Sidang Kasus Sabu 300 Kg di Banjarmasin, 4 Terdakwa Terancam Hukuman Mati! Tipu-Tipu Oknum DLH Banjarmasin, Sekantoran Diutangi Ratusan Juta Tipu Belasan Penyapu Jalan, Oknum ASN di Banjarmasin Akhirnya Mengaku! Berstatus Waspada, PVMBG Sebut Aktivitas Gunung Semeru Masih Fluktuatif Kejari Banjarbaru Musnahkan Ratusan Gram Narkotika dan Barbuk Tindak Pidana Tetap Lainnya

Polisi: Tersangka Pengedit Ma’ruf Amin ‘Sinterklas’ Tokoh Pesantren

- Apahabar.com Kamis, 27 Desember 2018 - 07:00 WIB

Polisi: Tersangka Pengedit Ma’ruf Amin ‘Sinterklas’ Tokoh Pesantren

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Polisi mengatakan pria berinisial S (31) yang diamankan karena mengunggah video editan cawapres nomor urut 01, Kiai Ma’ruf Amin, berkostum sinterklas, adalah seorang tokoh sebuah pesantren di Aceh. Pria tersebut diamankan pada sore tadi.

“Yang bersangkutan tokoh pesantren di Aceh. Diamankannya sore tadi,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo seperti dilansir dari detik.com, Rabu (26/12/2018).

Baca Juga: Punya Pusat Unggulan Iptek, Kementan Intensif Kembangkan Tanaman Serat

Dedi menuturkan S mengakui perbuatannya saat ditanyai penyidik. “Yang bersangkutan mengakui perbuatannya,” ujar Dedi.

S diamankan di Aceh Utara. Saat ini dirinya berada di Mapolres Lhokseumawe untuk menjalani proses pemeriksaan.

Sebelumnya, beredar video Ma’ruf Amin mengenakan kostum sinterklas saat mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru. Video itu disebarkan melalui WhatsApp dan media sosial.

Video tersebut dipastikan telah diedit seseorang. Pasalnya dalam video asli Ma’ruf mengenakan baju khasnya, yakni kemeja putih dipadukan jas hitam, serban putih dan peci saat mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru.

Beredarnya video editan itu disikapi oleh Ketua TKD Jokowi-Ma’ruf Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi (Jaro Ade), dengan membuat laporan polisi di Polres Bogor. Jaro Ade menganggap ini kampanye hitam.

Jaro Ade lalu melaporkan seseorang bernama Sustiyono, yang diduga menyebarkan video tersebut, dengan Pasal 35 J0 51 ayat (1) UU No.19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 14 ayat (2) dan pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Paraturan Hukum Pidana.

Namun dipastikan pria berinisial S yang diamankan polisi saat ini bukan bernama Sustiyono.

Baca Juga: Serda Jhoni Diduga dalam Pengaruh Alkohol Saat Tembak Mati Letkol Dono

Sumber : detik.com
Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Upah Tahun Depan Tak Naik, Ini Alasannya
apahabar.com

Nasional

Corona Masuk Indonesia, Stok Masker Kalsel Menipis
apahabar.com

Nasional

Kembali Nahkodai Partai Gerindra, Prabowo Curhat Soal Jabatan Menhan
apahabar.com

Nasional

Tiket Mahal, Astindo Dukung Maskapai Asing Masuk Indonesia
Bima Arya Diizinkan Pulang dari RS, Lanjut Isolasi Mandiri

Nasional

Bima Arya Diizinkan Pulang dari RS, Lanjut Isolasi Mandiri
apahabar.com

Nasional

Kisah Inspiratif, Berbekal Mesin Jahit Kredit, Kini Beromzet Ratusan Juta
apahabar.com

Nasional

Jelang Kelahiran Jokowi, Petugas Perketat Penjagaan
apahabar.com

Nasional

Pertamina Siapkan Eksplorasi Area Baru, Salah Satunya di Kalimantan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com