatan Hari HAM Internasional 2018 di Jakarta, Senin (10/12).

Menurut dia, dalam pertemuan terakhir dengan Presiden Joko Widodo pada 8 Juni 2018 terdapat arahan agar kasus tersebut dimulai proses yudisialnya.

Baca Juga : Tim Prabowo-Sandi Diinstruksikan Rekrut Banyak Relawan Jateng

Jalur yudisial diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia untuk dilakukan penyelidikan terhadap pelanggaran HAM berat oleh Komnas HAM, dan hasil penyelidikannya diserahkan kepada penyidik (Jaksa Agung).

Untuk mekanisme di luar persidangan, Ahmad Taufan Damanik mengatakan terdapat kemungkinan tersebut, tetapi Komnas HAM menekankan cara itu tetap harus berlandaskan hukum.

Kasus Wamena dan Jambu Kepok disebutnya memiliki kerumitan lebih sedikit dibandingkan kasus 1965 dan 1998 sehingga diharapkan segera dilanjutkan ke tahap penyidikan.

“Waktu itu sudah muncul disebut kasus ini (kasus Wamena dan Jambu Kepok), tetapi sampai sekarang gantung lagi,” ucap dia.

Menurut Taufan kasus-kasus pelanggaran HAM berat ini harus diselesaikan karena merupakan kewajiban bangsa ini sebagai bangsa beradab.

Baca Juga : Menteri Agama Dijadwalkan Tandatangani Kesepakatan Haji di Saudi

Sumber : Antara
Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Erick Thohir hingga Bahlil Lahadalia Dinilai Pantas Jadi Menteri

Nasional

Sosok Irfan Alaydrus Calon Suami Najwa Shihab Putri Habib Rizieq Bukan Orang Biasa, Lulusan Fisika Nuklir ITB?
apahabar.com

Nasional

Haul Guru Sekumpul, Ibu Melahirkan Dirujuk dengan Speed Boat
apahabar.com

Nasional

Berikut TPS Tempat Capres dan Tokoh Nasional Mencoblos
apahabar.com

Nasional

Mahalnya Tiket Pesawat Hambat Pertumbuhan Ekonomi
apahabar.com

Nasional

Kerusuhan di Rutan Siak, Puluhan Napi Kabur
apahabar.com

Nasional

Bukan PAN Reformasi, Nih Nama Partai Baru Amien Rais
apahabar.com

Nasional

Kemenag Sumatera Imbau Salat Gaib untuk Mbah Moen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com