Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Pembeli Elpiji 3 Kg akan Ditandai Tinta di Jari

and - Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 17:44 WIB
and - Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 17:44 WIB

Pembeli Elpiji 3 Kg akan Ditandai Tinta di Jari

Ilustrasi jari bertinta. Fot-Kaskus

apahabar.com, PONTIANAK – Demi kuota elpiji subsidi yang tepat sasaran, Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan setempat akan menerapkan kebijakan, memberikan tanda tinta di jari kepada setiap pembeli elpiji bersubsidi di agen dan pangkalan.

“Penggunaan tinta di jari si pembeli bertujuan agar yang bersangkutan tidak membeli elpiji subsidi secara berulang sehingga elpiji tiga kilogram tersebut memang dibeli oleh yang berhak saja,” kata Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kota Pontianak Haryadi S Triwibowo di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin.

Haryadi menjelaskan, penerapan pembelian elpiji dengan memberikan tinta bagi si pembeli akan dilakukan mulai Kamis (13/12) sehingga kuota elpiji subsidi di lingkungan Kota Pontianak memang benar-benar tepat sasaran.

“Penerapan model tersebut, karena ada indikasi ibu-ibu rumah tangga yang membeli lebih dari kebutuhan mereka, dengan cara membeli elpiji dari pangkalan yang berbeda-beda, setelah terkumpul, dijual kembali,” ungkapnya.

Karena itu, menurut dia, bagi masyarakat yang telah diberi tinta di jarinya tidak bisa berbohong untuk membeli elpiji lagi di agen atau pangkalan lain. “Tetapi kalau menggunakan KTP atau KK seperti sebelumnya, oknum warga yang bersangkutan masih bisa membeli di tempat lain,” katanya.

Haryadi menambahkan, tinta tersebut baru terhapus dari jari pembeli elpiji sekitar dua minggu atau sama dengan jatah setiap KK dua minggu dalam pembelian elpiji subsidi tersebut.

“Selain itu, kami juga sudah membuat surat edaran kepada hotel, restoran, rumah makan, PNS agar tidak menggunakan elpiji tiga kilogram karena elpiji tersebut memang diperuntukkan bagi masyarakat miskin,” ujarnya.

Data Pemkot Pontianak menunjukkan, kuota elpiji subsidi untuk wilayah Kota Pontianak sebulan sekitar 56 ribu tabung. “Seharusnya kuota itu sudah cukup, tetapi ada masalah di lapangan, di mana ada masyarakat yang membeli untuk dijual kembali,” ujarnya.

Baca Juga : Wapres: Bawaslu Harus Lebih Pintar dari yang Diawasi

Sumber: Antara
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Minta Negara Sebut Dalang Kerusuhan Demo Omnibus Law, SBY : Saya Nggak Yakin BIN Anggap Saya Musuh Negara
apahabar.com

Nasional

Upayakan Peningkatan Kualitas Ternak, Kabupaten Siak Gelar Kontes Sapi
apahabar.com

Nasional

Tak Ingin Pisah, SBY Minta Jenazah Diantar Pakai Pesawat Hercules
apahabar.com

Nasional

Jalur Pendakian ke Gunung Semeru Ditutup 3 Januari 2019
apahabar.com

Nasional

Mardani H Maming : Manfaatkan Jumpa Jokowi untuk Kemajuan Generasi Milenial Kalsel
apahabar.com

Nasional

Titi Wati Termasuk 10 Besar Manusia Tergemuk di Dunia, Nomor Berapa?
apahabar.com

Nasional

Tembus 5 Juta Kasus, Kasus Covid-19 Dunia Capai Rekor Harian Tertinggi
apahabar.com

Nasional

Jokowi Soroti Ancaman Krisis Pangan dan Ketahanan Energi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com