Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

Kereta Api Tabalong-Banjarmasin, Ditjen Perkeretaapian: Gunakan Rel Tunggal

- Apahabar.com Jumat, 14 Desember 2018 - 17:30 WIB

Kereta Api Tabalong-Banjarmasin, Ditjen Perkeretaapian: Gunakan Rel Tunggal

Dengan single track kecepatan KA Tabalong-Banjarmasin ditarget mencapai 200 Kilometer/jam. Foto-RadarCirebon

apahabar.com, BANJARMASIN – Jalur Kereta Api (KA) Trans Kalimantan lintas Tabalong-Banjarmasin dipastikan akan menggunakan tipe single track line atau jalur tunggal.

Adapun pembangunan guna menunjang aktifitas angkutan barang atau batubara di Banua -sebutan Kalsel-.

“Ya, itu benar mas spek (single track line) akan digunakan nantinya. Sejauh ini kita masih melakukan kajian trase dan studi kelayakan analisis dampak lingkungan,” ujar Kepala Sub Bagian Humas dan Kerja Sama Luar Negeri (KSLN) Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan RI, Eben Torsa kepada apahabar.com, Jumat (14/12).

Eben membenarkan, akan adanya desain penetapan trase alur kereta api khusus Trans Kalimantan, yakni segmen Tanjung-Paringin-Kandangan-Rantau. Sekedar informasi, jalur kereta api Tabalong-Banjarmasin akan dilintasi rel mulai dari Tanjung hingga berakhir di Banjarmasin.

Dengan tipe single track line, maka hanya dapat satu KA yang dapat melintasi pada jalur yang sama. Dengan tipe ini maka dipastikan waktu tempuh KA akan lebih lama, karena kereta harus mengantri.

Di Borneo, sebagai pengingat, pemerintah pusat menargetkan membangun jalur rel kereta api sepanjang 2.428 kilometer (Km). Rute rel membentang dari Kalimantan Utara menuju ke Selatan sampai Kota Banjarmasin, sebelum kemudian berbelok ke Kalimantan Barat melewati Kalimantan Tengah.

Baca Juga : Masih Menanti Investor, Kereta Api Tabalong-Banjarmasin Dijamin Tak Terabas Hutan

Dari informasi dihimpun, untuk pengerjaan konstruksi rute Tabalong-Banjarmasin ditarget rampung sebelum 2019 dengan panjang 196 km. Segmen ini masuk dalam prioritas II atau 2020-2024. Adapun upaya pemerintahan guna mempercepat pembangunan adalah penyelesaian Amdal.

Baik Pemerintah Provinsi Kalsel-Pemkab Tabalong diketahui tengah berupaya mempercepat proses pembebasan lahan guna mewujudkan pembangunan rel kereta api.

Pemerintah setempat, pada satu sisi juga diminta agar secepatnya membuat rekomendasi masalah sarana, dan prasarana perkeretaapian berikut dengan asalannya. Syarat guna memenuhi syarat masuk dalam program strategis nasional.

Soal Amdal, terbaru, pihak pemrakarsa melalui Direktorat Jendral Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, kata Eben, telah selesai membahas dokumen Amdal di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel. Kepala DLH Muhammad Ikhlas membenarkan soal ini.

“Adapun untuk Amdal sudah selesai kita bahas pada tahun 2017 dan 2018,” ujarnya kepada apahabar.com.

Adapun berdasarkan data yang diperoleh melalui dokumen AMDAL Pembangunan Jalur Rel Kereta Api (KA) Segmen Tanjung – Paringin – Kandangan – Rantau, terdapat kriteria desain trase KA di antaranya: Kecepatan Rencana mencapai 200 Kilometer/jam dengan jumlah track yaitu single track. Tekanan Gandar mencapai 25 ton.

Radius Lengkung Minimal untuk sepur utama mencapai 1.050 Meter dan lengkung di belakang wesel mencapai 150 meter. Adapun jarak antar AS di Emplasemen mencapai 5,20 meter.

Sementara itu, kriteria track yang digunakan yaitu tipe rel menggunakan R60, panjang rel 4×25 dilas thermit, sambungan telepon memakai tipe melayang dengan bantalan kayu atau beton, bantalan menggunakan beton 600 mm.

Baca Juga: Diduga Korsleting, Api Jilat Plafon Kantor Telkom Banjarmasin

Lalu tipe penambat elastik, wessel berukuran 1:12. Lebar sepur mencapai 1,435 meter, tebal balas minimum di bawah bantalan berukuran 30 cm, tebal sub balas pasir berukuran 40 cm.

Sementara, untuk kemiringan sub grade berukuran 1:20, kemiringan talud mencapai 1:2 atau 1:1,5, CBR Minimum tanah dasar mencapai 6 persen, dan peninggian rel maksimum mencapai 150 mm.

Selain itu, untuk Lengkung Transisi dengan tipe yang digunakan cubic parabola. Radius Lengkung vertikal mencapai 8.000 meter untuk V > 100 km/jam dan 6000 meter untuk V<100 meter/jam. Terakhir, kelas jalur yang digunakan yaitu kelas satu.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Haul Abah Guru Sekumpul, Okupansi Hotel di Banjarbaru Melonjak 93,03 Persen
apahabar.com

Ekbis

Jelang Lebaran, BI Kalsel Siapkan Rp 3,5 Triliun Uang Pecahan Baru
apahabar.com

Ekbis

Bank Dunia: Pandemi Covid-19 Pukul Pertumbuhan Ekonomi Asia
apahabar.com

Ekbis

Setelah Natal, Harga Emas Antam Melambung Rp 6.000
apahabar.com

Ekbis

Tensi AS-Iran Turun, Rupiah Diprediksi Menguat
apahabar.com

Ekbis

Negosiasi Perang Dagang, Xi Jinping Kontak Trump Via Telepon
apahabar.com

Ekbis

Polemik Tiket Pesawat, Intip Harga Terupdate Penerbangan dari Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Masih Terdampak Kekhawatiran Atas Virus Corona di China
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com