Breaking News! Tabrakan Horor di Kotabaru, Motor vs Mobil Honda BRV Di Mubes WAPDA ke-IV, Gubernur Kalsel Ungkap Proyek Siring Ponpes Darussalam Jembatan Ambruk, Warga Pingaran Ilir Terpaksa Menyeberang Pakai Perahu Tali Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel

Peristiwa Langka, Super Blood Moon akan Terlihat di Januari Mendatang

- Apahabar.com     Minggu, 9 Desember 2018 - 10:15 WITA

Peristiwa Langka, Super Blood Moon akan Terlihat di Januari Mendatang

Ilustrasi Blood Moon. Foto-Daily Exfress

apahabar.com, JAKARTA – Super Blood Moon adalah ketepatan waktu ketika Gerhana bulan total berbarengan dengan super moon (bulan terlihat lebih besar). Peristiwa langka itu akan terjadi di Januari mendatang.

Ini adalah satu-satunya gerhana bulan total —juga dikenal sebagai bulan darah (blood moon)- pada 2019.

Gerhana bulan total adalah saat Bumi berada langsung antara Matahari dan Bulan. Ini berarti Bulan berada di bawah bayang-bayang Bumi.

“Selama gerhana bulan total, Bulan biasanya berubah menjadi merah gelap karena diterangi oleh cahaya yang telah melewati atmosfer Bumi dan telah dipantulkan  ke Bulan dengan pembiasan,” kata Royal Museum Greenwich Inggris.

“Debu di atmosfer menghalangi gelombang cahaya biru frekuensi tinggi, tetapi semakin panjang gelombang cahaya merah datang.”

Gerhana bulan total, yang terjadi pada jam-jam awal 21 Januari 2019, adalah istimewa karena juga akan menjadi “supermoon”, sebuah fenomena di mana bulan purnama bertepatan dengan jarak terdekatnya ke Bumi, yang dikenal sebagai perigee. Ini membuat Bulan tampak lebih besar dari biasanya.

Dalam wawancara dengan Time pada bulan Juli, ilmuwan planet NASA Rick Elphic mengatakan hal yang tidak biasa untuk memiliki gerhana matahari total dan Supermoon terjadi begitu dekat.

“Biasanya bertahun-tahun antara gerhana bulan yang memiliki supermoon di dalamnya,” katanya kepada majalah itu. “Kita kebetulan berada dalam siklus musiman di mana tahun lalu ada satu dan kemudian tahun ini, ada satu dan saya rasa tidak akan ada gerhana supermoon lainnya untuk sementara waktu.”

Menurut timeanddate.com, gerhana bulan total akan terlihat dari Amerika Utara dan Selatan serta bagian barat Eropa dan Afrika.

Baca Juga: Enam Wilayah di Kalsel Berpotensi Hujan Lebat

Sumber: Antara
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Robot Penjelajah China Bersiap Mendarat di Titik Terjauh Bulan
apahabar.com

Global

Marc Marquez Motivasi Korban Tsunami Banten
Ilustrasi. Foto-Net

Global

Pembunuh Tokoh Pengungsi Rohingya Ditangkap
apahabar.com

Global

Kotaro Chiba, Konsumen Pertama Terima HondaJet Elite
apahabar.com

Global

Gerak-gerik Kapal Perang AS di Taiwan Bikin China Meradang
apahabar.com

Global

Ribuan Warga Serbia Turun ke Jalan, Protes Serangan Terhadap Politisi Oposisi

Global

Arab Saudi Sukses Laksanakan Haji 2021 Tanpa Penularan Covid-19
apahabar.com

Global

Emas Berjangka Naik Didukung Pelemahan Dolar AS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com