INNALILLAHI, Anggota TNI Ditemukan Membusuk di Indekos Banjarmasin Kesbangpol dan KPU Jamin Hak 8.620 Pemilih Difabel di Kalsel Terpenuhi Tabir Kematian 2 Bocah di Benawa HST, Korban Dipocong Hidup-Hidup oleh Ibu Kandung Pembunuhan Wakar di Kelayan B Sudah Direncanakan, Pelaku Khilaf karena Luka Lama Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless

Pemimpin Pemberontak: Aku Menyerah dengan Tuan Guru Zainal Ilmi

- Apahabar.com Kamis, 27 Desember 2018 - 10:14 WIB

Pemimpin Pemberontak: Aku Menyerah dengan Tuan Guru Zainal Ilmi

Tuan Guru Zainal Ilmi. Foto-aladamyarrantawie.blogspot.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Layaknya air yang memadamkan panasnya api, begitulah kiranya kelembutan akhlak memadamkan amarah yang berapi-api.

Kelembutan akhlak yang mampu memadamkan api amarah ditunjukkan KH Zainal Ilmi atau yang juga dikenal dengan Tuan Guru Zainal Ilmi, ketika berhadapan dengan pimpinan pemberontak pasca kemerdekaan.

Untuk diketahui, Tuan Guru Zainal Ilmi adalah Penasehat Badan Pemulihan Keamanan di tahun 1956. Sehingga beliau sering melakukan lawatan ke berbagai daerah rawan konflik untuk menenangkan masyarakat agar tidak ikut-ikutan melakukan perlawanan.

Diungkapkan seorang pengajar di Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, Dalam Pagar Martapura, KH Muhammad Fadlan, Tuan Guru Zainal Ilmi pernah berhadapan langsung dengan pimpinan pemberontak bernama Raden.

“Pemberontak di Banjar kala itu lebih dikenal dengan sebutan gerombolan,” ujar Guru Fadlan –akrab ulama itu disapa.

Baca Juga: Kapal Datu Kelampayan Hampir Tenggelam, Ternyata Jin Ini Pelakunya

Pasukan gerombolan ini, lanjut Guru Fadlan, sebelumnya adalah pejuang kemerdekaan. Namun setelah merdeka, mereka tidak mendapat tempat dalam perekrutan penjaga keamanan negara.

“Tentara Indonesia waktu itu memiliki standart baru, salah satunya tinggi badan,” kata Guru Fadlan.

Dengan ketentuan itu, para pejuang yang tak masuk dalam ketentuan Tentara Indonesia yang telah dibuat pusat, merasa tidak dihargai. Mereka pun memberontak.

Hal ini, sambung Guru Fadlan, rupanya diketahui Tuan Guru Zainal Ilmi. Maka dalam beberapa kunjungannya ke daerah-daerah rawan, salah satunya daerah Karang Intan Martapura, beliau menyampaikan simpatinya kepada para pejuang yang merasa dikucilkan itu.

Tanpa diduga, sambutan manis pun diungkapkan seorang pimpinan pemberontak yang tak lain adalah Raden, dia berujar: Saya menyerah dengan Tuan Guru Zainal Ilmi.

“Karena mereka menyerah denganku, aku meminta kepada pemerintah, agar mereka tidak ditangkap, dan carikan pekerjaan yang layak untuk mereka,” ucap Tuan Guru Zainal Ilmi

Mendengar permintaan Tuan Guru Zainal Ilmi, pemerintah pun tidak memenjarakan Raden dan anak buahnya. Mereka dicarikan pekerjaan yang layak.

“Yang saya tahu, Raden kemudian diberdayakan menjadi penjaga penjara,” ungkap Guru Fadlan.

Baca Juga: Babad Lombok Sebut Dilembu Mangku Rat Penyebar Islam di Banjarmasin

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Jemaah Islam Aboge dari 5 Kecamatan di Probolinggo Lebaran Hari Ini
apahabar.com

Hikmah

Riwayat Tangisan Umar bin Abdul Aziz Ketika Dapat Jabatan
apahabar.com

Habar

Cek Fakta, Majelis Asuhan Guru Syaifuddin Zuhri Dikabarkan Kembali Aktif
apahabar.com

Religi

Inilah Ulama Andalan Kalsel di “Muktamar Nasional” Tempo Dulu
apahabar.com

Religi

Keramat Imam Ahmad bin Hambal: Sepasang Sandal yang Membuat Jin Ketakutan
apahabar.com

Hikmah

Kisah Mualaf Rapper Williams, Temukan ‘Rumah’ dalam Islam
apahabar.com

Habar

MUI Keluarkan Fatwa Salat Ied dan Teknis Praktik Kurban
apahabar.com

Hikmah

Bahaya Terlalu Cinta Dunia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com