Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Perkebunan Teh Menoreh Kedatangan Guru Besar Korsel dan Kamboja

- Apahabar.com Selasa, 25 Desember 2018 - 16:58 WIB

Perkebunan Teh Menoreh Kedatangan Guru Besar Korsel dan Kamboja

Kebun Teh. Foto - Dok Kementan

apahabar.com, JAKARTA – Perkebunan Menoreh menerima tamu spesial Guru Besar dari Universitas Nasional Korea Selatan dan Kamboja untuk melakukan penelitian. Kepada warga setempat, keduanya mengaku takjub dengan pengelolaan pertanian teh menoroh.

“Mereka juga mengapresiasi manajemen keluar masuknya teh. Misalnya kalau dulu kan hanya disetorkan ke perusahaan sehingga petani tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Sekarang, petani dengan membawa hasil panennya dapat membeli beras,” katanya.

Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang, mengatakan pengelolaan kebun secara baik akan membawa dampak yang signifikan pada perekonomian melalui peluang kerja bagi anak-anak muda setempat.

Baca Juga: Brian May Queen Kirim Doa untuk Band Seventeen

“Peningkatan yang sangat signifikan ini dapat membuka peluang kerja bagi anak muda yang belum memiliki pekerjaan. Misalnya seperti 62 karang taruna yang dapat langsung bekerja dengan baik dan tanpa harus keluar dari kampung halaman. Masyarakat yang tidak memiliki kebun teh juga dapat bekerja di tempat edukasi atau dapat menjualkan produk teh,” katanya.

Sementara itu, usat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung Bandung menggelar bimbingan teknis (Bimtek) kepada puluhan Kelompok Tani Teh Menoreh Kulon Progo, DIY. Kegiatan yang digelar selama 3 hari ini bekerja sama dengan Ditjen Perkebunan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) DIY, dan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo.

Ketua Kelompok Usaha Bersama Teh Menoreh, Sukohadi mengatakan, kegiatan ini difokuskan pada materi penanaman hingga bimbingan pasca panen. Kedua materi ini diberikan secara berkala pada 18 poktan yang terdiri dari 327 Kartu Keluarga.

Baca Juga: Foto Istri Ifan Seventeen Ini Bikin Warganet Mewek

“Jadi, penanaman teh dan panen harus ada konservasi tanah baik karena bisa menghindari terjadinya longsor yang dapat membahayakan warga setempat. Kemiringan sekitar 45 derajat paling tepat ditanami teh dibandingkan untuk pohon yang tinggi seperti sengon,” katanya.

Menurut Suko, sapaan akrab Sukohadi, bimtek ini juga sekaligus memberi pengetahuan cocok tanam serta tata cara merawat kebun yang baik agar tetap menghasilkan kualitas unggul.

“Karena di Menoreh ini ada 11 varian teh. Misalnya original, green tea, white tea, gold tea, yellow tea, jasmine, teh merah dan kualitas teh premium. Semua varian harus unggul karena bisa meningkatkan ekonomi melalui sektor wisata,” katanya.

Baca Juga: Peringati 14 Tahun Tsunami, Nelayan Aceh Dilarang Melaut

Suko mengatakan, sampai saat ini perkebunan Menoreh sudah dikunjungi turis mancanegara dari berbagai negara. Mereka datang hanya sekedar untuk menikmati hamparan agrowisata dan mencicipi kualitas teh Menoreh secara langsung.

“Mereka semua dapat melihat proses pengeringan, pembakaran hingga penyajian teh menoreh. Mereka juga terlihat senang dan antusias dalam setiap edukasi yang dijelaskan,” katanya.

Sumber : Okezone
Editor : Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Gencar Belajar Tatap Muka, Wacana Satgas Covid-19 di Sekolah Mencuat
apahabar.com

Nasional

1.048 Peserta Mendaftar Ikut Pawai Tolak Plastik
apahabar.com

Nasional

Tips Hindari Dampak Mematikan Hipotermia Saat Banjir
apahabar.com

Nasional

Tahun 2019, 164 Ribu Rumah Kesulitan Bayar Biaya Sambungan Listrik
apahabar.com

Nasional

Ambil Alkes Covid-19 di China, Menhan Minta Panglima Kerahkan Pesawat
apahabar.com

Nasional

Dua ABK MV Vega Rose Sudah Bisa Dijenguk Tanpa APD
apahabar.com

Nasional

Tiket Pesawat Mahal, Sektor Pariwisata Melambat
Listrik Gratis Imbas Covid-19 Berlaku Mulai Sekarang

Nasional

Listrik Gratis Imbas Covid-19 Berlaku Mulai Sekarang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com