Kobaran Api Kembali Gegerkan Warga Patmaraga Kotabaru Cara Cek Pengumuman CPNS 2019 Hari Ini, Login sscn.bkn.go.id, Berikut Website & Panduan Lengkapnya 150 Rumah Hangus Terbakar, Simak Kronologi Lengkap Kebakaran di Kotabaru Alasan Mengapa Api di Patmaraga Kotabaru 5 Jam Baru Padam Si Jago Merah Mengamuk di Kotabaru: Berkobar Berjam-jam, Ratusan Rumah Ludes Terbakar!

Populasi Lumba-lumba di Australia Turun, Perubahan Iklim Pemicunya

- Apahabar.com Sabtu, 1 Desember 2018 - 16:41 WIB

Populasi Lumba-lumba di Australia Turun, Perubahan Iklim Pemicunya

Ilustrasi puluhan lumba-lumba mati. Foto-Asahi

apahabar.com, CANBERRA – Populasi lumba-lumba di Pelabuhan Darwin di Northern Territory (NT) Australia dikabarkan turun separuh selama 7 tahun terakhir (2011-2017). Perubahan Iklim diduga menjadi penyebabnya.

Carol Palmer, ilmuwan senior di Departemen Lingkungan Hidup NT, telah mengamati penurunan tetap jumlah ikan lumba-lumba di Pelabuhan Darwin sejak 2011.

Pelabuhan tersebut adalah habitat bagi tiga spesies ikan lumba-lumba kecil di pantai tropis; lumba-lumba snubfin Australia –yang nyaris terancam, humpback Australia dan bottlenose pantai.

“Mengenai ikan lumba-lumba humpback Australia, yang datanya paling banyak kami peroleh, mereka paling sering terlihat di dalam Pelabuhan Darwin, dan populasinya telah merosot dari sebanyak pertengahan 40-an, jadi 20-an,” kata Palmer kepada Australian Broadcasting Corporation (ABC) pada Jumat (30/11).
Di wilayah Darwin yang lebih luas, populasi humpback telah anjlok dari 88 pada 2011 jadi 50 pada 2017.

Populasi ikan lumba-lumba bottlenose telah merosot dari 28 jadi 23 dan populasi lumba-lumba snubfin dari 32 jadi 24.

Palmer, sebagaimana dilaporkan Xinhua, Sabtu pagi, mengidentifikasi perubahan iklim dan peningkatan suara di bawah air, sebagai kemungkinan penyebab berkurangnya populasi ikan lumba-lumba. Hewan tersebut memiliki kepekaan tinggi terhadap suara.

“Peningkatan suara di bawah air, ketersediaan mangsa, dan sejumlah masalah yang berkaitan dengan perubahan iklim menjadi penyebabnya,” kata ilmuwan itu.

“Pada 2016, kami mencatat temperatur permukaan laut yang paling tinggi di Pelabuhan Darwin, dan seluruh Northern Australia, dan kami mengetahui dari kegiatan yang dilakukan di luar negeri yang dapat mempengaruhi perkembang-biakan ikan serta ketersediaan mangsa.”

Sumber: Antara

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Kala UMKM Indonesia Berburu Peluang Pasar di Kamboja
apahabar.com

Global

Prancis Bergolak, 125.000 Demonstran, Toko Dijarah, 1.000 Ditahan
apahabar.com

Global

Pencipta Spongebob Squarepants Meninggal Dunia
apahabar.com

Global

Wajar Bawaslu Periksa Rekaman Habib Rizieq Reuni 212
apahabar.com

Global

Hindari Ancaman Taliban, ‘Messi Kecil’ dari Afganistan Terpaksa Mengungsi
apahabar.com

Global

Teler Gegara Terpengaruh Teman, TKI Diusir dari Malaysia
apahabar.com

Global

Bentrokan Pasukan Israel dengan Demonstran Palestina, 23 Orang Luka
apahabar.com

Global

PP 49/2018 Memungkinkan Angkat Honorer Melampaui Batas Usia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com