ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Religi

Kamis, 27 Desember 2018 - 10:14 WIB

Pemimpin Pemberontak: Aku Menyerah dengan Tuan Guru Zainal Ilmi

Redaksi - apahabar.com

Tuan Guru Zainal Ilmi. Foto-aladamyarrantawie.blogspot.com

Tuan Guru Zainal Ilmi. Foto-aladamyarrantawie.blogspot.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Layaknya air yang memadamkan panasnya api, begitulah kiranya kelembutan akhlak memadamkan amarah yang berapi-api.

Kelembutan akhlak yang mampu memadamkan api amarah ditunjukkan KH Zainal Ilmi atau yang juga dikenal dengan Tuan Guru Zainal Ilmi, ketika berhadapan dengan pimpinan pemberontak pasca kemerdekaan.

Untuk diketahui, Tuan Guru Zainal Ilmi adalah Penasehat Badan Pemulihan Keamanan di tahun 1956. Sehingga beliau sering melakukan lawatan ke berbagai daerah rawan konflik untuk menenangkan masyarakat agar tidak ikut-ikutan melakukan perlawanan.

Diungkapkan seorang pengajar di Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, Dalam Pagar Martapura, KH Muhammad Fadlan, Tuan Guru Zainal Ilmi pernah berhadapan langsung dengan pimpinan pemberontak bernama Raden.

“Pemberontak di Banjar kala itu lebih dikenal dengan sebutan gerombolan,” ujar Guru Fadlan –akrab ulama itu disapa.

Baca juga :  Cerita Kecintaan Syekh Yasin dengan Bangsa Indonesia

Baca Juga: Kapal Datu Kelampayan Hampir Tenggelam, Ternyata Jin Ini Pelakunya

Pasukan gerombolan ini, lanjut Guru Fadlan, sebelumnya adalah pejuang kemerdekaan. Namun setelah merdeka, mereka tidak mendapat tempat dalam perekrutan penjaga keamanan negara.

“Tentara Indonesia waktu itu memiliki standart baru, salah satunya tinggi badan,” kata Guru Fadlan.

Dengan ketentuan itu, para pejuang yang tak masuk dalam ketentuan Tentara Indonesia yang telah dibuat pusat, merasa tidak dihargai. Mereka pun memberontak.

Hal ini, sambung Guru Fadlan, rupanya diketahui Tuan Guru Zainal Ilmi. Maka dalam beberapa kunjungannya ke daerah-daerah rawan, salah satunya daerah Karang Intan Martapura, beliau menyampaikan simpatinya kepada para pejuang yang merasa dikucilkan itu.

Baca juga :  Cerita Kecintaan Syekh Yasin dengan Bangsa Indonesia

Tanpa diduga, sambutan manis pun diungkapkan seorang pimpinan pemberontak yang tak lain adalah Raden, dia berujar: Saya menyerah dengan Tuan Guru Zainal Ilmi.

“Karena mereka menyerah denganku, aku meminta kepada pemerintah, agar mereka tidak ditangkap, dan carikan pekerjaan yang layak untuk mereka,” ucap Tuan Guru Zainal Ilmi

Mendengar permintaan Tuan Guru Zainal Ilmi, pemerintah pun tidak memenjarakan Raden dan anak buahnya. Mereka dicarikan pekerjaan yang layak.

“Yang saya tahu, Raden kemudian diberdayakan menjadi penjaga penjara,” ungkap Guru Fadlan.

Baca Juga: Babad Lombok Sebut Dilembu Mangku Rat Penyebar Islam di Banjarmasin

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Apa Itu Encephalitis, Penyakit yang Diderita Mendiang Bek Timnas U-16 Alfin Lestaluhu
apahabar.com

Habar

Arab Saudi Berencana Buka 90 Ribu Masjid Minggu Depan
apahabar.com

Religi

Kapal Datu Kelampayan Hampir Tenggelam, Ternyata Jin Ini Pelakunya
Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 24 April, Lebaran 24 Mei 2020

Habar

Simak Fatwa Muhammadiyah Soal Salat Tenaga Medis Covid-19
apahabar.com

Hikmah

Pelajaran Berharga Dari Sang Wali Allah Habib Basirih
apahabar.com

Habar

Kader Muda NU Hadirkan Habib Seggaf Baharun di Tabligh Akbar, Catat Tanggalnya
apahabar.com

Hikmah

12 Keistimewaan Salat Malam
apahabar.com

Religi

Menolak Ajakan Istri Berhubungan, Apakah Suami Berdosa?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com