2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan

Usia 24-44 Tahun Paling Rentan Alami Kekerasan di Kalsel

- Apahabar.com Selasa, 4 Desember 2018 - 20:48 WIB

Usia 24-44 Tahun Paling Rentan Alami Kekerasan di Kalsel

Foto - metro.tempo.co

apahabar.com, Banjarmasin – Kasus Kekerasan perempuan dan anak di Kalimantan Selatan dominan terjadi pada kelompok usia 24-44 tahun.

Sepanjang 2018, terjadi sebanyak 60 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada kelompok tersebut.

Kasus kekerasan berikutnya, kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak(DPPPA) Kalsel Husnul Khatimah, umumnya menyasar pada kelompok

13-17 tahun dengan sebanyak 59 kasus; usia 6-12 tahun sebanyak 42 kasus, usia 0-5 tahun sebanyak 29 kasus, usia 18-24 sebanyak 18 kasus, usia 49-59 tahun sebanyak 14 kasus dan usia 60 ke atas sebanyak 2 kasus.

Baca Juga: Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kalsel Naik, Dewan: Kurang Sosialisasi

DPPPA sebelumnya mencatat, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kalsel naik jika dibandingkan 2017. “Kasus kekerasan di 2018 cenderung meningkat dibanding 2017 dari 205 kasus menjadi 215 kasus,” ungkap Husnul Khatimah.

Pihaknya sudah menangani 198 kasus. Sisanya masih dalam proses penanganan. Tambahnya, peningkatan kasus itu berbanding lurus dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan yang terjadi di sekitarnya.

Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) sebelumnya telah mengembangkan sistem aplikasi pencatatan dan pelaporan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Baca juga: Kaltim Urutan Ke-14 Kekerasan Anak dan Perempuan

Apklikasi itu dikembangkan melalui Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) sebagai upaya membentuk Satu Data Kekerasan Nasional.

Lewat aplikasi itu dapat diakses semua unit layanan penanganan korban kekerasan perempuan dan anak di tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten dan kota secara up to date, real time dan akurat.

Reporter: M.Robby

Editor: Fariz

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Karhutla, AMAN dan Walhi Kecam Penangkapan Peladang Lokal di Kalimantan
apahabar.com

Nasional

Korban Tsunami Selat Sunda Butuh Biskuit
apahabar.com

Nasional

Alasan Jokowi Dianugerahi Asian of The Year 2019 oleh The Times
apahabar.com

Nasional

Viral Akan Ada Letusan Krakatau dan Gempa 8 SR, Begini Penjelasan BMKG
apahabar.com

Nasional

Jumlah Penduduk RI Capai 268,5 Juta Jiwa, Laki-Laki Lebih Banyak
apahabar.com

Nasional

Pascakebakaran Gedung Kejagung RI, Tidak Ada Tahanan yang Dipindahkan
Hari Pers Nasional 2020

Nasional

24 Duta Besar Negara di Dunia Akan Hadir di HPN 2020 Kalsel
apahabar.com

Nasional

Tiga WNI di Kapal Diamond Princess Positif Tertular Virus Corona
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com