Ganti Rugi Lahan HSS, Perusahaan Sawit PT SAM Mangkir Saat Mediasi Aglomerasi Banjar Bakula Ditiadakan, Banjarbaru Mulai Sekat Pemudik! Khotbah Tak Boleh Lewat 10 Menit, Tabalong Resmi Larang Takbir Keliling Dinonaktifkan KPK Saat Tangani Kasus Besar, Novel Siapkan Perlawanan  Tegas, Kapolda Kalteng Minta Anak Buahnya Larang Mudik di Kapuas

Program Normalisasi Sungai Terhambat Daerah Pemukiman

- Apahabar.com Jumat, 7 Desember 2018 - 18:15 WIB

Program Normalisasi Sungai Terhambat Daerah Pemukiman

Salah satu sungai di Kota Banjarmasin. Foto-utara.banjarmasinkota.go.id

apahabar.com, BANJARMASIN – Genangan air yang seringkali terjadi di sebagian besar wilayah Banjarmasin, telah menjadi persoalan yang cenderung berulang-ulang dan tidak pernah terselesaikan.

Selain curah hujan yang tinggi, penyebab meluapnya air dari saluran drainase karena tidak adanya pola hidup bersih dari masyarakat, untuk membuang sampah pada tempatnya.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Banjarmasin terus merencanakan sistem drainase yang baik, untuk menjadi faktor penyeimbang. Salah satunya memanfaatkan 102 sungai Banjarmasin guna dijadikan drainase primer atau utama.

Baca Juga: Pemko Andalkan Sungai sebagai Drainase Utama

Namun selain itu penghambatnya, diungkapkan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin Joko Pitoyo, yakni kawasan pemukiman merupakan faktor penghambat drainase primer untuk berperan optimal menyalurkan air hujan ke sungai yang lebih besar.

Biasanya sungai di Banjarmasin mencapai lebar sampai 10 meter, namun karena adanya pemukiman rumah warga sering mengarah ke sungai. “Jadi kondisi lebar sungai sekarang tinggal 3 sampai 4 meter atau bahkan lebih kecil,” terangnya, Jumat (7/12/2018).

Ia mencontohkan sungai yang daya tampungnya mengecil dan tidak optimal, seperti sungai Kuripan, Pekapuran, Kelayan, Pengambangan dan beberapa sungai lainnya.

Kondisi itu tidak mematahkan semangat Dinas PUPR, Ia tetap melakukan program normalisasi sungai dengan proses pengerukan. Bahkan apabila memang diperlukan, pembebasan lahan pun bisa dilaksanakan.

Walaupun selama ini, pihaknya masih mengutamakan proses pengerukan sungai untuk menjadi alternatif drainase primer.

Semua itu, katanya mengingat pada saat ini sungai masih menjadi alternatif tempat pembuangan sampah dan limbah bagi sebagian masyarakat Banjarmasin.

Dengan demikian, ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap melestarikan sungai yang ada dan tidak membuang sampah dan limbah lainnya ke sungai. “Dengan harapan sungai dapat berfungsi sebagai drainase primer secara optimal,” ucapnya.

Ia pula membeberkan untuk program normalisasi sungai, memiliki anggaran sekitar Rp5 miliar per tahunnya.

Dengan anggaran itu, ia mengharapkan untuk drainase primer ini menjadi long storage dengan memanfaatkan sungai mampu menjadi tampungan sementara pada saat terjadi debit puncak air.

Reporter : Bahaudin Qusairi
Editor : Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Kapolda Kalsel Pastikan PSU Banjarmasin Kondusif
PNS

Kalsel

Mulai Januari 2021, Sekda Kotabaru Pastikan Tak Ada lagi PNS Keluyuran
apahabar.com

Kalsel

Kabupaten Banjar Kantongi 3 Penghargaan Nasional Selama Guru Khalil Menjabat
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kalsel 9 September: 9.001 Positif, 7.058 Pasien Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Siang Hujan Petir 5 Daerah
apahabar.com

Kalsel

Pulang Kampung ke Batola, Erlianti Janjikan Hal Baru

Kalsel

Sehari Positif, 7 Warga Tabalong Dinyatakan Sembuh Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Paman Birin Masih Mendamba Kalsel Jadi Ibukota Negara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com