Breaking News! Tabrakan Horor di Kotabaru, Motor vs Mobil Honda BRV Di Mubes WAPDA ke-IV, Gubernur Kalsel Ungkap Proyek Siring Ponpes Darussalam Jembatan Ambruk, Warga Pingaran Ilir Terpaksa Menyeberang Pakai Perahu Tali Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel

Usia 24-44 Tahun Paling Rentan Alami Kekerasan di Kalsel

- Apahabar.com     Selasa, 4 Desember 2018 - 20:48 WITA

Usia 24-44 Tahun Paling Rentan Alami Kekerasan di Kalsel

Foto - metro.tempo.co

apahabar.com, Banjarmasin – Kasus Kekerasan perempuan dan anak di Kalimantan Selatan dominan terjadi pada kelompok usia 24-44 tahun.

Sepanjang 2018, terjadi sebanyak 60 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada kelompok tersebut.

Kasus kekerasan berikutnya, kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak(DPPPA) Kalsel Husnul Khatimah, umumnya menyasar pada kelompok

13-17 tahun dengan sebanyak 59 kasus; usia 6-12 tahun sebanyak 42 kasus, usia 0-5 tahun sebanyak 29 kasus, usia 18-24 sebanyak 18 kasus, usia 49-59 tahun sebanyak 14 kasus dan usia 60 ke atas sebanyak 2 kasus.

Baca Juga: Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kalsel Naik, Dewan: Kurang Sosialisasi

DPPPA sebelumnya mencatat, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kalsel naik jika dibandingkan 2017. “Kasus kekerasan di 2018 cenderung meningkat dibanding 2017 dari 205 kasus menjadi 215 kasus,” ungkap Husnul Khatimah.

Pihaknya sudah menangani 198 kasus. Sisanya masih dalam proses penanganan. Tambahnya, peningkatan kasus itu berbanding lurus dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan yang terjadi di sekitarnya.

Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) sebelumnya telah mengembangkan sistem aplikasi pencatatan dan pelaporan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Baca juga: Kaltim Urutan Ke-14 Kekerasan Anak dan Perempuan

Apklikasi itu dikembangkan melalui Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) sebagai upaya membentuk Satu Data Kekerasan Nasional.

Lewat aplikasi itu dapat diakses semua unit layanan penanganan korban kekerasan perempuan dan anak di tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten dan kota secara up to date, real time dan akurat.

Reporter: M.Robby

Editor: Fariz

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ketua KPU Bicara Alasan Pemilihan Kotak Kardus Ketimbang Aluminium
apahabar.com

Nasional

Persiapan Rehabilitasi 21.540 Warga Binaan Terus Digencarkan
apahabar.com

Nasional

Terpilih Sebagai Plt Ketua JMSI Sumsel, Agus Harizal Siap Rangkul Semua Media Siber
apahabar.com

Nasional

Pendulang Emas Tewas Tersambar Petir di Timika
apahabar.com

Nasional

Dugaan Rasisme Mahasiswa Papua di Surabaya, GP Ansor Kalsel Bantah Keterlibatan Banser
apahabar.com

Nasional

Sisi Religius Jokowi di Mata Ustaz Yusuf Mansur
Kawal Transformasi Besar

Nasional

Pemerintah Kerja Keras Kawal Transformasi Besar
apahabar.com

Nasional

Di Balik Skandal Mesum Mahasiswi Banjarmasin: Koleksi Pribadi hingga Sudah Bertunangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com