KPK Telisik Keperluan Pribadi Bupati HSU, Jamela Beri Klarifikasi Lantik Sekdakot Banjarmasin, Ibnu Sina Beri Ikhsan Budiman Sederet PR Bukan Pepesan Kosong, Kades Se-Amuntai Sweeping Truk Conch! Terkesan Plin-plan, PPKM Level 3 Nataru Batal, Kalsel Perlu Lakukan Ini Truk Conch Disweeping di Amuntai, Kapolres HSU Buka-bukaan

Percepatan Pembangunan Pabrik Karet Kalsel Terus Dinanti

- Apahabar.com     Rabu, 12 Desember 2018 - 12:09 WITA

Percepatan Pembangunan Pabrik Karet Kalsel Terus Dinanti

Bahan olah karet rakyat atau bokar sangat menentukan daya saing karet alam Indonesia di pasar internasional. Foto - Dok.PT Wilson Lautan Karet

apahabar.com, BANJARMASIN – Hasil produksi karet rakyat di Kalimantan Selatan kurang terjaga dengan baik berikut kualitas mutu bokar tersebut, lantaran minimnya keberadaan pabrik pengolahan karet.

Alhasil, produk karet asal Banua dianggap masih kalah bersaing di pasar internasional. Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalsel meminta pemerintah pusat melakukan percepatan pembangunan pabrik pengolahan karet menjadi barang setengah jadi.

“Oleh sebab itu, dalam kunjungan kerja ke luar daerah, 13 – 15 Desember 2018, kami akan menemui Direktorat Industri Agro Kementerian Perindustrian Republik Indonesia,” ujar anggota Komisi II DPRD Kalsel Danu Ismadi Saderi di Banjarmasin, tulis ANTARA, Rabu (12/12).

Dari pertemuan itu, mantan Kepala Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Banjarbaru itu berharap terbangunnya pabrik karet dapat meningkatkan harga komoditas tersebut.

“Untuk menjaga atau peningkatan mutu bahan olah karet (Bokar) sehingga bisa bersaing dalam kancah perkaretan dunia internasional,” ujar wakil rakyat asal dapil Kalsel II/Kabupaten Banjar tersebut.

Danu mengatakan untuk menjaga mutu bokar dari karet rakyat di Kalsel baru satu Unit Pelaksana Pengolahan Bokar (UPPB) yang jalan/operasional yaitu di Kabupaten Banjar.

UPPB tersebut inisiatif masyarakat/petani karet itu sendiri dengan harapan mendapatkan bantuan pemerintah dalam permodalan.

Selain merupakan daerah agraris, Kalsel dengan luas wilayah sekitar 3,7 juta hektare itu, juga terkenal sebagai penghasil karet sejak ratusan tahun silam.

Sebagai contoh di daerah hulu sungai atau “Banua Anam” Kalsel yang meliputi Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Kabupaten Tabalong banyak perkebunan karet rakyat.

Kemudian sejak 1970-an berkembang pola perkebunan besar karet, baik melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau PT Perkebunan Negara (PTPN) maupun swasta seperti terdapat di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Saham Regional Asia Naik, IHSG Ikut Menguat
apahabar.com

Ekbis

Dibayangi Wabah Covid-19, IHSG Diprediksi Bergerak Variatif
apahabar.com

Ekbis

Desember, Jokowi Digadang Resmikan Operasional Bandara Syamsudin Noor Internasional
apahabar.com

Ekbis

BI: Bandara Internasional Syamsudin Noor Buka Peluang Bisnis Baru
apahabar.com

Ekbis

Tanggapi Pajak Ekonomi Digital, AFPI Berharap Ada Tarif Khusus
apahabar.com

Ekbis

Gagal Bayar Utang, Pendiri Ponsel Cina Dilarang Naik Pesawat
apahabar.com

Ekbis

Imbas Covid-19, Okupansi Hotel Berbintang di Banjarmasin Turun 90 Persen

Ekbis

Diskriminasi Sawit Indonesia, Hipmi Dukung Jokowi Protes Eropa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com