Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

Polda Papua Bertekad Kejar KKB Nduga

- Apahabar.com Selasa, 11 Desember 2018 - 10:00 WIB

Polda Papua Bertekad Kejar KKB Nduga

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.Foto-tribunnews.com

apahabar.com, TIMIKA – Kepolisian Daerah Papua dengan dibantu oleh Kodam XVII/Cenderawasih sepenuhnya bertekad mengejar kelompok kriminal bersenjata/KKB Nduga yang menembak mati para karyawan PT Istaka Karya, staf Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional Wilayah Papua dan anggota TNI AD Sertu Handoko beberapa waktu lalu.

Kapolda Papua Irjen Polisi Martuani Sormin yang dihubungi dari Timika, Selasa (11/12), mengatakan untuk penegakan hukum terhadap kasus tersebut, jajaran Polda Papua mendapat dukungan penuh dari Kodam XVII/Cenderawasih.

“Kami telah membentuk tim untuk pengejaran para pelaku. Komitmen kami dari Polda Papua tidak akan berhenti untuk melakukan pengejaran, penangkapan dan penegakan hukum terhadap KKB ini,” kata Irjen Martuani.

Kapolda mengatakan sesuai perintah Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian bahwa jajaran TNI akan memberikan dukungan sepenuhnya untuk perbantuan kepada Polri dalam rangka menangkap, memproses dan mengajukan ke persidangan anggota KKB Nduga pimpinan Egianus Kogoya.

Kelompok tersebut diperkirakan memiliki sejumlah senjata api standar militer hasil rampasan dari anggota TNI dan Polri dan sebagian diduga diselundupkan dari luar negeri seperti Mindanao, Filipina Selatan dan sebagian lagi dari daerah bekas konflik seperti di Ambon.

Jajaran Kepolisian beberapa waktu lalu di Sorong, Papua Barat pernah mengungkap kasus penyelundupan senjata api ke Papua dari Mindanao.

Upaya pengejaran KKB Nduga menghadapi hambatan cukup berat karena kondisi medan geografis yang sulit.

“Dipana itu daerah ketinggian di atas 10 ribu kaki dengan oksigen tipis, lereng-lereng curam, cuaca juga tidak bersahabat, signal telepon tidak ada. Anggota kita tidak terbiasa di medan-medan seperti itu, sementara mereka sudah terbiasa karena mereka menyatu dan dibesarkan di alam seperti itu,” jelas Irjen Martuani.

Sementara itu Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring menegaskan bahwa pembangunan Jalan Trans Papua di Kabupaten Nduga akan kembali dilanjutkan dalam waktu dekat.

“Perintah Panglima TNI sudah jelas bahwa pembangunan kembali Jalan Trans Papua akan segera dilakukan, tidak boleh berhenti,” katanya.

Baca Juga: Konyol, Pimpinan KKB Egianus Kogeya Nyatakan Siap Perang Namun di Darat Saja, TNI Tak Boleh Pakai Helikopter dan Bom

Sumber : Antara
Editor : Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ini 7 Momen Umrah Jokowi yang Bikin Baper
apahabar.com

Nasional

Novel Baswedan Berharap Keberanian Kabareskim Baru Ungkap Tuntas Kasusnya
apahabar.com

Nasional

Apes, Puluhan Travel Gelap Gagal Selundupkan Pemudik
apahabar.com

Nasional

Terkait Ucapan BW, Presiden Minta Jangan Merendahkan MK
apahabar.com

Nasional

Sekjen DPP PAN Batal ke Kalsel, Pengurus Batal Dirombak
apahabar.com

Nasional

Haji 2019; Calon Haji Diminta Jaga Kebugaran
apahabar.com

Nasional

Brunei Darussalam Resmi Terapkan Hukuman Rajam Mati dan Amputasi
apahabar.com

Nasional

Menkes: WNI dari Natuna Dapat Sertifikat Kesehatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com