ga('send', 'pageview');
Sekelumit Peran BRG di Kalsel, Lembaga yang Bakal Dibubarkan Jokowi Jadi Gubernur Butuh Rp100 Miliar, Rosehan: Saya Tak Punya Uang Horeee, Temuan Vaksin Bikin Rupiah Berpeluang Menguat Sidak ke HBI, Petugas Sindir Pengelola Nashville Pub Salip Pekapuran, Teluk Dalam Tertinggi Kasus Covid-19 di Banjarmasin




Home Gaya

Selasa, 4 Desember 2018 - 16:26 WIB

Penebar Teror dan Hoak Mewarnai Cerita Wayang Ajen di Tasikmalaya

Redaksi - Apahabar.com

Wayang Ajen. Foto - ngopiwayang.id

Wayang Ajen. Foto - ngopiwayang.id

apahabar.com, TASIKMALAYA – Ki Dalang Wawan Ajen tahu benar cara menghibur masyarakat Tasikmalaya. Teror dan hoak yang sedang melanda bangsa, disipkannya dengan apik dalam cerita pertempuran antara Pandawa dan Kurawa.

Lewat atraksinya, Ki Dalang Wawan Ajen bukan hanya memberi hiburan. Tetapi juga mengedukasi masyarakat. Khususnya untuk melestarikan Seni Wayang Golek.

Dalam pementasannya kali ini, Dalang Wawan mengangkat cerita Aji Narantaka. Dia tampil lugas dan simpel. Namun, tetap mengedepankan kesesuaian antara cerita dan nilai-nilai kehidupan.

Dan seperti biasa, Wawan Ajen menyisipkan daya tarik utamanya. Yaitu konsep pemanggungan wayang kekinian (milenial). Hal inilah yang membuat ‘Wayang Ajen’ menjadi tontonan yang lebih menarik.

Baca juga :  Belanja Online, Pria Lebih Banyak Lakukan Ini

“Panggung Wayang Ajen adalah destinasi pariwisata budaya. Tersaji atraksi yang lengkap dan apik sebagai paduan potensi kultur yang saling melengkapi,” terang Dalang Wayang Ajen Wawan Gunawan.

Pementasan Wayang Ajen dimulai pukul 19.30 WIB, di Lapangan Desa Singajaya, Kecamatan Cibalong, Tasikmalaya.

Ki Dalang menceritakan bagaimana kekuasaan Bangsa Kurawa. Di bawah kekuasaan Raja Astina Duryudana, yang disokong kroni-kroninya yang jahat, culas seperti Dursasana, Sengkuni dan Dorna, mereka selalu mencari celah untuk menghancurkan Pandawa dari Negeri Amarta.

Menariknya, lakon Suyudana dan Dursasana digambarkan sebagai penebar teror dan berita Hoax. Mereka menebar kebencian, menghujat Pandawa, memecah belah bangsa dan rakyatnya.

Baca juga :  Akhirnya, E-sports Resmi Masuk Cabor KONI Tapin Direstui Dispora

Sementara Ksatria Amarta putra Pandawa Bima, Yudistira, Arjuna, Nakula dan Sadewa, dibawah wejangan Prabu Kresna dan Semar selalu waspada. Mereka penuh dengan ketenangan dan kebajikan dalam menghadapi tantangan.

Diceritakan Prabu Kresna memberikan amanat dan mandat khusus pada Ksatria Gatutkaca. Tujuannya untuk menghadapi kekuatan Dursala.

Kesatria Gatutkaca dibantu Aji Narantaka, dari Guru sejatinya Resi Seta di Pertapan Cemara Tunggal Wirata, mampu menghadang kekuatan jahat Candrawira yang Dursala.

 

Sumber: travel.detik.com

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Resep Nastar Meleleh di Mulut Ala Farah Quinn
apahabar.com

Gaya

Tips Mudah Agar Kulit Tidak Kering Selama Berpuasa Ala Dokter Rama
apahabar.com

Gaya

Dengan Aa Gym, Deddy Corbuzier Bicara Kematian
apahabar.com

Gaya

Tips Traveling pada Masa New Normal, Catat 10 Pedoman Penting Ini
apahabar.com

Gaya

5 Hal yang Cowok Inginkan Saat Pacaran
apahabar.com

Gaya

Kecanduan Makan Plastik Sejak Usia 7 Tahun, Robert: Warna Biru Paling Lezat
apahabar.com

Gaya

Diet Populer 2019, Keto, Telur hingga Ala IU
apahabar.com

Gaya

Ternyata Buah Semangka Berkhasiat untuk Kecantikan Kulit dan Rambut
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com