Update Covid RI 15 Oktober, Kalsel Sembilan Terbawah, Jakarta Teratas PDIP Pamer Jago Capres 2024: Puan, Ganjar hingga Mardani H Maming KPK Tinggalkan Markas Brimob Tabalong, Penyidikan Berlanjut Acil Pasar Terapung Siap-Siap, Siring Piere Tendean Bakal Dibuka Lagi! OTT Amuntai, Enam Mobil Tiba di Brimob Tabalong

Polda Jatim kirim 100 Brimob ke Papua

and - Apahabar.com     Selasa, 4 Desember 2018 - 20:35 WITA
and - Apahabar.com     Selasa, 4 Desember 2018 - 20:35 WITA

Polda Jatim kirim 100 Brimob ke Papua

Ket foto : Wadankor Brimob Polri Brigjen Pol Abdul Rakhman Baso (kanan) memeriksa kesiapan kendaraan taktis di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (28/11/2018). Gelar alat-alat khusus (Alsus) dan kendaraan khusus (Ransus) yang dilaksanakan Korps Brimob tersebut dalam rangka persiapan pengamanan menjelang agenda Kamtibmas 2018-2019. Foto/Antara

apahabar.com, SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur berencana mengirim sebanyak 100 personel Brimob ke Papua guna membantu Polda setempat memburu kelompok kriminal bersenjata (KKB).

“Sebanyak satu kompi Brimob yang berjumlah 100 orang akan dikirim ke Papua pada Rabu (5/12) besok,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim di Surabaya, Selasa (4/12).

Baca Juga : TNI/Polri Belum Berhasil Evakuasi Korban Penembakan KKB

Barung mengemukakan, seratusan Brimob itu dipilih dari masing-masing detasemen berdasarkan kemampuannya terhadap situasi di Papua.

“Dari detasemen mana saja, itu tidak boleh dipublikasikan. Yang jelas mereka dipilih sesuai keahlian masing-masing,” ujar Barung.

Tak hanya ditugaskan mengejar KKB di Timika, ratusan personel itu juga dikirim ke beberapa daerah yang membutuhkan, seperti kawasan Tembagapura dan Kabupaten Nduga.

“Teknisnya seperti apa, pasukan Brimob itu kita serahkan ke Polda Papua, yang paham dengan situasi di sana. Kami hanya membantu mem-backup sebagai bentuk penguatan Operasi Malio di Papua,” kata Barung.

Sebelumnya, sebanyak 31 orang tewas dibunuh oleh KKB di proyek jalan Trans Papua yang diduga terjadi pada Sabtu dan Minggu (1-2/12).

Mereka dibunuh saat membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak di jalur Trans Papua, Kabupaten Nduga. Akibat kejadian itu, proyek Trans Papua dihentikan untuk sementara waktu. Proyek itu dikerjakan sejak akhir 2016 dan ditargetkan selesai 2019.

Baca Juga : Napi Kasus Pembunuhan Menikah Di Lapas

Sumber : Antara
Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Gempa, Wisatawan Pangandaran Sempat Panik
apahabar.com

Nasional

China Selesai Uji Favipiravir, Obat Virus Corona
apahabar.com

Nasional

Demo di Jayapura Ricuh, Kantor Telkom Dibakar Massa

Nasional

Kecuali Irjen Napoleon, Polri Periksa Empat Tersangka Penganiaya M Kece
apahabar.com

Nasional

Jamin Upah Guru Honorer, Dana BOS dan BOP Diatur Fleksibel
apahabar.com

Nasional

MUI: Jangan Gunakan Isu SARA saat Kampanye
apahabar.com

Nasional

42 Pengacara Siap Dampingi Habib Rizieq Hadapi Panggilan Polisi
apahabar.com

Nasional

Caketum BPP HIPMI Mardani H Maming, Langkah Awal Bangkitnya Tokoh Banua di Kancah Nasional
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com