Viral Surat Cinta BPK untuk Masyarakat Setelah Insiden Maut di Lingkar Dalam [ANALISIS] Tembok Retak RS Sultan Suriansyah Tuai Sorotan Aturan Baru Berlaku, Penumpang di Syamsudin Noor Masih Stagnan  Cuaca Hari Ini, Hujan Disertai Petir Mengintai Kalsel Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik

Pemerintah Dorong Terwujudnya Perlindungan Pekerja Perempuan dari Pelecehan Seksual

- Apahabar.com     Jumat, 7 Desember 2018 - 16:56 WITA

Pemerintah Dorong Terwujudnya Perlindungan Pekerja Perempuan dari Pelecehan Seksual

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. Foto - net

apahabar.com,JAKARTA  –  Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak mendorong terwujudnya perlindungan pekerja dari pelecehan seksual, salah satunya dalam bentuk ruang pengaduan.

“Negara mempunyai kewajiban untuk mendorong terwujudnya keamanan dan kenyamanan bagi warganya, khususnya masyarakat pekerja, serta bagi yang rentan terhadap pelecahan seksual.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membentuk ruang pengaduan,” kata Sekretaris Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Prijadi Santosa dalam rilis yang masuk ke apabahar.com, Jumat (7/12).

Keamanan dan kenyamanan dalam bekerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja, tidak terpenuhinya hak-hak pekerja perempuan, diskriminasi, dan pelecehan seksual di tempat kerja menyebabkan berkurangnya semangat kerja, menurunya produktifitas kerja, dan merupakan tindakan yang tidak diingini oleh korban.

“Di ruang pengaduan tersebut para pekerja perempuan dapat melaporkan kejadian yang menimpa dirinya dan mendapatkan penyelesaian kasus tersebut. Pada 2017 telah dibentuk Posko Pembelaan Buruh Perempuan di Kawasan Berikat Nusantara Cakung, Jakarta Timur,” terang Prijadi Santosa.

Posko Pembelaan Buruh Perempuan di Kawasan Berikat Nusantara Cakung merupakan posko percontohan, karena di Kawasan Industri di tempat lain belum menyediakan posko pengaduan seperti yang telah dilakukan oleh Kawasan Berikat Nusanatara (KBN), Cakung tersebut.

Harapannya itu pun diikuti daerah lain, termasuk saat pertemuan pembentukan posko layanan di kawasan industri di Kota Cilegon, Banten, baru-baru ini.

“Kami berharap agar Pemerintah Daerah Cilegon dapat bekerja sama dengan Kemen PPPA untuk membuat Posko Layanan Pengaduan seperti halnya di BKN Cakung Jakarta Timur tersebut, sehingga pelanggaran terhadap hak-hak pekerja perempuan, khususnya pelecahan seksual yang dialami oleh pekerja perempuan dapat dihapuskan,” harap Priyadi.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), hingga 2018 terdapat 1.605 perusahaan industri besar dan sedang di Provinsi Banten. Namun, selama ini belum ada data mengenai pelanggaran norma kerja termasuk pelecehan seksual di tempat kerja.

Beberapa faktor yang mempengaruhi tidak adanya catatan tersebut antara lain adanya rasa takut, rasa malu, keterbatasan informasi terkait tempat pengaduan, dan lain-lain.

“Tanpa mempedulikan jenis kelamin,  sudah sepantasnya setiap individu mendapat hak dan kesempatan yang sama, terutama bagi mereka yang berada di tempat kerja : peluang kerja, perlakuan karyawan, maupun gaji yang diterima,” timpal Kepala DP3AKKB Provinsi Banten, Sitti Ma’Ani Nina.

 

Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Gempa

Nasional

Gempa M 4,1 Guncang di Sukabumi
Jokowi

Nasional

Ada Ramalan Covid-19 RI Tembus 50 Ribu per Hari, Ini Strategi Jokowi
Tahun Baru Imlek

Nasional

Tahun Baru Imlek, Jokowi: Masa Sulit Ini Lampion Harapan Harus Tetap Diapungkan
apahabar.com

Nasional

Gilang Bungkus Tersangka, Terancam 6 Tahun Penjara
apahabar.com

Nasional

Mayat Tanpa Kepala di Kalteng Korban Sodomi
apahabar.com

Nasional

Diduga Terlibat Jaringan Teroris, Polisi Amankan Seorang Wanita di Binjai
apahabar.com

Nasional

Presiden Lantik Belasan Anggota Konsil Kedokteran Indonesia
apahabar.com

Nasional

Ancam Rusak Habitat Bekantan, Pembangunan Infrastruktur di Ibu Kota Baru Dikaji
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com