Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh Mahasiswanya Dipolisikan, Wakil Rektor ULM Banjarmasin Penuhi Panggilan Polda Kalsel Esok

Presiden Jokowi Klaim Penuhi Kebutuhan Listrik Jutaan Keluarga

- Apahabar.com Minggu, 2 Desember 2018 - 22:11 WIB

Presiden Jokowi Klaim Penuhi Kebutuhan Listrik Jutaan Keluarga

Foto - eksplorasi.id

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyatakan, pemerintah akan terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik tetap yang layak. Saat ini disebutkan 1,2 juta keluarga di seluruh Indonesia belum mendapatkan sambungan listrik tetap yang layak.

“Hitungan kita 1,2 juta (keluarga) di seluruh provinsi. Ini akan terus kita sisir satu per satu,” kata Presiden dalam kunjungan kerjanya meninjau program ‘BUMN Hadir Untuk Negeri: Sambung Listrik Gratis Bagi Keluarga Tidak Mampu’ di Bogor, Minggu.

Dilansir ANTARA, dalam keterangan yang diterima, Presiden yang didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno, Direktur Utama PLN Sofyan Basir, Direktur Utama Bank Mandiri Kartiko Wirjoatmodjo, Direktur Utama BTN Maryono, dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati meninjau lokasi pemasangan tepatnya berada di pemukiman warga Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Presiden kemudian menuju rumah-rumah warga dengan berjalan menyusuri gang.

Dalam kesempatan ini, Presiden secara simbolis mengaktifkan aliran listrik ke rumah warga yang dibantu program tersebut dengan menekan tombol “miniature circuit breaker (MCB)”.

Mengutip data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), saat ini terdapat 235.756 keluarga prasejahtera di Jawa Barat yang belum menikmati layanan listrik PLN secara langsung.

“Ingin saya sampaikan bahwa di Provinsi Jawa Barat ini ada kurang lebih 200-an ribu rumah yang belum ada listriknya,” ujar Presiden.

Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan penerangan sehari-hari, ratusan ribu rumah tersebut melakukan penyambungan listrik ke instalasi tetangga sekitar yang telah memiliki sambungan listrik.

Ada yang memang belum ada listriknya, ada yang sudah ada listrik tetapi nyambung dengan tetangga atau dengan orang tua. Nah sekarang kita sambung secara mandiri,” kata Presiden.

Pada umumnya, mereka mengeluarkan dana kurang lebih Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per bulan untuk mendapatkan sambungan listrik dari tetangga.

“Sekarang kita sambung secara mandiri. Itu lebih murah dari data yang kita terima. Biasanya per bulan bayar bisa Rp50 ribu sampai Rp60 ribu. Setelah sendiri seperti ini bayar kurang lebih Rp25 ribu sampai Rp30 ribu,” kata Presiden.

Perlu diakui bahwa selama ini banyak warga yang merasa kesulitan untuk melakukan penyambungan listrik mandiri secara resmi melalui PLN. Biaya penyambungan standar merupakan kendala utama yang mereka hadapi.

Melihat kondisi tersebut, 34 BUMN sepakat untuk bersinergi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan salah satunya memberikan fasilitas penyambungan listrik secara gratis bagi masyarakat prasejahtera.

Lebih jauh, program ini juga diharapkan untuk dapat menyasar rumah tangga lainnya di seluruh provinsi yang ada.

 

Editor: Fariz

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Sudah 3 Kasus Corona Terdeteksi di Lingkungan Kabinet Jepang
apahabar.com

Nasional

Mendagri: Wiranto Sudah Bisa Bersalaman
apahabar.com

Nasional

Harimau di Kebun Binatang New York Positif Terjangkit Covid-19
apahabar.com

Nasional

Virus Corona Makin Ganas, Korban Meninggal di China Bertambah Menjadi 361 Orang
apahabar.com

Nasional

Gali Prosuder Seleksi Pejabat, KPK Tanya Mantan Sekjen Kemenag
apahabar.com

Nasional

Selasa Siang, Prabowo Tertinggal Tiga Juta Suara Berdasar Situng KPU
apahabar.com

Nasional

Surya Paloh Serahkan Hotelnya untuk Tempat Karantina ODP Corona
apahabar.com

Nasional

Usulan Fatwa Tak Puasa di Tengah Covid-19, Ini Tanggapan MUI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com