Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Korban Jiwa, Warga HST Tewas Cara Nonton Live Streaming Liga Champions Chelsea vs Sevilla di SCTV & Vidio.com Malam Ini 7 Pemuda Diamankan Saat Demo di Banjarmasin, Polisi: Mereka Mabuk Gaduk

Penebar Teror dan Hoak Mewarnai Cerita Wayang Ajen di Tasikmalaya

- Apahabar.com Selasa, 4 Desember 2018 - 16:26 WIB

Penebar Teror dan Hoak Mewarnai Cerita Wayang Ajen di Tasikmalaya

Wayang Ajen. Foto - ngopiwayang.id

apahabar.com, TASIKMALAYA – Ki Dalang Wawan Ajen tahu benar cara menghibur masyarakat Tasikmalaya. Teror dan hoak yang sedang melanda bangsa, disipkannya dengan apik dalam cerita pertempuran antara Pandawa dan Kurawa.

Lewat atraksinya, Ki Dalang Wawan Ajen bukan hanya memberi hiburan. Tetapi juga mengedukasi masyarakat. Khususnya untuk melestarikan Seni Wayang Golek.

Dalam pementasannya kali ini, Dalang Wawan mengangkat cerita Aji Narantaka. Dia tampil lugas dan simpel. Namun, tetap mengedepankan kesesuaian antara cerita dan nilai-nilai kehidupan.

Dan seperti biasa, Wawan Ajen menyisipkan daya tarik utamanya. Yaitu konsep pemanggungan wayang kekinian (milenial). Hal inilah yang membuat ‘Wayang Ajen’ menjadi tontonan yang lebih menarik.

“Panggung Wayang Ajen adalah destinasi pariwisata budaya. Tersaji atraksi yang lengkap dan apik sebagai paduan potensi kultur yang saling melengkapi,” terang Dalang Wayang Ajen Wawan Gunawan.

Pementasan Wayang Ajen dimulai pukul 19.30 WIB, di Lapangan Desa Singajaya, Kecamatan Cibalong, Tasikmalaya.

Ki Dalang menceritakan bagaimana kekuasaan Bangsa Kurawa. Di bawah kekuasaan Raja Astina Duryudana, yang disokong kroni-kroninya yang jahat, culas seperti Dursasana, Sengkuni dan Dorna, mereka selalu mencari celah untuk menghancurkan Pandawa dari Negeri Amarta.

Menariknya, lakon Suyudana dan Dursasana digambarkan sebagai penebar teror dan berita Hoax. Mereka menebar kebencian, menghujat Pandawa, memecah belah bangsa dan rakyatnya.

Sementara Ksatria Amarta putra Pandawa Bima, Yudistira, Arjuna, Nakula dan Sadewa, dibawah wejangan Prabu Kresna dan Semar selalu waspada. Mereka penuh dengan ketenangan dan kebajikan dalam menghadapi tantangan.

Diceritakan Prabu Kresna memberikan amanat dan mandat khusus pada Ksatria Gatutkaca. Tujuannya untuk menghadapi kekuatan Dursala.

Kesatria Gatutkaca dibantu Aji Narantaka, dari Guru sejatinya Resi Seta di Pertapan Cemara Tunggal Wirata, mampu menghadang kekuatan jahat Candrawira yang Dursala.

 

Sumber: travel.detik.com

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Tanda Ikan Cupang Sakit, Serta Cara Mengatasinya!
apahabar.com

Gaya

Covid-19 Bisa Sebabkan Pasien Alami Rambut Rontok
apahabar.com

Gaya

Dorong UMKM di Tengah Pandemi, Instagram Luncurkan Fitur Shopping
apahabar.com

Gaya

10 Manfaat Minum Madu Sebelum Tidur
apahabar.com

Gaya

6 Makanan yang Mampu Redakan Perut Sembelit
apahabar.com

Gaya

Jangan Isap dan Ikat Luka Gigitan Ular, Lakukan Hal Ini Saja!
apahabar.com

Gaya

Janda Bolong Jenis Tanaman Monstera yang Lagi Naik Daun
apahabar.com

Gaya

Levi Strauss & Co Donasi 3 Juta Dolar untuk Tangani Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com