Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

PKB: Gus Dur Angkat Martabat Etnis Tertindas

- Apahabar.com Minggu, 16 Desember 2018 - 10:34 WIB

PKB: Gus Dur Angkat Martabat Etnis Tertindas

Daniel Johan saat mendampingi Gus Dur dalam acara Imlek di Vihara mahavira Graha Pusat Lodan, Jakarta sekitar tahun 2007. foto -Antara

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Sekjen DPP PKB Daniel Johan menilai sosok Presiden Ke-5 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur bukan hanya mengangkat kembali harkat dan martabat orang Tionghoa, namun etnis-etnis lainnya yang tertindas juga selalu dibelanya.

“Jadi tidak heran Gus Dur diangkat sebagai Bapaknya orang Tionghoa, bayangkan seorang kiai yang juga Ketua Umum Nahdlatul Ulama yang diangkat sebagai Bapak Tionghoa,” kata Daniel dalam keterangan tertulisnya di Jakarta seperti dikutip dari Antara, Minggu (16/12).

Hal itu dikatakan Daniel terkait peringatan Haul Ke-9 Gus Dur pada 16 Desember.

Dia mengatakan penganugerahan gelar Bapak Tionghoa kepada Gus Dur karena kecintaan etnia Tionghoa kepada mantan Ketua Umum PBNU tersebut.

Menurut dia, dahulu akar budaya Tionghoa dicabut, penggunaan bahasa tidak boleh, sekolah-sekolah dibatasi, hak politik, hak sosial, hak budaya diberangus.

“Seakan-akan Tionghoa itu diperlakukan seperti warga kelas dua. Dan itu buat kita tragis,” ujarnya.

Daniel menilai Gus Dur merupakan guru bangsa yang dapat menjadi tauladan bagi semua orang, dari seluruh pemikiran dan kerja-kerja Gus Dur, jika diperas menjadi satu kata, maka intisarinya adalah pengabdiannya kepada kemanusiaan.

Menurut dia, Gus Dur mengajarkan kita bagaimana mengangkat harkat dan martabat kemanusiaan ditempat yang tinggi dan Gus Dur sangat mencintai kemanusiaan.

“Gus Dur adalah seorang humanis dan nasionalis yang begitu mencintai rakyatnya tanpa membeda-bedakan agama, suku, dan latar belakangnya. Gus Dur membuat keislaman menjadi begitu indah dan dicintai, bahkan oleh umat lain,” katanya.

Menurut dia, humanisme dan nasionalisme itu yang diwariskan Gus Dur ke PKB, sehingga partai tersebut penting menjadi besar untuk mewujudkan nasionalisme dan kemanusiaan yang berkeadilan sosial tersebut.

Daniel mengatakan PKB sudah bertahun-tahun mengajukan kepada pemerintah agar Gus Dur dijadikan pahlawan nasional namun untuk tahun ini Gus Dur belum mendapat kehormatan itu.

“Harapan kami tahun depan Gus Dur benar-benar dianugerahkan sebagai pahlawan nasional, meskipun sekarang ini rakyat sudah menganggap Gus Dur sebagai Bapak Bangsa Indonesia,” ujarnya.

Dia menilai ketika situasi kebangsaan Indonesia saat ini penuh dengan kekisruhan, dirinya merasa sangat rindu dengan Gus Dur, dengan rangkulan humanismenya dan rasa humornya.

Baca Juga: Intip 5 Koleksi Mobil Mewah Bintang Sepakbola Dunia

Sumber : Antara
Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Aparat Tembak Mati KKB Eksekutor Pekerja Freeport
apahabar.com

Nasional

Pratu Kasnun Korban Penembakan KKSB Nduga Dievakuasi ke Aceh
apahabar.com

Nasional

Habibi, Gembong Narkotika asal Pelaihari Terancam Membusuk di Penjara
apahabar.com

Nasional

Ma’ruf Amin Serukan Rekonsiliasi Nasional Pasca-Pemilu 2019
apahabar.com

Nasional

Korban Tembakan Tentara Israel di Jalur Gaza Bertambah 127 Orang
apahabar.com

Nasional

Aceh Serahkan Bantuan Logistik Korban Banjir di Subulussalam
apahabar.com

Nasional

Debat Kelima Pilpres 2019, Jokowi Tekankan Hilirisasi Industri
apahabar.com

Nasional

Kasus Ibu Kandung Bunuh Anak Saat Belajar Online, Ada Tekanan Psikologis PJJ
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com