Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Pemalsu Dokumen Terancam Hukuman 8 Tahun Penjara

- Apahabar.com Selasa, 4 Desember 2018 - 10:45 WIB

Pemalsu Dokumen Terancam Hukuman 8 Tahun Penjara

Petugas kepolisian menunjukkan dokumen palsu yang digunakan tersangka saat rilis kasus penangkapan calo CPNS Kemenhuham di Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/10). Foto-Antara

apahabar.com, KENDARI – Komplotan pemalsu dokumen yang menjalani penyidikan pada Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara terancam hukuman 8 tahun penjara.

Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) III Direskrimum Polda Sultra Kompol Robi Manusiwa di Kendari, Selasa, mengatakan bahwa lima orang tersangka dijerat Pasal 266 KUHP sub. Pasal 264 KUHP lebih sub. Pasal 263 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 55 KUHP.

“Aktivitas ilegal berupa pemalsuan dokumen yang sudah menjadi profesi para pelaku membutuhkan waktu cukup lama hingga terungkap,” Robi.

Lima tersangka yang diringkus pada tanggal 22 November 2018 berinisial RC, MN, AA, LA, dan MD. Tersangka utama dalam tindakan pemalsuan dokumen adalah RC.

Penyidik menyita barang bukti berupa satu unit komputer jinjing, satu unit printer, satu unit alat scan, satu unit telepon genggam merek Samsung S7.

Surat dokumen keterangan usaha, surat keterangan pajak bumi dan bangunan (PBB), surat keterangan slip gaji, kartu NPWP (asli), surat keterangan domisili, KTP, dan kartu keluarga.

Tersangka utama RC melakukan pemalsuan dengan cara mengedit dan mencetak, sedangkan empat tersangka lainnya adalah pemesan dokumen palsu tersebut.

“Kami berhasil mengamankan 350 buah NPWP (asli) dari lokasi yang dibuat dengan menggunakan dokumen palsu didukung beberapa berkas persyaratan palsu lainnya,” kata Robi.

Ia mengatakan bahwa jasa pengerjaan dokumen bervariasi antara Rp10 ribu per dokumen dan pengurusan penerbitan NPWP senilai Rp150 ribu.

Sumber : Antara
Editor : Rian

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

JMSI Sayangkan Vonis untuk Pimred Banjarhits.id
apahabar.com

Nasional

1.620 Relawan Tuntas Dapat Suntikan Pertama Uji Klinis Vaksin Covid-19
apahabar.com

Nasional

Kampanye Akbar Jokowi-Amin di Kalsel, Persiapan Stadion 17 Mei 50 Persen
apahabar.com

Nasional

Selasa Pagi, Ibu Kota Negara Peringkat Kedua Udara Terkotor Dunia
apahabar.com

Nasional

HUT Ke-75, Kapolri Beri Kejutan Panglima TNI
apahabar.com

Nasional

1.574 Personel Tim Gabungan Siap Amankan Kedatangan Jokowi di Palangkaraya
apahabar.com

Nasional

Ma’ruf Amin Serukan Rekonsiliasi Nasional Pasca-Pemilu 2019
apahabar.com

Nasional

Berat Turun! Intip Kondisi Terkini Titi Wati
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com